Ketika perusahaan mengirimkan offering letter, banyak kandidat langsung menerimanya tanpa mempertimbangkan apakah angka gaji yang ditawarkan sudah sesuai dengan nilai pasar atau pengalaman mereka. Padahal, cara negosiasi gaji saat offering letter merupakan kemampuan penting agar Anda mendapatkan kompensasi yang layak.
Artikel ini membahas langkah-langkah, strategi, dan contoh percakapan profesional untuk membantu Anda melakukan salary negotiation secara percaya diri.
Daftar Isi
Mengapa Negosiasi Gaji Sangat Penting?
Negosiasi bukan sekadar soal nominal, tetapi tentang:
- Menghargai nilai dan pengalaman Anda
- Memastikan kompensasi sesuai standar industri
- Menghindari underpaid di tahun-tahun mendatang
- Menyetarakan ekspektasi antara kandidat dan perusahaan
Dalam dunia kerja profesional, negosiasi bukan hal tabu. HR sangat terbiasa dengan proses nego gaji, selama dilakukan dengan cara yang sopan dan rasional.
Kapan Waktu Terbaik untuk Negosiasi Gaji?
Waktu paling tepat adalah ketika:
- Anda menerima offering letter, tetapi belum menandatanganinya.
- HR menanyakan kembali kesediaan Anda atas paket kompensasi.
- Sebelum kontrak kerja ditandatangani.
Jika HR sudah memberi ruang negosiasi (contoh: “Silakan dikonfirmasi jika ada hal yang ingin didiskusikan”), itu tanda bahwa meminta penyesuaian gaji adalah hal yang wajar.
Persiapan Sebelum Melakukan Negosiasi
Agar negosiasi gaji berjalan efektif, lakukan persiapan berikut:
1. Lakukan Riset Range Gaji Pasar
Cari tahu standar gaji untuk posisi serupa lewat:
- Jobstreet Salary Report
- Glassdoor
- LinkedIn Salary
- Data pemerintah (jika tersedia)
Dengan riset, Anda tidak menawar tanpa dasar.
2. Tentukan “Range Ideal” Anda
Tentukan angka:
- Minimum yang bisa Anda terima
- Ideal
- Target tertinggi yang tetap realistis
Strategi yang umum dipakai adalah meminta 10–20% di atas offering awal, tergantung pengalaman dan tingkat urgensinya.
3. Siapkan Alasan Rasional
HR tidak menerima negosiasi tanpa dasar. Anda perlu menjelaskan faktor seperti:
- Pengalaman bertahun-tahun
- Keahlian spesifik
- Sertifikasi
- Portofolio
- Tanggung jawab posisi
4. Latih Cara Penyampaian
Nada harus profesional, bukan menuntut.
Gunakan kalimat diplomatis seperti:
- “Apakah memungkinkan…”
- “Saya ingin mendiskusikan…”
- “Berdasarkan riset yang saya lakukan…”
Cara Negosiasi Gaji Saat Offering Letter (Step by Step)
1. Ucapkan Terima Kasih Terlebih Dahulu
Selalu mulai dengan apresiasi agar HR merasa dihargai.
Contoh:
“Terima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan…”
2. Sampaikan Ketertarikan Anda pada Posisi
HR perlu merasa Anda benar-benar ingin bergabung, bukan hanya mengejar gaji.
3. Ajukan Negosiasi Secara Sopans
Ungkapkan bahwa Anda ingin mendiskusikan detail kompensasi.
4. Berikan Alasan Logis dan Data
Sertakan riset pasar atau pengalaman relevan.
5. Berikan Range Angka, Bukan Satu Nilai
Ini membuka ruang fleksibilitas untuk HR.
6. Siap Negosiasi Komponen Lain
Jika gaji tidak bisa naik, Anda bisa meminta:
- Tunjangan kesehatan
- Bonus performa
- Work from home
- Transport allowance
- Kenaikan gaji setelah 6 bulan
Contoh Cara Negosiasi Gaji Saat Offering Letter
A. Contoh Balasan Email Negosiasi Gaji
Halo Ibu/Bapak HR,
Terima kasih atas offering letter yang telah diberikan. Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk bergabung sebagai [Posisi] di [Nama Perusahaan].
Setelah meninjau kembali job desk dan tanggung jawab yang cukup strategis, serta mempertimbangkan pengalaman saya di bidang [bidang Anda], saya ingin mendiskusikan kemungkinan penyesuaian gaji.
Berdasarkan riset standar industri, range yang sesuai untuk posisi ini berada di kisaran Rp X – Rp Y. Apakah memungkinkan jika penawaran disesuaikan ke angka Rp [angka negosiasi]?
Saya tetap sangat terbuka untuk berdiskusi dan berharap bisa menemukan angka terbaik bagi kedua pihak.
Terima kasih sebelumnya.
Salam,
[Nama Anda]
B. Contoh Percakapan Negosiasi dengan HR
HR:
“Kami menawarkan gaji Rp 7.000.000. Apakah sesuai?”
Kandidat:
“Terima kasih atas tawarannya, Bu. Berdasarkan riset rentang gaji untuk posisi ini serta pengalaman saya dalam [keahlian], apakah memungkinkan jika gaji disesuaikan ke kisaran Rp 8.000.000–8.500.000?”
HR:
“Kami akan coba diskusikan dengan tim.”
Kandidat:
“Baik, saya apresiasi kesempatannya. Saya sangat tertarik untuk bergabung.”
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Negosiasi
- Menawar tanpa data pendukung
- Nada emosional atau memaksa
- Menunda jawab terlalu lama
- Menggertak HR dengan tawaran perusahaan lain
- Tidak mau kompromi
Profesionalitas adalah hal utama yang dinilai HR dalam proses ini.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Permintaan Gaji Ditolak?
Tidak semua negosiasi berhasil. Namun Anda masih bisa melakukan langkah berikut:
- Tanyakan opsi kenaikan gaji setelah 3–6 bulan
- Pertimbangkan negosiasi komponen lain (bonus, tunjangan, WFH)
- Pastikan Anda tetap sopan menanggapi penolakan
- Evaluasi apakah paket yang ditawarkan masih layak
Keputusan akhirnya tetap berada di tangan Anda sebagai kandidat.
Tips Negosiasi dari Sudut Pandang HRD
Beberapa HR mengungkapkan bahwa negosiasi akan lebih mulus bila:
- Kandidat menunjukkan data konkret
- Nada percakapan positif dan kolaboratif
- Permintaan kandidat masih dalam batas wajar
- Kandidat memahami struktur perusahaan
Ingat: HR bukan musuh. Mereka ingin Anda puas dan mau bergabung dalam jangka panjang.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah negosiasi gaji saat offering letter itu sopan?
Ya, sangat wajar dan profesional selama dilakukan dengan cara yang sopan dan beralasan.
2. Apakah negosiasi bisa membuat tawaran kerja dibatalkan?
Jarang sekali. HR memahami bahwa nego gaji adalah bagian normal dari proses rekrutmen.
3. Berapa persen kenaikan yang wajar untuk negosiasi gaji?
Umumnya 10–20% dari penawaran awal, tergantung industri dan pengalaman.
4. Bagaimana jika HR meminta angka spesifik?
Berikan range saja untuk menjaga fleksibilitas Anda.
5. Apakah saya bisa negosiasi selain gaji?
Tentu, Anda bisa negosiasi tunjangan, bonus, WFH, jam kerja fleksibel, atau kenaikan berkala.
Kesimpulan
Cara negosiasi gaji saat offering letter adalah keterampilan penting yang harus dimiliki setiap profesional. Dengan riset yang tepat, penyampaian yang sopan, dan alasan yang kuat, Anda bisa mendapatkan kompensasi yang lebih adil dan sesuai dengan nilai Anda.
Ingat: negosiasi bukan menuntut, tetapi mencari titik temu terbaik antara Anda dan perusahaan.
Jika Anda ingin, saya bisa:
✅ Membuat versi artikel dengan gaya lebih formal / lebih persuasif
✅ Membuat judul alternatif SEO
✅ Membuat template email negotiable yang lebih banyak
✅ Mengubah artikel menjadi file Markdown (.md) siap download
Cukup beri tahu!





