Kurikulum Merdeka terus menjadi fondasi pendidikan Indonesia di tahun 2026, dengan penekanan kuat pada pengembangan karakter melalui kumpulan tema kokurikuler. Bagian kokurikuler, yang sering disebut sebagai Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5 atau P5PPRA), dirancang untuk melengkapi pembelajaran intrakurikuler dengan pendekatan berbasis proyek lintas disiplin ilmu.
Artikel ini menyajikan kumpulan tema kokurikuler Kurikulum Merdeka 2026 secara lengkap, termasuk tujuan edukatif, contoh kegiatan yang disesuaikan untuk jenjang SD (Fase A-B), SMP (Fase D), serta SMA/SMK (Fase E-F). Panduan ini ditujukan bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik profesional untuk mengimplementasikan tema proyek P5 secara efektif.
Daftar Isi
Pengertian dan Pentingnya Kokurikuler dalam Kurikulum Merdeka
Kokurikuler merupakan pembelajaran kontekstual yang fleksibel, berfokus pada dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman dan bertakwa, mandiri, gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif. Menurut panduan resmi Kemendikbudristek, sekolah wajib mengalokasikan waktu untuk kegiatan kokurikuler minimal 1-2 kali per semester, dengan tema yang dapat dipilih dari rekomendasi resmi atau dikembangkan sendiri sesuai konteks lokal.
Analisis implementasi hingga 2026 menunjukkan bahwa tema kokurikuler SD, SMP, SMA, SMK berhasil meningkatkan keterlibatan siswa hingga 40% lebih tinggi dibandingkan pendekatan konvensional. Manfaatnya meliputi penguatan soft skills, pemahaman isu sosial-ekologi, dan persiapan menghadapi tantangan global.
Ada tujuh tema utama rekomendasi P5PPRA Kurikulum Merdeka yang tetap relevan di 2026:
- Gaya Hidup Berkelanjutan
- Kearifan Lokal
- Bhineka Tunggal Ika
- Bangunlah Jiwa dan Raga
- Suara Demokrasi
- Rekayasa dan Teknologi
- Kewirausahaan
Berikut penjelasan mendalam beserta tujuan dan contoh kegiatan per jenjang.
1. Tema Gaya Hidup Berkelanjutan
Tujuan: Membentuk kesadaran lingkungan, pengelolaan sumber daya secara bijak, dan perilaku ramah bumi untuk mendukung dimensi gotong royong dan bernalar kritis.
Contoh Kegiatan:
- SD: Proyek “Taman Sekolah Hijau” – Siswa menanam tanaman, membuat kompos dari sampah organik, dan mengamati siklus daur ulang.
- SMP: Kampanye “Kurangi Plastik Sekali Pakai” – Survei penggunaan plastik di sekolah, desain tas belanja reusable, dan presentasi hasil.
- SMA/SMK: Proyek “Energi Terbarukan” – Rancang model panel surya sederhana, hitung efisiensi energi, dan simulasi penghematan listrik rumah tangga.
2. Tema Kearifan Lokal
Tujuan: Menghargai budaya lokal, melestarikan tradisi, dan mengintegrasikan nilai-nilai nusantara dalam kehidupan modern.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Cerita Rakyat Daerahku” – Mendongeng legenda lokal, menggambar tokoh, dan membuat buku cerita sederhana.
- SMP: Eksplorasi “Kuliner Tradisional” – Wawancara dengan masyarakat, praktik memasak makanan khas, dan dokumentasi resep.
- SMA/SMK: “Kerajinan Lokal untuk Pasar Modern” – Produksi kerajinan tangan (batik/bambu), analisis pasar, dan pameran virtual.
3. Tema Bhineka Tunggal Ika
Tujuan: Membangun toleransi, menghargai keragaman, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Festival Budaya Mini” – Pertunjukan tarian daerah, permainan tradisional dari berbagai suku.
- SMP: “Peta Keragaman Indonesia” – Riset suku dan agama, membuat peta interaktif, diskusi anti-diskriminasi.
- SMA/SMK: Debat “Harmoni dalam Keragaman” – Simulasi forum nasional, analisis kasus konflik sosial, dan resolusi damai.
4. Tema Bangunlah Jiwa dan Raga
Tujuan: Mendorong gaya hidup sehat fisik-mental, disiplin, dan ketahanan diri.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Hari Olahraga Kreatif” – Permainan tradisional (gobak sodor), senam pagi, dan edukasi makanan bergizi.
- SMP: “Challenge Kebugaran” – Program latihan rutin, monitoring kesehatan, dan jurnal refleksi mental.
- SMA/SMK: “Klub Olahraga dan Mindfulness” – Latihan tim (futsal/volley), sesi meditasi, dan seminar kesehatan reproduksi.
5. Tema Suara Demokrasi
Tujuan: Memahami prinsip demokrasi, hak suara, dan partisipasi aktif dalam pengambilan keputusan.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Pemilihan Ketua Kelas” – Kampanye sederhana, pemungutan suara, dan refleksi proses.
- SMP: Simulasi “Parlemen Muda” – Debat isu sekolah, voting kebijakan, dan analisis hasil.
- SMA/SMK: “Forum Demokrasi Digital” – Diskusi isu nasional via media sosial sekolah, analisis berita hoax, dan petisi online.
6. Tema Rekayasa dan Teknologi
Tujuan: Mengembangkan kreativitas teknologi, pemecahan masalah, dan inovasi untuk pembangunan bangsa.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Mainan dari Barang Bekas” – Rancang mainan sederhana menggunakan kardus dan bahan daur ulang.
- SMP: “Aplikasi Sederhana” – Coding dasar (Scratch), buat game edukasi lingkungan.
- SMA/SMK: “Prototipe Teknologi” – Desain robot sederhana atau app monitoring lingkungan menggunakan Arduino.
7. Tema Kewirausahaan
Tujuan: Menumbuhkan jiwa wirausaha, kreativitas ekonomi, dan kemandirian finansial.
Contoh Kegiatan:
- SD: “Pasar Mini Sekolah” – Jualan makanan ringan buatan sendiri, hitung untung-rugi sederhana.
- SMP: “Produk Kreatif” – Desain dan produksi sabun herbal, pemasaran via poster.
- SMA/SMK: “Startup Sekolah” – Business plan lengkap, pitch investor simulasi, dan market day nyata.
Analisis Implementasi dan Tips Sukses Kokurikuler 2026
Dari pengalaman sekolah penggerak hingga 2026, keberhasilan implementasi kokurikuler bergantung pada kolaborasi guru lintas mata pelajaran, keterlibatan komunitas, dan asesmen autentik (portofolio, refleksi). Sekolah SMK sering mengintegrasikan tema dengan Teaching Factory untuk relevansi vokasional.
Tips edukatif:
- Sesuaikan tema dengan konteks lokal (misalnya, tema Kearifan Lokal di daerah pesisir fokus pada kelautan).
- Alokasikan waktu 20-30% dari total jam belajar per semester.
- Dokumentasikan proses untuk laporan akuntabilitas.
Selain tujuh tema utama, sekolah boleh mengembangkan tema custom seperti “Lingkunganku Sehat, Aku Kuat” atau “Sekolah Ramah Anak” yang populer di jenjang SD.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa perbedaan kokurikuler dengan ekstrakurikuler?
Kokurikuler wajib dan terintegrasi dalam kurikulum untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, sedangkan ekstrakurikuler sukarela untuk pengembangan minat bakat.
2. Berapa jumlah tema kokurikuler yang wajib per tahun?
Tidak ada jumlah tetap; sekolah bebas memilih 2-4 tema per tahun ajaran, sesuai kapasitas.
3. Apakah tema P5 sama untuk semua jenjang?
Tema dasar sama, tetapi kegiatan disesuaikan kompleksitas (sederhana di SD, analitis di SMA/SMK).
4. Bagaimana asesmen kegiatan kokurikuler?
Menggunakan rubrik dimensi Profil Pelajar Pancasila: observasi, refleksi diri, dan produk proyek.
5. Di mana download modul resmi tema kokurikuler 2026?
Kunjungi platform Merdeka Mengajar (PMM) atau situs kurikulum.kemdikbud.go.id untuk panduan terbaru.
Kesimpulan
Kumpulan tema kokurikuler Kurikulum Merdeka 2026 ini menjadi alat powerful untuk membentuk generasi berkarakter Pancasila yang siap menghadapi abad 21. Dengan contoh kegiatan yang kontekstual untuk SD, SMP, SMA, SMK, pendidik dapat mengimplementasikan proyek secara bermakna, meningkatkan tidak hanya pengetahuan tetapi juga nilai-nilai luhur.
Segera rencanakan tema proyek P5 di satuan pendidikan Anda. Implementasi yang konsisten akan memberikan dampak jangka panjang bagi siswa dan bangsa. Bagikan artikel ini kepada rekan pendidik untuk inspirasi bersama!





