Saat tahap akhir interview kerja, pertanyaan tentang gaji hampir selalu muncul. Banyak kandidat masih bingung: harus minta gaji gross atau net? Bagaimana cara menghitung take home pay yang realistis? Dan yang paling penting, bagaimana negosiasi gaji gross ke net agar angka yang diterima di rekening (take home pay) lebih tinggi tanpa membuat perusahaan menilai Anda terlalu agresif.
Di tahun 2026, dengan adanya Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk PPh 21, perubahan iuran BPJS, dan inflasi yang masih berpengaruh, pemahaman tentang gaji gross vs net menjadi semakin krusial. Artikel ini akan membahas secara lengkap cara negosiasi gaji gross ke net (take home pay) saat interview kerja, langkah menghitung take home pay secara akurat, strategi nego yang elegan, kapan sebaiknya minta gross atau net, serta contoh kalimat yang profesional dan efektif. Baca juga Memahami Gaji Gross: Pentingnya dan Cara Menghitungnya
Daftar Isi
Apa Bedanya Gaji Gross dan Gaji Net (Take Home Pay) di Indonesia 2026?
- Gaji Gross
Jumlah gaji sebelum dipotong pajak (PPh 21), BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, iuran pensiun (jika ada), dan potongan lain (pinjaman, iuran serikat pekerja, dll.).
Contoh: Perusahaan menawarkan “gaji Rp 15 juta gross”. - Gaji Net / Take Home Pay
Jumlah uang yang benar-benar diterima di rekening setiap bulan setelah semua potongan wajib.
Contoh: Dari Rp 15 juta gross, setelah dipotong PPh 21 + BPJS, mungkin hanya menjadi Rp 13,2–13,8 juta net (tergantung kategori TER dan tunjangan).
Mengapa perusahaan biasanya menyebut gross?
Karena gross lebih mudah dihitung untuk perusahaan (belum termasuk kontribusi BPJS perusahaan) dan terlihat lebih besar di mata kandidat. Namun bagi karyawan, yang paling penting adalah take home pay — uang yang benar-benar bisa dipakai.
Langkah 1: Hitung Take Home Pay dari Gaji Gross yang Ditawarkan
Sebelum negosiasi, Anda harus tahu berapa take home pay realistis dari angka gross yang disebut HR.
Komponen potongan utama 2026:
- PPh 21 → menggunakan metode TER (Tarif Efektif Rata-rata)
- Kategori A (bruto ≤ Rp 5,4 juta) → 0–2,25%
- Kategori B (Rp 5,4–11,5 juta) → 2,5–5%
- Kategori C (> Rp 11,5 juta) → 5–15%
- BPJS Kesehatan → 1% dari gaji (karyawan), plafon Rp 12 juta
- BPJS Ketenagakerjaan
- JHT 2% (karyawan)
- JP 2% (karyawan)
- JKK, JKM, JHT perusahaan ditanggung perusahaan
- Iuran pensiun (jika ada program perusahaan) → biasanya 2–5%
Contoh perhitungan sederhana (gaji gross Rp 15 juta):
- Bruto bulanan: Rp 15.000.000
- PPh 21 (TER kategori C ≈ 8%) → Rp 1.200.000
- BPJS Kesehatan (1%) → Rp 150.000
- BPJS Ketenagakerjaan (JHT 2% + JP 2%) → Rp 600.000
Total potongan ≈ Rp 1.950.000
Take Home Pay ≈ Rp 13.050.000
Gunakan kalkulator online (klikpajak.id, pajak.go.id, atau aplikasi payroll) untuk hitungan lebih presisi.
Langkah 2: Tentukan Strategi – Minta Gross atau Net?
Kapan sebaiknya minta gaji dalam bentuk NET?
- Anda ingin kepastian jumlah uang masuk rekening
- Perusahaan kecil/menengah yang potongan BPJS & pajaknya standar
- Anda tidak punya tunjangan besar yang memengaruhi TER
- Anda ingin menghindari kejutan potongan besar di akhir tahun
Kapan sebaiknya tetap minta GROSS?
- Perusahaan besar/multinasional (tunjangan & benefit kompleks)
- Ada tunjangan pajak ditanggung perusahaan (tax gross-up)
- Anda ingin negosiasi total paket (gross + benefit) lebih tinggi
- Anda paham cara hitung TER & yakin bisa dapat take home pay lebih tinggi
Rekomendasi 2026:
Jika Anda kandidat level staff hingga manager menengah, minta dalam bentuk net lebih aman dan mudah dinegosiasikan. Untuk level senior/manager tinggi, nego gross + benefit package biasanya lebih menguntungkan.
Langkah 3: Teknik Negosiasi Gaji Gross ke Net yang Elegan
Tahap persiapan sebelum nego:
- Riset gaji pasar untuk posisi & industri Anda (Jobstreet, Glints, Levels.fyi, forum expat)
- Hitung take home pay minimal yang Anda terima (target net)
- Tentukan angka “ideal”, “minimal”, dan “deal breaker”
Contoh kalimat negosiasi profesional:
- Saat ditanya ekspektasi gaji:
“Berdasarkan pengalaman dan tanggung jawab posisi ini, saya mengincar take home pay sekitar Rp 13–15 juta per bulan. Jika perusahaan menawarkan dalam bentuk gross, saya fleksibel mendiskusikan total paket yang setara.” - Ketika HR menyebut gross:
“Terima kasih atas penawarannya. Untuk memudahkan perencanaan keuangan, boleh saya tahu estimasi take home pay setelah potongan pajak dan BPJS? Saya ingin memastikan angka net-nya sesuai dengan ekspektasi saya.” - Saat ingin naikkan angka:
“Saya sangat antusias dengan posisi ini dan merasa bisa memberikan kontribusi besar. Jika memungkinkan, bisakah kita menyesuaikan ke angka net Rp 14,5 juta? Saya yakin ini masih kompetitif di pasar saat ini.” - Saat ditawari gross yang lebih tinggi:
“Terima kasih atas penawarannya. Jika gross-nya Rp 17 juta, saya estimasi take home pay sekitar Rp 14,2–14,5 juta. Apakah perusahaan bisa mempertimbangkan angka net Rp 15 juta atau menambahkan benefit lain seperti tunjangan transportasi/health?”
Tips nego efektif:
- Selalu bicara dalam range (bukan angka tunggal)
- Tunjukkan riset pasar & nilai yang Anda bawa
- Jangan langsung tolak penawaran pertama → tanya benefit lain (tunjangan, bonus, WFH, asuransi)
- Gunakan kalimat “saya sangat tertarik dengan posisi ini” agar terlihat antusias
Langkah 4: Hitung Take Home Pay dengan Benar di 2026
Gunakan rumus sederhana:
Take Home Pay = Gross – (PPh 21 TER + BPJS Kesehatan 1% + BPJS Ketenagakerjaan 4% + iuran lain)
Contoh kasus nyata:
- Gross ditawarkan: Rp 18 juta
- TER kategori C ≈ 9% → PPh 21 ≈ Rp 1.620.000
- BPJS Kesehatan 1% → Rp 180.000
- BPJS Ketenagakerjaan 4% → Rp 720.000
- Take Home Pay ≈ Rp 15.480.000
Jika perusahaan menawarkan gross Rp 20 juta → take home pay bisa naik ke Rp 17 juta+. Inilah mengapa nego gross yang lebih tinggi kadang lebih menguntungkan jika Anda paham perhitungannya.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Lebih baik nego gross atau net di 2026?
Untuk level staff hingga middle management → lebih baik minta net agar jelas. Level senior → nego gross + benefit package.
Bagaimana cara tahu take home pay dari gross yang ditawarkan?
Gunakan kalkulator TER resmi di pajak.go.id atau aplikasi payroll (Talenta, Gadjian). Perhitungan kasar: gross dikurangi 10–18% untuk potongan standar.
Apakah perusahaan boleh menolak jika saya minta dalam bentuk net?
Boleh saja, tapi perusahaan besar biasanya fleksibel. Jika menolak, tanyakan estimasi take home pay mereka.
Apa yang harus dilakukan jika take home pay jauh lebih rendah dari ekspektasi?
Tanyakan komponen gross (tunjangan apa saja), lalu nego tambahan benefit non-finansial (WFH, bonus, cuti tambahan).
Apakah nego gaji di akhir interview terlalu agresif?
Tidak, asal dilakukan dengan sopan dan berdasarkan riset pasar. Tahap akhir adalah waktu paling tepat untuk nego.
Kesimpulan
Negosiasi gaji gross ke net (take home pay) saat interview kerja di tahun 2026 adalah seni yang membutuhkan persiapan matang. Kunci suksesnya adalah:
- Pahami perbedaan gross vs net serta komponen potongan (PPh 21 TER, BPJS, dll.)
- Hitung take home pay realistis sebelum nego
- Gunakan kalimat profesional yang menunjukkan riset & nilai Anda
- Tentukan range angka dan tetap fleksibel dengan benefit lain
Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa mendapatkan take home pay yang lebih tinggi tanpa membuat kesan negatif. Ingat: perusahaan besar biasanya punya ruang negosiasi, terutama jika Anda kandidat yang kuat. Jangan takut bertanya dan jangan ragu menolak jika take home pay tidak sesuai ekspektasi.
Semoga panduan ini membantu Anda negosiasi gaji dengan percaya diri dan mendapatkan paket yang benar-benar menguntungkan di tahun 2026. Sukses untuk proses interview dan karier Anda!
(Jumlah kata: sekitar 1.480 kata)





