Di tahun ajaran 2026, Modul Ajar Koding SD Kurikulum Baru menjadi salah satu dokumen paling dicari guru Sekolah Dasar. Mata pelajaran koding (atau Informatika dengan muatan koding dan kecerdasan artifisial) kini resmi terintegrasi dalam Kurikulum Merdeka yang terus disempurnakan. Modul ini membantu guru mengajarkan berpikir komputasional, logika pemrograman, dan etika digital secara menyenangkan dan sesuai fase perkembangan anak usia SD.
Artikel ini memberikan panduan lengkap, analisis mendalam, serta contoh materi siap pakai. Kami juga menyertakan link download PDF resmi dan contoh modul ajar yang telah divalidasi guru per April 2026. Cocok bagi guru SD, kepala sekolah, dan orang tua yang ingin mendukung literasi digital anak. Baca juga Contoh Deskripsi Raport Kurikulum Merdeka Excel 2026: Template Siap Pakai + Panduan Lengkap
Daftar Isi
Apa Itu Modul Ajar Koding SD dalam Kurikulum Baru 2026?
Modul Ajar Koding SD adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang memuat tujuan, alur kegiatan, asesmen, dan sumber belajar untuk mata pelajaran Informatika/Koding dan Kecerdasan Artifisial. Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru BSKAP Kemendikdasmen 2025/2026, modul ini menekankan:
- Berpikir Komputasional (dekomposisi, pola, abstraksi, algoritma).
- Pemrograman sederhana menggunakan block-based coding (Scratch, Code.org, atau App Inventor lite).
- Pengenalan AI dasar (etik dan aplikasi sehari-hari).
- Integrasi Profil Pelajar Pancasila (kreatif, bernalar kritis, gotong royong).
Analisis edukatif: Kurikulum Baru 2026 menjadikan koding bukan sekadar “belajar coding”, melainkan alat untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Anak SD diajarkan coding sejak Fase B (kelas 4–6) agar terbiasa dengan logika digital sejak dini, sekaligus mencegah kesenjangan digital.
Struktur Modul Ajar Koding SD Kurikulum Baru 2026
Modul ajar yang baik mengikuti format resmi Kurikulum Merdeka:
- Identitas Modul (kelas, fase, CP, alokasi waktu).
- Capaian Pembelajaran (CP).
- Tujuan Pembelajaran.
- Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan.
- Model Pembelajaran (project-based, inquiry, dll.).
- Kegiatan Pembelajaran (tatap muka + proyek).
- Asesmen (formatif & sumatif).
- Lampiran (worksheet, rubrik, link tools).
Alokasi waktu tipikal: 2 × 35 menit per pertemuan, total 8–12 pertemuan per semester.
Contoh Materi Modul Ajar Koding SD 2026
Berikut contoh materi siap pakai untuk Kelas 5 (Fase B):
Contoh Modul 1: Berpikir Komputasional dan Algoritma Sederhana
- CP: Peserta didik mampu menyusun algoritma langkah demi langkah untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
- Tujuan: Siswa dapat membuat urutan langkah (algorithm) untuk membuat sandwich atau rute sekolah.
- Kegiatan:
- Diskusi kelompok (unplugged): Buat resep sandwich dengan urutan benar.
- Aktivitas plugged: Gunakan Scratch Jr atau Code.org untuk memprogram karakter berjalan.
- Refleksi: Apa yang terjadi jika urutan salah?
- Asesmen: Rubrik observasi + worksheet algoritma.
- Tools gratis: Scratch (scratch.mit.edu), Code.org.
Contoh Modul 2: Pengenalan Koding Block-Based dan AI Dasar
- Topik: Membuat animasi sederhana dan memahami “mesin pintar”.
- Proyek: Membuat game “Tebak Hewan” menggunakan block coding.
- Integrasi AI: Diskusi “Bagaimana Google Assistant bisa menjawab pertanyaan?” (tanpa coding rumit).
- Output siswa: Proyek Scratch yang bisa dibagikan di kelas.
Analisis: Materi di atas sesuai fase perkembangan anak SD yang masih belajar melalui bermain. Guru dapat menyesuaikan dengan tema proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Link Download Modul Ajar Koding SD Kurikulum Baru 2026
Berikut sumber terpercaya per April 2026:
- Modul Ajar Koding Kelas 5 (CP 046 2025/2026) – Contoh lengkap berpikir komputasional dan AI (PDF).
- Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial SD Fase B & C – Koleksi guru yang sudah divalidasi.
- Drive Resmi Guru Informatika SD – Folder berisi modul ajar lengkap kelas 4–6.
Catatan penting: Selalu unduh dari situs resmi Kemendikbud atau platform Merdeka Mengajar. Modul ajar guru boleh diadaptasi, namun pastikan sesuai CP terbaru BSKAP.
Cara Menggunakan Modul Ajar Koding di Kelas SD
- Pelajari CP terlebih dahulu.
- Sesuaikan dengan sarana sekolah (ada laptop? cukup proyektor?).
- Gunakan pendekatan project-based learning.
- Libatkan orang tua melalui tugas rumah sederhana (contoh: buat algoritma memasak).
- Lakukan asesmen berbasis portofolio proyek.
Tips profesional: Guru yang rutin menggunakan modul ajar koding melaporkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa hingga 35% dalam satu semester.
Kesimpulan
Modul Ajar Koding SD Kurikulum Baru 2026 merupakan instrumen penting untuk menyiapkan generasi digital yang kompeten dan beretika. Dengan contoh materi dan link download di atas, guru SD dapat langsung mengimplementasikan pembelajaran koding yang menyenangkan dan bermakna. Mulailah dari proyek sederhana, dan lihat bagaimana anak-anak Anda semakin kreatif dan logis dalam menyelesaikan masalah.
Segera unduh modul ajar yang sesuai dan terapkan di kelas Anda. Literasi digital dimulai sejak SD!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Apakah koding sudah wajib di SD Kurikulum Baru 2026?
Ya, terintegrasi dalam mata pelajaran Informatika atau Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
2. Tools apa yang direkomendasikan untuk SD?
Scratch, Code.org, dan Scratch Jr (gratis dan mudah).
3. Di mana download modul ajar koding SD resmi?
Cek platform Merdeka Mengajar atau situs BSKAP Kemendikdasmen.
4. Apakah modul ajar bisa diedit?
Bisa. Guru dianjurkan mengadaptasi sesuai kondisi sekolah.
5. Berapa alokasi waktu untuk koding di SD?
Biasanya 2–4 jam per minggu tergantung fase.
6. Apakah ada modul koding yang mencakup AI untuk SD?
Ya, modul terbaru 2026 sudah memasukkan pengenalan AI sederhana.
7. Bagaimana jika sekolah belum punya komputer?
Banyak kegiatan unplugged (tanpa komputer) yang tetap efektif.
Artikel ini diupdate per April 2026 berdasarkan CP terbaru BSKAP dan contoh modul ajar guru SD. Pantau terus situs resmi Kemendikbudristek untuk update terbaru.





