Medical Check Up (MCU) sering menjadi tahap krusial dalam proses rekrutmen kerja, penerimaan CPNS, atau seleksi TNI/Polri. Banyak kandidat bertanya agar lolos MCU 2026 harus apa—jawabannya terletak pada persiapan kesehatan yang matang, baik jangka panjang maupun pendek. Pada 2026, standar MCU tetap fokus pada deteksi dini risiko kesehatan untuk memastikan kandidat “fit to work” atau memenuhi syarat jasmani.
Artikel ini menyajikan panduan informatif dan analisis edukatif tentang tips lolos MCU 2026, apa yang dicek, faktor penyebab gagal, serta strategi persiapan berdasarkan pengalaman umum dan rekomendasi medis terkini. Informasi ini membantu masyarakat umum yang melamar kerja swasta maupun profesional yang mempersiapkan seleksi CPNS/TNI/Polri.
Daftar Isi
Apa Itu Medical Check Up dan Mengapa Harus Lolos?
MCU adalah pemeriksaan kesehatan komprehensif untuk menilai kondisi fisik dan mental kandidat. Tujuannya memastikan karyawan/calon anggota tidak memiliki penyakit yang mengganggu produktivitas atau tugas.
Di Indonesia, MCU wajib untuk:
- Pra-karyawan perusahaan (swasta/BUMN).
- Seleksi CPNS, TNI, Polri.
- Asuransi atau izin tertentu.
Cara lolos medical check up kerja bergantung pada hasil “fit” atau memenuhi ambang batas. Gagal MCU bisa karena hipertensi, buta warna, obesitas, atau temuan lab abnormal—meski sering bisa diperbaiki dengan persiapan.
Analisis: MCU bukan “hukuman”, tapi alat preventif. Persiapan dini meningkatkan peluang lolos hingga 90%, menurut pengalaman klinik seperti Tirta Medical Centre.
Apa Saja yang Dicek di Medical Check Up?
Pemeriksaan MCU standar 2026 meliputi:
- Fisik Umum: Tinggi/bobot badan (BMI ideal), tekanan darah, denyut nadi, postur tubuh (skoliosis, varises).
- Mata: Visus (minus/plus/silinder), buta warna (tes Ishihara)—kritis untuk TNI/Polri.
- THT & Gigi: Pendengaran, hidung, tenggorok, kesehatan gigi (karies berat gugur di militer).
- Laboratorium:
- Darah lengkap (hemoglobin, leukosit, gula darah, kolesterol, fungsi hati/ginjal).
- Urine (protein, gula, narkoba).
- Radiologi: Rontgen thorax (deteksi TB/paru).
- Jantung: EKG (aritmia).
- Lainnya: Tes narkoba, HIV/hepatitis (khusus sektor tertentu).
Untuk TNI/Polri/CPNS: Tambah antropometri ketat, tes jasmani, dan pemeriksaan psikologi.
Edukasi: Temuan seperti gula darah tinggi sering sementara akibat stres atau diet—persiapan tepat bisa normalisasi.
Tips Persiapan Jangka Panjang Agar Lolos MCU
Mulai 1-3 bulan sebelum:
- Pola Hidup Sehat: Makan bergizi (sayur, buah, protein rendah lemak), hindari gorengan/manis berlebih untuk kontrol kolesterol/gula.
- Olahraga Rutin: 30 menit/hari (jalan cepat, lari, gym) untuk BMI ideal dan tekanan darah stabil. Hindari olahraga berat 24 jam sebelum tes.
- Berhenti Rokok & Alkohol: Minimal 2 minggu sebelum—nikotin tinggikan tensi dan ganggu paru.
- Kelola Stres: Meditasi, yoga, atau ibadah untuk hindari hipertensi “white coat”.
- Cek Kesehatan Awal: Lakukan mini MCU untuk deteksi dini (misalnya buta warna parsial bisa dikoreksi).
Analisis: Perubahan gaya hidup konsisten turunkan risiko gagal hingga 70%, terutama hipertensi dan obesitas.
Tips Persiapan Pendek (H-7 hingga Hari H)
- Puasa Benar: 8-12 jam sebelum tes (hanya air putih) untuk akurasi gula/kolesterol.
- Istirahat Cukup: Tidur 7-8 jam malam sebelum—kurang tidur naikkan tensi.
- Perbanyak Air Putih: 2-3 liter/hari seminggu sebelum untuk urine jernih dan hidrasi baik.
- Hindari Pantangan: Rokok, kafein, obat (kecuali resep), makanan berlemak.
- Pagi Hari Tes: Jadwal pagi untuk hasil optimal (tensi lebih stabil).
Tips khusus: Jika hipertensi ringan, minum air lemon atau latihan relaksasi. Untuk urine, hindari suplemen tertentu.
Kondisi Umum Penyebab Gagal MCU dan Cara Atasi
- Hipertensi: Relaxasi, diet DASH (rendah garam).
- Buta Warna: Total sering gugur (TNI/Polri), parsial bisa lolos sektor umum.
- Obesitas/Underweight: Diet seimbang + olahraga.
- Gula Darah/Kolesterol Tinggi: Puasa ketat + hindari karbo sederhana.
- Varises/Tato: Khusus militer—perbaiki dini.
Untuk CPNS/TNI/Polri 2026: Standar lebih ketat (tidak tatu, tinggi minimal, tidak varises berat).
Panduan Khusus MCU CPNS, TNI, dan Polri 2026
Seleksi ini gunakan Rikses (Pemeriksaan Kesehatan) ketat:
- Fisik luar/dalam, mata (tanpa buta warna), THT, gigi.
- Larangan: Tato, varises berat, riwayat operasi mayor.
Tips: Lakukan MCU awal di RS Bhayangkara atau TNI untuk simulasi.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Agar lolos MCU harus apa saja secara umum?
Jaga pola hidup sehat, puasa sebelum tes, istirahat cukup, dan perbanyak air putih. Hindari rokok/alkohol.
Apakah buta warna parsial bisa lolos MCU kerja swasta?
Ya, sering lolos. Tapi untuk TNI/Polri, total/parsial berat biasanya gugur.
Berapa lama puasa sebelum MCU?
8-12 jam, hanya boleh minum air putih.
Tips turunkan tekanan darah sebelum MCU?
Relaksasi, hindari stres, diet rendah garam, dan olahraga ringan rutin.
Apakah olahraga sebelum MCU boleh?
Ya, rutin jangka panjang. Hindari berat 24 jam sebelum.
MCU CPNS 2026 apa saja yang dicek?
Fisik, lab darah/urine, rontgen, mata, THT—mirip Rikses Polri.
Jika gagal MCU perusahaan, bisa ulang?
Ya, banyak perusahaan izinkan perbaikan kesehatan dan tes ulang.
Kesimpulan
Agar lolos MCU harus apa intinya adalah persiapan kesehatan holistik—jangka panjang melalui gaya hidup sehat dan pendek dengan puasa, istirahat, serta hidrasi optimal. Pada 2026, MCU tetap jadi filter penting untuk karir, tapi dengan tips ini, peluang lolos meningkat signifikan.
Ingat, MCU bukan akhir—tapi awal hidup sehat. Mulai sekarang terapkan perubahan, dan konsultasi dokter jika ada riwayat kesehatan. Sukses untuk karir Anda!
Informasi berdasarkan praktik umum klinik dan seleksi 2026. Verifikasi standar terkini instansi/ perusahaan spesifik.





