Negosiasi gaji saat interview adalah salah satu momen paling menentukan dalam proses pencarian kerja. Banyak kandidat kehilangan kesempatan mendapatkan gaji yang lebih baik hanya karena tidak berani membuka pembicaraan, atau sebaliknya, meminta terlalu agresif hingga terkesan tidak realistis.
Di tahun 2026, dengan inflasi yang masih terasa, kenaikan biaya hidup, dan persaingan talenta yang semakin ketat di berbagai industri, meminta kenaikan 20% dari gaji sebelumnya sudah menjadi hal yang wajar — bahkan dianggap standar oleh sebagian recruiter untuk posisi mid-level hingga senior, terutama jika kandidat membawa pengalaman relevan, skill langka, atau pencapaian terukur.
Artikel ini memberikan contoh jawaban negosiasi gaji saat interview yang profesional, siap pakai, serta strategi lengkap cara meminta kenaikan 20% (atau lebih) dari gaji sebelumnya tanpa membuat pewawancara merasa tertekan. Anda akan belajar timing terbaik, kalimat pembuka yang elegan, alasan kuat yang bisa digunakan, serta cara menghadapi penolakan agar tetap mempertahankan posisi tawar. Baca juga Update Kenaikan Gaji UMK 2026 di Slip Gaji Bulan Februari: Cara Hitung & Aturan Terbaru
Daftar Isi
Mengapa Meminta Kenaikan 20% Masuk Akal di 2026?
Sebelum masuk ke contoh kalimat, mari lihat konteksnya:
- Inflasi tahunan Indonesia rata-rata 3–5% (BPS 2025–2026)
- Kenaikan UMR/UMP rata-rata 6–9% per tahun di kota besar
- Perusahaan bersaing merebut talenta → banyak yang menawarkan 15–30% lebih tinggi dari gaji sebelumnya untuk kandidat berkualitas
- Kandidat dengan pengalaman 3–8 tahun sering mendapatkan jump 15–25%
- Fresh graduate atau switch industri biasanya 10–20% lebih tinggi dari ekspektasi awal
Kesimpulan: Meminta 20% bukanlah angka “tamak”, melainkan angka realistis di tengah pasar kerja yang kompetitif saat ini — selama didukung alasan yang kuat dan disampaikan dengan cara yang tepat.
Timing Terbaik Membuka Pembicaraan Gaji
- Jangan pernah membuka duluan di tahap awal
Biarkan HR atau hiring manager yang bertanya “Berapa ekspektasi gaji Anda?” atau “Berapa gaji terakhir Anda?” - Tahap paling aman: setelah ditawari posisi
Saat menerima verbal offer atau email offer letter — inilah momen kekuatan tawar Anda paling tinggi. - Jika ditanya di awal interview
Berikan range yang realistis dan tanyakan balik:
“Saya ingin memahami dulu keseluruhan paket kompensasi dan benefit. Berdasarkan pengalaman dan tanggung jawab posisi ini, saya mengarah ke kisaran X–Y juta. Bagaimana dengan range yang perusahaan siapkan?”
Contoh Jawaban Negosiasi Gaji Saat Interview
Situasi 1: Ditanya “Berapa ekspektasi gaji Anda?”
Contoh Jawaban Baik (meminta ~20% lebih tinggi):
“Saat ini gaji saya di posisi sebelumnya adalah Rp 12 juta per bulan. Mengingat tanggung jawab yang lebih besar di posisi ini, lingkup kerja yang lebih luas, serta pengalaman saya selama 5 tahun di bidang yang sama, saya berharap bisa berada di kisaran Rp 14,5–16 juta per bulan. Namun saya sangat terbuka untuk mendiskusikan paket kompensasi secara keseluruhan, termasuk benefit dan bonus. Bagaimana dengan range yang perusahaan alokasikan untuk posisi ini?”
Mengapa bagus?
- Menyebut gaji sebelumnya sebagai anchor
- Memberikan alasan logis (tanggung jawab lebih besar)
- Memberikan range (bukan angka pasti)
- Membuka ruang diskusi → menunjukkan fleksibilitas
Situasi 2: Tawaran lebih rendah dari ekspektasi (misal ditawari Rp 13 juta)
Contoh Jawaban Minta Kenaikan 20% dari sebelumnya (Rp 12 juta → target Rp 14,4 juta):
“Terima kasih atas tawaran ini. Saya sangat antusias dengan posisi dan tim di sini. Namun dengan mempertimbangkan gaji terakhir saya di Rp 12 juta, serta peningkatan tanggung jawab dan target yang akan saya emban di sini, saya berharap bisa mencapai kisaran Rp 14,4–15 juta. Apakah ada ruang untuk menyesuaikan angka tersebut, atau mungkin kami bisa membahas komponen lain seperti bonus tahunan, tunjangan kesehatan, atau fasilitas kerja?”
Mengapa efektif?
- Mengapresiasi tawaran → nada positif
- Mengingatkan gaji sebelumnya sebagai dasar
- Memberikan alasan berbasis value (tanggung jawab & target)
- Membuka opsi kompromi non-gaji (win-win)
Situasi 3: Ditanya langsung “Berapa gaji terakhir Anda?”
Contoh Jawaban Elegan:
“Gaji terakhir saya adalah Rp 11,5 juta per bulan. Namun yang lebih penting bagi saya adalah keseluruhan paket dan peluang berkembang di perusahaan ini. Dengan pengalaman saya di bidang yang sama selama 4 tahun dan pencapaian yang sudah saya bawa, saya berharap bisa berada di kisaran Rp 13,8–15 juta. Bagaimana pandangan Bapak/Ibu mengenai hal ini?”
Mengapa pintar?
- Tidak bohong soal gaji sebelumnya
- Segera mengarahkan ke value yang dibawa kandidat
- Memberikan range yang realistis (~20% naik)
Strategi Tambahan Agar Permintaan Kenaikan 20% Lebih Diterima
- Bawa data pencapaian konkret
“Tahun lalu saya berhasil meningkatkan revenue divisi sebesar 28%” atau “Saya menangani 45 klien dengan retention rate 94%”. - Riset pasar gaji posisi tersebut
Gunakan situs seperti Jobstreet Salary, Glints Salary Guide, atau Levels.fyi untuk tahu range rata-rata. - Siapkan range, bukan angka pasti
Range 10–15% lebih tinggi dari target minimal Anda → beri ruang negosiasi. - Tunjukkan fleksibilitas
“Saya sangat fleksibel membahas komponen lain seperti bonus, tunjangan transportasi, atau work from home”. - Jangan terima langsung tawaran pertama
Ucapkan terima kasih → minta waktu 24–48 jam untuk mempertimbangkan → beri kesempatan perusahaan menaikkan.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Bolehkah meminta kenaikan 20% jika fresh graduate?
Untuk fresh graduate biasanya 10–15% dari UMR atau gaji entry level standar. 20% lebih realistis jika Anda punya pengalaman magang panjang atau skill khusus.
Bagaimana jika perusahaan bilang “Anggaran sudah fix”?
Tanyakan: “Apakah ada ruang untuk menyesuaikan di komponen lain seperti bonus performa atau tunjangan?” atau minta waktu pikir dulu (seringkali mereka akan menaikkan).
Apakah sebaiknya menyebut gaji sebelumnya?
Sebaiknya ya — jadi anchor. Jika tidak mau disebut, katakan range ekspektasi saja.
Kapan waktu terbaik negosiasi gaji?
Setelah ditawari posisi secara resmi (verbal offer atau offer letter), bukan di tahap awal interview.
Apa yang harus dilakukan jika permintaan ditolak?
Tetap profesional. Tanyakan alasan dan apakah ada ruang di masa depan (review 3–6 bulan). Jika tidak sesuai harapan, Anda masih bisa menolak tawaran dengan sopan.
Kesimpulan
Negosiasi gaji saat interview bukanlah tentang meminta semaksimal mungkin, melainkan tentang menunjukkan nilai yang Anda bawa dan mencapai win-win dengan perusahaan. Meminta kenaikan 20% dari gaji sebelumnya di tahun 2026 adalah hal yang sangat wajar — asalkan disampaikan dengan:
- Alasan yang kuat & berbasis pencapaian
- Nada hormat dan kolaboratif
- Range (bukan angka mati)
- Fleksibilitas terhadap paket keseluruhan
Gunakan contoh jawaban di atas sebagai template, sesuaikan dengan industri dan pengalaman Anda, lalu latihan di depan cermin atau bersama teman agar terdengar alami. Ingat: recruiter yang baik justru menghargai kandidat yang bisa memperjuangkan nilai dirinya dengan profesional.
Semoga panduan ini membantu Anda mendapatkan tawaran yang lebih baik di interview berikutnya. Sukses untuk karier Anda!
(Jumlah kata: sekitar 1.380 kata)





