Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka tahun ajaran 2025/2026 menjadi salah satu komponen penilaian paling penting di rapor semester ganjil dan genap. Berbeda dengan mata pelajaran konvensional, rapor P5 tidak hanya berisi angka atau predikat, melainkan narasi deskriptif, reflektif, dan analitis yang menceritakan capaian siswa dalam mengembangkan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila: beriman bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta kreatif.

Di awal 2026, banyak guru, wali kelas, dan kepala sekolah di SD, SMP, SMA/SMK, serta SLB masih kesulitan menyusun narasi rapor P5 yang baik — yaitu narasi yang spesifik, berbasis bukti, mencerminkan perkembangan siswa, serta sesuai pedoman Kurikulum Merdeka dan panduan penilaian Kemendikbudristek. Artikel ini menyajikan contoh narasi rapor P5 2026 yang lengkap, siap pakai, dan sudah disesuaikan dengan tema-tema proyek yang paling sering digunakan (gaya hidup berkelanjutan, kewirausahaan, bhineka tunggal ika, wirausaha, serta proyek tematik lintas fase).

Panduan ini cocok untuk guru kelas 4 SD, kelas 7 SMP, kelas 10 SMA/SMK, serta wali kelas yang ingin membuat narasi rapor P5 berkualitas tinggi, mudah dipahami orang tua, dan lolos verifikasi pengawas/ dinas. Baca juga Download Contoh Format RPP Kurikulum Merdeka Terintegrasi AI 2026 – Siap Pakai & Gratis

Struktur Narasi Rapor P5 yang Direkomendasikan 2026

Berdasarkan panduan resmi Kurikulum Merdeka dan praktik terbaik di lapangan, narasi rapor P5 ideal terdiri dari 4 bagian utama:

  1. Narasi Capaian Keseluruhan (ringkasan perkembangan profil)
  2. Narasi Deskriptif Per Tema/Proyek (apa yang dilakukan siswa)
  3. Narasi Reflektif (apa yang dipelajari, tantangan, dan perubahan sikap)
  4. Narasi Rekomendasi (saran pengembangan ke depan)

Panjang ideal: 150–350 kata per siswa (tergantung jenjang), menggunakan bahasa yang positif, spesifik, dan berbasis bukti (foto, produk proyek, catatan observasi).

Contoh Narasi Rapor P5 2026 Berdasarkan Tema & Jenjang

Contoh 1 – Tema Gaya Hidup Berkelanjutan (Kelas 4 SD – Fase B)

Narasi Capaian Keseluruhan
Selama satu semester, [Nama Siswa] menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam dimensi Profil Pelajar Pancasila, terutama pada aspek gotong royong dan mandiri. Ia aktif berkontribusi dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dengan antusiasme tinggi dan tanggung jawab yang konsisten.

Narasi Deskriptif
[Nama Siswa] terlibat penuh dalam kegiatan pengelolaan sampah kelas, membuat kompos dari sisa makanan, serta merancang poster kampanye “Kurangi Plastik Sekali Pakai”. Ia juga memimpin kelompok kecil untuk mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekolah sebanyak 12 kg selama 4 minggu dan menyerahkannya ke bank sampah terdekat.

Narasi Reflektif
Melalui proyek ini, [Nama Siswa] menyadari pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah rumah tangga. Awalnya ia merasa kesulitan memisahkan sampah organik dan anorganik, namun setelah berdiskusi dengan teman dan guru, ia mampu menjelaskan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada teman sekelas dengan percaya diri.

Narasi Rekomendasi
Disarankan [Nama Siswa] terus menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah dan mengajak keluarga untuk ikut serta dalam kegiatan daur ulang. Pada proyek berikutnya, ia dapat mencoba membuat produk daur ulang sederhana untuk meningkatkan dimensi kreatif.

Contoh 2 – Tema Kewirausahaan (Kelas 7 SMP – Fase D)

Narasi Capaian Keseluruhan
[Nama Siswa] menunjukkan perkembangan signifikan dalam dimensi bernalar kritis dan kreatif selama mengikuti Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema “Wirausaha Muda”. Ia berhasil mengelola usaha kecil kelompok dengan baik dan menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap keuangan tim.

Narasi Deskriptif
Dalam proyek selama 8 minggu, [Nama Siswa] bertanggung jawab sebagai bendahara dan koordinator pemasaran. Kelompoknya memproduksi sabun cuci piring ramah lingkungan dari minyak jelantah dan berhasil menjual 85 botol dengan total keuntungan Rp385.000. Ia juga membuat video promosi singkat yang ditonton lebih dari 300 kali di media sosial kelas.

Narasi Reflektif
Proyek ini mengajarkan [Nama Siswa] pentingnya perencanaan keuangan dan kerja sama tim. Awalnya ia kesulitan menghitung harga pokok produksi, namun setelah belajar menghitung break-even point bersama guru, ia mampu menyusun laporan keuangan sederhana dengan akurat.

Narasi Rekomendasi
Disarankan [Nama Siswa] mengembangkan kemampuan negosiasi dengan pembeli dan mencoba variasi produk baru pada proyek selanjutnya agar dimensi kreatif semakin terasah.

Contoh 3 – Tema Bhineka Tunggal Ika (Kelas 10 SMA/SMK – Fase E)

Narasi Capaian Keseluruhan
[Nama Siswa] menunjukkan kemajuan luar biasa dalam dimensi berkebinekaan global dan gotong royong melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila bertema “Bhineka Tunggal Ika dalam Keberagaman Budaya Nusantara”. Ia menjadi motor penggerak diskusi kelompok dan toleransi antar teman.

Narasi Deskriptif
Selama 10 minggu, [Nama Siswa] memimpin pembuatan pameran budaya mini yang melibatkan 5 suku berbeda di kelas. Ia bertanggung jawab mengkoordinasikan presentasi tarian daerah, pakaian adat, dan kuliner tradisional. Pameran tersebut dihadiri 120 siswa dan guru serta mendapat apresiasi dari kepala sekolah.

Narasi Reflektif
Proyek ini membuat [Nama Siswa] lebih menghargai perbedaan budaya dan menyadari bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa. Ia belajar mengatasi prasangka awal terhadap budaya tertentu melalui dialog terbuka dengan teman dari latar belakang berbeda.

Narasi Rekomendasi
Disarankan [Nama Siswa] terus mengikuti kegiatan lintas budaya di luar sekolah dan mengembangkan kemampuan memimpin proyek kolaboratif yang lebih besar pada fase selanjutnya.

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa perbedaan narasi rapor P5 dengan rapor mata pelajaran biasa?
Narasi P5 bersifat deskriptif-reflektif, fokus pada perkembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila, bukan hanya nilai angka atau predikat.

Berapa panjang narasi rapor P5 yang ideal per siswa?
SD (Fase A–B): 120–200 kata
SMP (Fase C–D): 180–300 kata
SMA/SMK (Fase E–F): 250–400 kata

Apakah narasi P5 wajib menyertakan bukti fisik?
Ya — disarankan melampirkan foto produk proyek, dokumen, video singkat, atau link Google Drive sebagai bukti capaian.

Bagaimana cara menulis narasi reflektif yang baik?
Gunakan format: Awalnya sulit → proses belajar → perubahan yang dirasakan → rencana ke depan. Gunakan kata “saya” jika narasi dari sudut pandang siswa.

Apakah guru boleh menggunakan template narasi P5?
Boleh, asalkan disesuaikan dengan capaian individu siswa. Template hanya alat bantu, bukan copy-paste.

Kesimpulan

Narasi rapor Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 2026 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kesempatan untuk mendokumentasikan perkembangan karakter, sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa secara utuh. Narasi yang baik adalah narasi yang spesifik, berbasis bukti, positif, serta mencerminkan proses belajar dan refleksi siswa selama proyek berlangsung.

Dengan memahami struktur narasi (capaian – deskriptif – reflektif – rekomendasi) dan menggunakan contoh narasi tematik di atas, guru dapat menyusun rapor P5 yang bermakna, mudah dipahami orang tua, dan sesuai standar Kurikulum Merdeka. Pastikan narasi selalu disesuaikan dengan observasi nyata, bukan hanya mengandalkan template generik.

Semoga contoh narasi rapor P5 2026 ini membantu guru di seluruh Indonesia menyusun laporan yang berkualitas tinggi dan mendukung perkembangan holistik peserta didik. Tetap semangat mengimplementasikan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di kelas masing-masing!

(Jumlah kata: sekitar 1.480 kata)

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *