Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung – Penjelasan Lengkap, Fungsi Komponen, dan Cara Membaca Wiring Diagram
Mesin cuci 2 tabung masih menjadi pilihan populer di Indonesia karena tahan lama, mudah diservis, dan hemat listrik. Salah satu hal penting dalam perbaikan maupun perakitan ulang mesin cuci jenis ini adalah memahami diagram kelistrikan mesin cuci 2 tabung.
Dengan memahami wiring diagram, teknisi atau pengguna dapat mengetahui jalur arus listrik, fungsi timer, switch, fuse, dinamo spin, dinamo wash, dan kapasitor, sehingga mempermudah proses troubleshooting.
Artikel ini akan membahas lengkap mulai dari fungsi tiap komponen, alur listrik, hingga cara membaca gambar diagram mesin cuci 2 tabung seperti pada ilustrasi yang Anda berikan.
Daftar Isi
Apa Itu Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung?
Diagram kelistrikan mesin cuci 2 tabung adalah skema visual yang menunjukkan bagaimana setiap komponen listrik saling terhubung, mulai dari sumber listrik, fuse, timer, switch pintu, kapasitor, hingga dinamo pengering dan dinamo pencuci.
Fungsi diagram:
✔ Mengetahui jalur arus listrik
✔ Mempermudah proses servis dan perbaikan
✔ Menghindari kesalahan penyambungan kabel
✔ Memahami cara kerja mesin secara menyeluruh
Pada gambar, terlihat beberapa komponen yang umum digunakan dalam mesin cuci 2 tabung modern.
Komponen Utama dalam Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung
1. Sumber Listrik (Colokan AC 220V)
Bagian ini adalah pintu masuk arus listrik. Umumnya menggunakan standar Indonesia 220V. Dari sini, arus mengalir menuju fuse sebagai pelindung.
2. Fuse (Sekring Pelindung)
Fuse berfungsi melindungi mesin dari:
- korsleting
- beban berlebih
- konsleting kabel atau dinamo
Jika fuse putus, mesin tidak akan menyala sama sekali.
3. Spin Door Switch
Switch ini memastikan pintu tabung pengering tertutup saat digunakan.
Fungsinya:
- Menghindari kecelakaan, karena tabung berputar cepat
- Menjaga arus menuju dinamo spin tetap aman
4. Timer Spin (Pengering)
Timer spin mengatur durasi putaran dinamo pengering. Ketika timer diputar, arus listrik dialirkan ke dinamo melalui kapasitor.
5. Timer Wash (Pencuci)
Timer ini memutar tabung pencuci secara bolak-balik. Biasanya memiliki 2–3 kabel untuk mengatur arah putaran.
6. Kapasitor (Capacitor)
Kapasitor merupakan komponen yang sangat penting, terutama untuk memulai putaran motor baik dinamo pencuci maupun pengering.
Tanpa kapasitor:
- dinamo hanya berdengung
- motor tidak bisa start
7. Dinamo Spin (Motor Pengering)
Dinamo ini berputar dengan kecepatan tinggi. Biasanya disertai kipas pendingin di bagian belakang.
8. Dinamo Wash (Motor Pencuci)
Dinamo untuk mencuci pakaian, biasanya bekerja lebih lambat namun lebih kuat.
Cara Kerja Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung (Alur Lengkap)
1. Mode Cuci (Wash Mode)
Alur listrik:
- Sumber listrik → fuse
- Fuse → timer wash
- Timer wash → dinamo wash
- Dinamo wash → kapasitor (untuk starting torque)
- Motor berputar bolak-balik
Pada mode ini, spin door switch tidak berfungsi karena hanya dinamo wash yang aktif.
2. Mode Pengering (Spin Mode)
Alur listrik:
- Listrik → fuse
- Fuse → timer spin
- Timer spin → spin door switch (harus tertutup untuk arus aktif)
- Switch → kapasitor → dinamo spin
- Motor berputar dengan RPM tinggi
Inilah sebabnya jika pintu pengering terbuka, tabung tidak mau berputar.
Cara Membaca Wiring Diagram Mesin Cuci 2 Tabung (Step-by-Step)
Langkah 1: Temukan sumber listrik
Biasanya mulai dari icon colokan atau kabel hitam.
Langkah 2: Ikuti jalur arus ke fuse
Fuse menjadi titik pertama keamanan.
Langkah 3: Perhatikan percabangan timer
Timer wash dan timer spin menerima jalur sendiri.
Langkah 4: Lihat jalur kapasitor
Kapasitor selalu berada di antara kedua dinamo.
Langkah 5: Cek grounding (arus ke tanah)
Biasanya digambar sebagai ikon lingkaran dengan garis vertikal 3.
Perbedaan Jalur Kabel Dinamo Spin & Dinamo Wash
Dinamo Wash
- Kabel lebih banyak (umumnya 4–6 kabel)
- Mengatur dua arah putaran
- Diaktifkan hanya oleh timer wash
Dinamo Spin
- Kabel lebih sedikit
- Berputar satu arah
- Harus melewati spin door switch
Kerusakan yang Umum Terjadi Berdasarkan Wiring Diagram
1. Mesin tidak bisa mencuci
Penyebab:
- Timer wash rusak
- Kapasitor melemah
- Kabel ke dinamo putus
2. Mesin tidak bisa mengeringkan
Penyebab:
- Spin door switch rusak
- Timer spin bermasalah
- Fuse putus
- Kapasitor rusak
3. Dinamo berdengung tapi tidak berputar
Penyebab utama: kapasitor rusak.
Tips Servis Berdasarkan Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung
- Selalu cek fuse sebelum membuka dinamo
- Gunakan kapasitor original dengan kapasitas yang sesuai (8–12µF biasanya)
- Foto kabel sebelum melepasnya
- Jangan menghubungkan kabel tanpa melihat wiring diagram
Kesimpulan
Memahami diagram kelistrikan mesin cuci 2 tabung sangat penting untuk perbaikan, perawatan, dan pemasangan ulang. Dengan mengetahui fungsi timer, spin door switch, fuse, kapasitor, dan dinamo, Anda dapat menentukan jalur listrik secara akurat serta mendiagnosis kerusakan dengan cepat.
Diagram seperti pada gambar sangat membantu teknisi untuk memahami alur arus dari sumber listrik hingga dinamo bekerja.
FAQ – Diagram Kelistrikan Mesin Cuci 2 Tabung
1. Apa kegunaan kapasitor pada mesin cuci 2 tabung?
Kapasitor berfungsi untuk membantu motor start berputar dan menambah torsi baik pada dinamo wash maupun dinamo spin.
2. Kenapa mesin cuci tidak mau berputar?
Penyebabnya bisa fuse putus, timer rusak, spin door switch tidak bekerja, atau kapasitor melemah.
3. Bagaimana cara membaca diagram kelistrikan mesin cuci 2 tabung?
Mulai dari sumber listrik → fuse → timer → switch → kapasitor → dinamo. Ikuti jalur kabel secara urut.
4. Apakah dinamo wash dan spin memakai kapasitor yang sama?
Ya, pada banyak mesin cuci 2 tabung menggunakan satu kapasitor untuk dua motor.
5. Bagaimana ciri-ciri kapasitor rusak?
Dinamo berdengung, motor tidak bisa start, atau putaran sangat lemah.
Tabel Komponen Mesin Cuci 2 Tabung & Fungsinya
| Komponen | Fungsi Utama |
|---|---|
| Sumber Listrik (Plug 220V) | Menyuplai arus listrik ke seluruh rangkaian mesin cuci. |
| Fuse / Sekring | Pelindung rangkaian dari korsleting dan beban berlebih. Jika fuse putus, mesin tidak akan menyala. |
| Timer Wash | Mengatur lama proses pencucian dan memberikan arus ke dinamo wash agar tabung berputar bolak-balik. |
| Timer Spin | Mengatur durasi pengeringan dan mengalirkan listrik ke dinamo spin. |
| Spin Door Switch | Sensor pintu pengering. Hanya mengizinkan arus mengalir ke dinamo spin saat pintu ditutup, sebagai fitur keamanan. |
| Kapasitor (Capacitor) | Membantu memulai putaran motor (starting torque) dan menstabilkan kinerja kedua dinamo. |
| Dinamo Wash (Motor Cuci) | Menggerakkan tabung pencuci secara bolak-balik untuk proses mencuci pakaian. |
| Dinamo Spin (Motor Pengering) | Menggerakkan tabung pengering dengan kecepatan tinggi untuk memeras air dari pakaian. |
| Grounding | Menyalurkan arus bocor ke tanah untuk mencegah sengatan listrik. |





