Aplikasi Dapodik versi 2026.b yang dirilis pada awal Januari 2026 membawa pembaruan signifikan untuk pendataan semester genap tahun ajaran 2025/2026. Namun, banyak operator sekolah dan kepala sekolah melaporkan masalah klasik: tombol sinkronisasi hilang saat login dengan akun Kepala Sekolah. Alih-alih tombol “Sinkron”, yang muncul justru “Tarik Data” atau menu tersebut sama sekali tidak ada.
Masalah tombol sinkron hilang di akun kepala sekolah Dapodik 2026.b ini bukan bug aplikasi, melainkan terkait konfigurasi data internal. Artikel ini menyajikan panduan informatif, analisis mendalam, dan solusi edukatif berdasarkan pengalaman operator sekolah serta petunjuk resmi dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan (Pusdatin) Kemendikbudristek per Januari 2026. Baca juga Solusi Gagal Sinkron Dapodik Januari 2026: Penyebab & Cara Mengatasi Lengkap
Daftar Isi
Penyebab Umum Tombol Sinkronisasi Hilang di Dapodik 2026.b
Berdasarkan laporan di forum operator sekolah, YouTube tutorial, dan helpdesk, penyebab utama menu sinkron hilang Dapodik 2026.b pada akun Kepala Sekolah adalah:
- Role atau Hak Akses Akun Tidak Sesuai: Sistem Dapodik hanya menampilkan tombol sinkronisasi pada akun dengan peran “Kepala Sekolah” yang valid. Jika data GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) tidak mencantumkan tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah, tombol otomatis hilang.
- Data Kepala Sekolah Belum Diperbarui: Transisi dari versi sebelumnya (2026.a) kadang menyebabkan tugas tambahan tidak terbawa.
- Invalid Data Lain: Meski bukan penyebab langsung, adanya invalid merah di validasi lokal bisa memblokir menu.
- Login Salah Akun: Tombol sinkron hanya muncul di akun Kepsek, bukan operator.
Analisis: Desain ini sengaja dibuat Kemendikbud untuk memastikan hanya Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab akhir yang bisa sinkron data. Ini meningkatkan akuntabilitas, tapi sering membingungkan operator baru.
Langkah-Langkah Mengatasi Tombol Sinkron Hilang di Akun Kepala Sekolah Dapodik 2026.b
Ikuti panduan solusi tombol sync tidak muncul Dapodik 2026 ini secara berurutan. Proses ini tidak memerlukan instal ulang aplikasi.
1. Pastikan Versi Aplikasi Benar
- Buka Dapodik > Menu Bantuan > Tentang Aplikasi.
- Pastikan tertulis “Versi 2026.b”.
- Jika belum, unduh patch terbaru dari situs resmi dapodikdasmen.kemdikbud.go.id.
2. Login sebagai Operator Sekolah
- Gunakan akun operator (bukan Kepsek) untuk perbaikan data.
3. Perbaiki Data Tugas Tambahan Kepala Sekolah
Ini langkah krusial untuk mengatasi tombol sinkronisasi hilang akun kepala sekolah Dapodik:
- Masuk menu GTK > Pilih Guru atau Tendik (tergantung status Kepsek).
- Cari nama Kepala Sekolah > Klik Ubah.
- Pindah ke tab Tugas Tambahan.
- Jika kosong atau tidak ada “Kepala Sekolah”, klik Tambah Tugas Tambahan.
- Pilih “Kepala Sekolah” > Isi TMT (Tanggal Mulai Tugas) sesuai SK > Simpan.
- Lakukan validasi lokal untuk pastikan tidak ada error.
4. Logout dan Login Ulang sebagai Kepala Sekolah
- Keluar dari aplikasi.
- Login menggunakan akun SPTJM Kepala Sekolah.
- Tombol Sinkronisasi seharusnya muncul di dashboard utama (pojok kanan atas).
5. Lakukan Validasi dan Sinkronisasi
- Klik menu Validasi > Perbaiki jika ada invalid.
- Kembali ke dashboard > Klik Sinkronisasi > Konfirmasi > Tunggu proses selesai.
Jika masih hilang, coba bersihkan cache browser (jika pakai web) atau restart komputer. Hindari instal ulang karena data lokal bisa hilang.
Analisis: Mengapa Masalah Ini Sering Terjadi dan Dampaknya
Di versi Dapodik 2026.b, pembaruan fokus pada validasi lebih ketat dan integrasi dengan platform Merdeka Mengajar. Namun, migrasi data dari versi sebelumnya kadang “lupa” membawa tugas tambahan Kepsek, terutama pada sekolah dengan PLT atau mutasi kepala sekolah.
Dampak jika tidak diatasi:
- Data sekolah tidak terkirim ke server pusat.
- Validasi nasional gagal, berpengaruh pada BOS, akreditasi, dan bantuan lain.
- Beban operator bertambah karena harus koordinasi ulang.
Edukatif: Masalah ini mengajarkan pentingnya verifikasi data GTK sejak awal semester. Operator sekolah disarankan rutin cek role akun Kepsek setiap pembaruan versi.
Tips Pencegahan dan Best Practices Dapodik 2026.b
- Backup Reguler: Simpan file .db lokal sebelum pembaruan.
- Koordinasi Kepsek-Operator: Pastikan Kepsek paham akun SPTJM-nya aktif.
- Pantau Helpdesk: Kunjungi helpdesk.pauddasmen.id untuk FAQ terkini.
- Update Patch: Selalu instal prefill dan patch resmi.
- Validasi Berkala: Lakukan validasi lokal setiap minggu.
Dengan praktik ini, error sinkronisasi Dapodik 2026 seperti tombol hilang bisa diminimalisir.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Mengapa tombol sinkron hanya muncul di akun Kepala Sekolah?
Untuk akuntabilitas—Kepsek sebagai penanggung jawab akhir data sekolah sesuai regulasi Kemendikbud.
2. Apakah harus instal ulang Dapodik jika tombol sinkron hilang?
Tidak perlu. Perbaiki tugas tambahan GTK terlebih dahulu—90% kasus selesai dengan cara ini.
3. Bagaimana jika Kepsek berstatus PLT?
Tambahkan tugas tambahan “Plt. Kepala Sekolah” dengan SK pendukung.
4. Tombol sync masih hilang setelah perbaikan tugas tambahan?
Cek invalid data atau hubungi helpdesk dinas pendidikan setempat.
5. Apakah masalah ini ada di semua versi Dapodik?
Mirip di versi sebelumnya, tapi lebih sering di 2026.b karena pembaruan role akses.
6. Di mana download panduan resmi Dapodik 2026.b?
Situs dapo.kemdikbud.go.id atau helpdesk.pauddasmen.id.
7. Apakah tombol tarik data bisa dipakai pengganti sinkron?
Tidak—tarik data hanya update referensi, bukan kirim data sekolah.
Kesimpulan
Mengatasi tombol sinkron hilang di akun Kepala Sekolah Dapodik 2026.b relatif sederhana dengan fokus pada perbaikan tugas tambahan di data GTK. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, operator sekolah dapat memastikan sinkronisasi berjalan lancar, data valid, dan menghindari sanksi administratif.
Proses ini tidak hanya solusi teknis, tapi juga pengingat pentingnya kolaborasi antara operator dan Kepala Sekolah dalam pengelolaan data pendidikan. Segera terapkan jika Anda mengalami masalah serupa—pendataan akurat adalah fondasi pendidikan berkualitas di Indonesia.





