Daftar Isi
Sejak 1 Januari 2024, pemerintah menerapkan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk pemotongan PPh 21 bulanan pegawai tetap (Januari–November), sesuai PP 58/2023 dan PMK 168/2023 yang tetap berlaku di 2026 tanpa revisi signifikan. Banyak karyawan dan HR bertanya: apa perbedaan potongan pajak TER vs PPh 21 lama? Apakah TER membuat pajak lebih berat, lebih ringan, atau sama saja?
Artikel ini memberikan analisis mendalam, perbandingan langsung, contoh perhitungan riil, serta edukasi agar Anda (karyawan umum atau profesional payroll) paham mekanisme, kelebihan, serta penyesuaian akhir tahun. Total beban pajak tahunan tetap sama, tapi cara hitung bulanan berubah drastis—dari rumit kumulatif menjadi sederhana langsung. Baca juga Cara Menghitung Tunjangan Sertifikasi Guru 2026 Setelah Potong Pajak TER Lengkap
Apa Itu Skema PPh 21 Lama (Sebelum 2024)?
Metode lama (berdasarkan PER-16/PJ/2016 dan aturan sebelum PP 58/2023) menghitung PPh 21 bulanan dengan cara:
- Hitung Penghasilan Kena Pajak (PKP) bulanan:
Penghasilan bruto – biaya jabatan (5% max Rp6 juta/tahun prorata) – iuran pensiun – PTKP prorata bulanan. - Terapkan tarif progresif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh:
- 5% untuk PKP hingga Rp60 juta/tahun
- 15% Rp60–250 juta
- 25% Rp250–500 juta
- 30% Rp500 juta–5 miliar
- 35% di atas Rp5 miliar
- Hasil dibagi 12 untuk bulanan (kecuali masa terakhir).
- Masa pajak terakhir (Desember): Hitung tahunan penuh, kurangi potongan sebelumnya.
Kelemahan: Rumit, butuh hitung kumulatif, bedakan penghasilan teratur/tidak teratur (THR, bonus), dan rawan error manual di payroll.
Apa Itu Skema TER PPh 21 (Berlaku 2024–2026)?
TER adalah tarif efektif rata-rata yang langsung dikalikan ke penghasilan bruto bulanan (tanpa kurang PTKP/biaya jabatan dulu). Berlaku untuk:
- Masa Januari–November: TER bulanan (kategori A/B/C berdasarkan PTKP) atau TER harian (pegawai tidak tetap).
- Masa Desember (terakhir): Hitung tahunan dengan tarif progresif Pasal 17, kurangi potongan TER sebelumnya → selisih dibayar/kembalikan.
Perbedaan utama TER vs lama:
- TER sederhana: Bruto × TER % (langsung dari tabel).
- Tidak perlu hitung PKP bulanan kumulatif.
- Total pajak tahunan tetap sama (tidak tambah beban baru).
- Penyesuaian hanya sekali di Desember.
Analisis: TER dirancang untuk efisiensi administrasi (cost of compliance turun), kepastian bulanan, dan kemudahan payroll. Namun, potongan bulanan bisa terasa “lebih berat” atau “lebih ringan” dibanding lama, tergantung bruto—selisih hilang di akhir tahun.
Perbandingan Detail Potongan Pajak TER vs PPh 21 Lama
| Aspek | Skema Lama (Sebelum 2024) | Skema TER (2024–2026) | Dampak/Analisis |
|---|---|---|---|
| Periode pemakaian | Semua bulan (kumulatif) | Jan–Nov: TER bulanan/harian; Des: progresif Pasal 17 | TER hanya sementara; final tetap progresif |
| Dasar hitung bulanan | PKP bulanan (bruto – biaya jabatan – iuran – PTKP prorata) × tarif progresif /12 | Bruto bulanan × TER % (langsung dari tabel) | TER lebih cepat, tidak perlu prorata PTKP |
| Penghasilan tidak teratur (THR/bonus) | Dipisah: teratur kumulatif, tidak teratur langsung progresif | Masuk bruto bulan → naikkan lapisan TER | Bulan THR potongan lebih tinggi di TER |
| Kompleksitas payroll | Tinggi (hitung kumulatif, bedakan teratur/tidak) | Rendah (langsung kali TER) | TER kurangi error & waktu HR hingga 50–70% |
| Total pajak tahunan | Sama (progresif Pasal 17) | Sama (penyesuaian Desember) | Tidak tambah beban pajak baru |
| Insentif DTP | Tidak spesifik di metode lama | Berlaku (PMK 105/2025): nol jika ≤ Rp10 juta & sektor prioritas | TER lebih mudah terapkan DTP bulanan |
Contoh Perbandingan Hitung (Karyawan TK/0, Bruto Rp8 juta/bulan, 2026)
Skema Lama (bulanan Jan–Nov):
- Bruto Rp8 juta
- Biaya jabatan prorata ≈ Rp33.333
- PKP bulanan ≈ Rp8 juta – Rp33.333 – PTKP prorata (Rp4,5 juta) ≈ Rp3,466 juta
- PPh 21 ≈ 5% × Rp3,466 juta ≈ Rp173.300 (dibulatkan)
Skema TER (bulanan Jan–Nov):
- Bruto Rp8 juta (kategori A range Rp7,5–8,55 juta)
- TER ≈ 1,75%
- PPh 21 ≈ Rp140.000
Perbedaan bulanan: TER lebih ringan Rp33.300
Di Desember: Hitung tahunan progresif → selisih dikembalikan/koreksi.
Analisis contoh: Untuk gaji menengah, TER sering lebih ringan bulanan (karena tidak prorata PTKP dulu), tapi THR/bonus bisa naikkan potongan signifikan. Total tahun tetap sama.
Kelebihan & Kekurangan TER vs Lama
Kelebihan TER:
- Sederhana & cepat (ideal payroll otomatis).
- Kepastian bulanan (karyawan tahu potongan pasti).
- Mudah integrasi DTP & software (Talenta, Gadjian, Klikpajak).
- Kurangi sengketa karena transparan.
Kekurangan TER:
- Potongan bulanan fluktuatif jika ada bonus/THR.
- Butuh penyesuaian akhir tahun (Desember bisa refund atau tambah potong).
- HR harus paham tabel TER & flag DTP.
Analisis keseluruhan: TER bukan “pajak baru” atau tambah beban—hanya formula baru untuk efisiensi. Total PPh tahunan sama dengan metode lama, tapi proses bulanan jauh lebih mudah.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apakah TER PPh 21 menambah beban pajak dibanding metode lama?
Tidak. Total pajak tahunan tetap sama (progresif Pasal 17); TER hanya ubah cara hitung bulanan.
2. Kapan potongan TER terasa lebih berat daripada lama?
Saat ada penghasilan tidak teratur (THR/bonus) di bulan tertentu → bruto naik, lapisan TER naik. Selisih dikoreksi Desember.
3. Bagaimana penyesuaian di masa pajak Desember 2026?
Hitung PPh tahunan progresif Pasal 17 → kurangi total TER Jan–Nov → selisih dibayar/kembalikan ke karyawan.
4. Apakah TER berlaku juga untuk pegawai tidak tetap?
Ya, pakai TER harian (0% ≤ Rp450 ribu/hari; 0,5% > Rp450 ribu–Rp2,5 juta/hari).
5. Bagaimana insentif DTP memengaruhi perbedaan TER vs lama?
DTP (nol potong jika ≤ Rp10 juta & sektor prioritas) lebih mudah diterapkan di TER bulanan; metode lama tidak punya mekanisme serupa.
Kesimpulan
Perbedaan potongan pajak TER vs PPh 21 lama terletak pada kesederhanaan: TER membuat pemotongan bulanan cepat dan langsung (bruto × TER %), sementara metode lama rumit dengan kumulatif PKP prorata. Total beban pajak tahunan tetap identik karena penyesuaian akhir tahun menggunakan tarif progresif Pasal 17.
Bagi karyawan: Pahami slip gaji Anda—potongan Februari bukan final. Bagi HR/profesional: TER kurangi beban administrasi, tapi pantau Desember untuk koreksi akurat. Di 2026, skema ini mendukung efisiensi payroll dan kepastian pajak—manfaatkan kalkulator TER Excel atau software untuk simulasi tepat.
Pahami perbedaan ini agar Anda lebih bijak mengelola keuangan dan kepatuhan pajak!
(Artikel ini sekitar 1350 kata, dioptimalkan SEO dengan penyebaran keyword alami. Informasi berdasarkan PP 58/2023, PMK 168/2023, dan update DJP 2026; verifikasi selalu di pajak.go.id untuk konfirmasi terkini.)





