Investasi reksa dana kini semakin diminati, baik oleh pemula maupun profesional yang ingin mengelola portofolio secara efisien. Dua jenis reksa dana yang paling populer adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). Keduanya menawarkan karakteristik yang berbeda, baik dari sisi risiko, potensi imbal hasil, hingga tujuan investasinya.

Artikel ini membahas perbedaan RDPU vs RDPT secara lengkap, termasuk tingkat risiko, cara kerja, instrumen investasi, hingga strategi untuk menentukan mana yang paling cuan bagi Anda.


Apa Itu Reksa Dana Pasar Uang?

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah reksa dana yang 100% berisi instrumen pasar uang seperti:

  • Deposito berjangka
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Surat Berharga Komersial (SBK)
  • Obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun

Karakteristik RDPU:

  • Risiko rendah
  • Imbal hasil stabil
  • Cocok untuk jangka pendek (≤ 1 tahun)
  • Volatilitas sangat kecil
  • Aman untuk pemula

Imbal hasil RDPU biasanya berada di rentang 4–6% per tahun, tergantung kondisi pasar dan kebijakan suku bunga.


Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) adalah reksa dana yang minimal 80% portofolionya berisi obligasi, baik obligasi pemerintah maupun korporasi.

Instrumen RDPT mencakup:

  • Obligasi negara
  • Obligasi korporasi
  • Sukuk
  • Instrumen pendapatan tetap lainnya

Karakteristik RDPT:

  • Risiko menengah
  • Potensi return lebih tinggi dibanding RDPU
  • Cocok untuk jangka menengah (1–3 tahun)
  • Nilai NAB bisa fluktuatif (terutama dipengaruhi suku bunga)

Return RDPT umumnya berada di kisaran 6–10% per tahun, namun bisa naik turun bergantung kondisi pasar obligasi.


Tabel Perbedaan Reksa Dana Pasar Uang vs Pendapatan Tetap

AspekRDPU (Pasar Uang)RDPT (Pendapatan Tetap)
Instrumen InvestasiDeposito, SBI, SBK, obligasi < 1 tahunObligasi pemerintah & korporasi
RisikoRendahMenengah
Return4–6% per tahun6–10% per tahun
Horizon WaktuJangka pendekJangka menengah
VolatilitasSangat rendahLebih fluktuatif
TujuanParkir dana, dana darurat, jangka pendekMencari imbal hasil lebih tinggi
Sensitif terhadap Suku BungaRendahTinggi

Mana yang Lebih Cuan?

Jawabannya tergantung profil risiko dan tujuan investasi Anda.

RDPU Lebih Cuan Jika:

  • Butuh instrumen aman dan stabil
  • Ingin parkir dana sementara
  • Menghindari fluktuasi nilai investasi
  • Prioritas pada likuiditas tinggi

RDPT Lebih Cuan Jika:

  • Ingin return lebih tinggi
  • Siap menghadapi fluktuasi harga obligasi
  • Mengincar pertumbuhan dalam 1–3 tahun
  • Memahami dinamika suku bunga

Potensi cuan RDPT biasanya lebih besar ketika suku bunga turun, karena harga obligasi naik sehingga nilai NAB ikut meningkat.


Risiko Reksa Dana Pasar Uang vs Pendapatan Tetap

Risiko RDPU:

  • Risiko sangat rendah
  • Hanya terdampak likuiditas dan kualitas instrumen
  • Nilai NAB jarang turun

Risiko RDPT:

  • Risiko pasar akibat fluktuasi obligasi
  • Risiko suku bunga
  • Risiko kredit (default obligasi korporasi)
  • NAB bisa turun pada kondisi ekonomi tertentu

Cara Memilih RDPU atau RDPT

1. Tentukan horizon waktu

  • < 1 tahun → RDPU
  • 1–3 tahun → RDPT

2. Sesuaikan profil risiko

  • Pemula → RDPU
  • Menengah / Profesional → RDPT

3. Cek kinerja historis

Lihat imbal hasil 1 tahun, 3 tahun, dan konsistensinya.

4. Perhatikan biaya & platform

  • Cek biaya pembelian dan penjualan
  • Pilih MI (Manajer Investasi) terpercaya

5. Diversifikasi portofolio

Gabungkan RDPU + RDPT untuk stabilitas sekaligus potensi cuan.


Tips Mendapatkan Return Maksimal

  • Masuk RDPT saat suku bunga tinggi (potensi cuan besar saat turun)
  • Gunakan RDPU untuk menunggu momentum pasar
  • Pilih reksa dana dengan AUM besar dan manajer investasi berpengalaman
  • Evaluasi portofolio minimal 6 bulan sekali

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apa reksa dana terbaik untuk pemula?

RDPU, karena risikonya rendah dan pergerakannya stabil.

2. Apakah RDPT bisa rugi?

Bisa. NAB dapat turun jika harga obligasi turun akibat kenaikan suku bunga.

3. Mana yang lebih cocok untuk dana darurat?

RDPU karena likuid dan stabil.

4. Apakah reksa dana aman?

Aman karena diawasi OJK dan dana disimpan di bank kustodian.

5. Bisakah RDPU dan RDPT digabung?

Ya. Kombinasi keduanya membantu menyeimbangkan risiko dan return.


Kesimpulan

RDPU dan RDPT memiliki karakteristik, risiko, dan potensi return yang berbeda.

  • RDPU aman, stabil, cocok untuk jangka pendek.
  • RDPT memberikan potensi cuan lebih besar namun dengan risiko menengah.

Jika tujuan Anda adalah keamanan dan fleksibilitas, RDPU adalah pilihan terbaik.
Jika Anda mengincar pertumbuhan dan return lebih tinggi, RDPT lebih menarik.

Investor profesional biasanya menggabungkan keduanya agar portofolionya seimbang—ada yang stabil, ada yang berpotensi cuan tinggi.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.