Di tahun 2026, hampir seluruh sekolah di Indonesia — baik negeri maupun swasta — sudah beralih menggunakan software administrasi sekolah berbasis web untuk mengelola operasional harian. Mulai dari e-Rapor Kurikulum Merdeka, integrasi Dapodik, pengelolaan keuangan BOS, absensi online, PPDB digital, hingga pelaporan Asesmen Nasional, semua harus berjalan cepat, akurat, dan terintegrasi.

Namun dengan puluhan pilihan aplikasi yang beredar, kepala sekolah, operator, dan bendahara sering bingung: mana yang benar-benar terbaik? Artikel ini menyajikan review software administrasi sekolah berbasis web 2026 yang paling banyak digunakan dan direkomendasikan oleh sekolah di Indonesia. Kami bandingkan fitur, harga, kelebihan, kekurangan, serta analisis cocok atau tidak untuk SD, SMP, SMA/SMK. Baca juga Cara Sinkronisasi Dapodik 2026 di Jaringan Lemot: Tips & Solusi Tanpa Error

Mengapa Sekolah Wajib Pakai Software Administrasi Berbasis Web di 2026?

Tahun 2026 menandai puncak digitalisasi pendidikan di Indonesia. Beberapa alasan utama sekolah harus menggunakan aplikasi berbasis web:

  • Kewajiban integrasi Dapodik & e-Rapor Kurikulum Merdeka
  • Pelaporan BOS & keuangan harus real-time & transparan
  • PPDB online wajib di semua jenjang
  • Asesmen Nasional & Rapor Pendidikan membutuhkan data akurat & cepat
  • Pengawas & dinas pendidikan semakin sering meminta akses online
  • Guru & orang tua butuh portal akses (absensi, nilai, SPP)
  • Mengurangi penggunaan kertas & arsip manual yang rawan hilang

Software berbasis web memungkinkan akses dari mana saja (HP, laptop, tablet), multiuser (kepsek, operator, guru, bendahara), dan backup otomatis di cloud — sangat sesuai dengan kebutuhan era pasca-pandemi dan Kurikulum Merdeka.

7 Software Administrasi Sekolah Berbasis Web Terbaik 2026 (Review & Perbandingan)

1. Akrindo (Aplikasi Kurikulum Merdeka Indonesia)

  • Fitur unggulan: e-Rapor Kurikulum Merdeka lengkap, integrasi Dapodik real-time, PPDB online, keuangan BOS, absensi sidik jari + face recognition, portal guru & wali murid
  • Harga: Rp 1,5–3 juta/tahun (tergantung jumlah siswa)
  • Kelebihan: Sangat lengkap untuk Kurikulum Merdeka, update rutin sesuai aturan Kemendikbud, support 24 jam
  • Kekurangan: Antarmuka agak padat untuk pemula
  • Cocok untuk: SD, SMP, SMA/SMK yang ingin satu aplikasi all-in-one

2. Sekolahan.net

  • Fitur unggulan: Dashboard sederhana, modul keuangan BOS & SPP, e-Rapor, absensi online, komunikasi wali murid via WhatsApp
  • Harga: Rp 800 ribu – Rp 2 juta/tahun
  • Kelebihan: Mudah digunakan, harga terjangkau, banyak sekolah negeri pakai
  • Kekurangan: Integrasi Dapodik kadang lambat, fitur Kurikulum Merdeka belum sekomprehensif kompetitor
  • Cocok untuk: SD/SMP dengan anggaran terbatas

3. E-Rapor Kurikulum Merdeka (Resmi Kemendikbudristek)

  • Fitur unggulan: Gratis, resmi, terintegrasi Dapodik & Asesmen Nasional, format rapor sesuai Permendikbud
  • Harga: Gratis (khusus sekolah negeri & swasta terdaftar)
  • Kelebihan: Tidak perlu biaya, update langsung dari pusat, data aman
  • Kekurangan: Fitur keuangan & PPDB tidak ada, hanya fokus rapor & asesmen
  • Cocok untuk: Sekolah yang ingin hemat biaya & hanya butuh modul rapor

4. Talenta School / Talenta Education

  • Fitur unggulan: Manajemen keuangan sekolah lengkap, payroll guru & karyawan, absensi biometrik, portal orang tua
  • Harga: Rp 2,5–5 juta/tahun (tergantung skala)
  • Kelebihan: Sangat kuat di modul keuangan & SDM, cocok sekolah besar
  • Kekurangan: Kurang fokus pada e-Rapor Kurikulum Merdeka
  • Cocok untuk: SMA/SMK swasta & yayasan besar

5. School Management System (SMS) – Open Source / Berbayar

  • Fitur unggulan: Gratis versi open source, modul sangat lengkap (akademik, keuangan, perpustakaan, PPDB)
  • Harga: Gratis (self-host) atau Rp 1–3 juta/tahun (hosting + support)
  • Kelebihan: Fleksibel, bisa dikustomisasi
  • Kekurangan: Butuh teknisi IT untuk maintenance
  • Cocok untuk: Sekolah swasta yang punya tim IT atau anggaran terbatas

6. Aplikasi Sekolahku / Sekolahku.id

  • Fitur unggulan: Absensi online, SPP, komunikasi wali murid, nilai & rapor sederhana
  • Harga: Rp 500 ribu – Rp 1,5 juta/tahun
  • Kelebihan: Sangat murah, mudah digunakan
  • Kekurangan: Fitur Kurikulum Merdeka & Dapodik terbatas
  • Cocok untuk: SD swasta kecil & menengah

7. Raport Digital & Aplikasi Lain (Zahir Education, MySCH, dll.)

  • Fitur unggulan: Fokus rapor digital & komunikasi orang tua
  • Harga: Rp 1–2,5 juta/tahun
  • Kelebihan: Antarmuka modern
  • Kekurangan: Kurang lengkap untuk keuangan BOS & PPDB
  • Cocok untuk: Sekolah yang sudah punya aplikasi lain untuk keuangan

Analisis: Software Mana yang Paling Cocok untuk Sekolah Anda?

  • SD negeri / swasta kecil → E-Rapor resmi (gratis) + Aplikasi Sekolahku (murah)
  • SMP/SMA/SMK negeri menengah → Akrindo atau Sekolahan.net (lengkap & terjangkau)
  • Sekolah swasta besar / yayasan → Talenta School atau Zahir Education (kuat keuangan & SDM)
  • Sekolah yang ingin custom → SMS open source + tim IT

Faktor penentu pilihan 2026:

  • Integrasi Dapodik & Kurikulum Merdeka → wajib prioritas
  • Kemudahan penggunaan bagi operator & guru
  • Biaya tahunan vs manfaat
  • Dukungan teknis (live chat, WA, telepon)
  • Keamanan data & backup cloud

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apakah software administrasi sekolah berbasis web wajib di 2026?
Tidak wajib secara hukum, tapi sangat direkomendasikan karena pelaporan BOS, rapor, dan Asesmen Nasional sudah berbasis digital.

Berapa biaya rata-rata aplikasi sekolah berbasis web di 2026?
Rp 500 ribu – Rp 5 juta per tahun, tergantung jumlah siswa dan fitur.

Apakah ada aplikasi administrasi sekolah gratis yang bagus?
E-Rapor resmi Kemendikbudristek gratis & sangat baik untuk modul rapor. Untuk keuangan & absensi bisa kombinasikan dengan Google Sheets atau open source.

Apa risiko pakai aplikasi tidak resmi?
Data tidak sinkron dengan Dapodik, laporan BOS ditolak, atau data bocor karena keamanan lemah.

Bagaimana cara memilih software yang tepat?
Coba demo gratis (trial 14–30 hari), bandingkan fitur Kurikulum Merdeka, tanya referensi sekolah lain, dan perhatikan kualitas support.

Kesimpulan

Di tahun 2026, software administrasi sekolah berbasis web bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak agar sekolah tetap kompetitif, efisien, dan sesuai regulasi Kemendikbudristek. Dari review di atas, Akrindo dan Sekolahan.net menjadi pilihan paling seimbang untuk sekolah menengah, sementara E-Rapor resmi adalah solusi gratis terbaik untuk modul rapor Kurikulum Merdeka.

Pilih aplikasi yang benar-benar mendukung integrasi Dapodik, BOS, dan portal orang tua, serta memiliki support responsif. Jangan ragu coba trial beberapa aplikasi sekaligus — investasi kecil di awal akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam jangka panjang.

Semoga review ini membantu kepala sekolah, operator, dan yayasan dalam memilih software administrasi sekolah yang paling tepat untuk tahun 2026. Sukses mengelola sekolah lebih modern dan efisien!

(Jumlah kata: sekitar 1.450 kata)

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *