Bekerja ke luar negeri masih menjadi primadona bagi banyak masyarakat Indonesia untuk memperbaiki taraf ekonomi. Dua destinasi raksasa di Asia, Singapura dan Hongkong, konsisten menjadi tujuan favorit Pekerja Migran Indonesia (PMI). Namun, memasuki tahun 2026, terjadi penyesuaian Standar Gaji TKI Singapura & Hongkong yang cukup signifikan mengikuti inflasi dan kebijakan ketenagakerjaan setempat.
Bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang, pertanyaan besarnya adalah: Mana yang lebih menguntungkan? Gaji TKI Singapura atau Hongkong?
Artikel ini akan membedah secara mendalam perbandingan gaji, biaya hidup, hingga potongan agen untuk sektor Formal (Pabrik, Konstruksi, Perawat, Profesional) dan Informal (Penata Laksana Rumah Tangga/PLRT) berdasarkan regulasi terbaru tahun 2026.
Daftar Isi
Perbedaan Mendasar: Sektor Formal vs Informal
Sebelum bicara angka, penting untuk memahami perbedaan status kerja karena aturan gajinya berbeda jauh:
- Sektor Informal (Domestic Worker/PLRT): Pekerjaan yang berbasis di rumah tangga majikan. Gajinya diatur oleh standar pasar (di Singapura) atau standar upah minimum khusus (di Hongkong).
- Sektor Formal (Skilled Worker): Pekerjaan di perusahaan, pabrik, panti jompo, atau konstruksi. Gaji mengikuti UMR negara tersebut atau kontrak profesional (S-Pass/E-Pass di Singapura).
1. Standar Gaji TKI di Singapura 2026
Singapura dikenal dengan disiplin tinggi dan standar hidup kelas dunia. Namun, perlu dicatat bahwa pemerintah Singapura tidak menetapkan upah minimum nasional secara umum. Gaji ditentukan oleh kekuatan pasar, pengalaman, dan negosiasi agensi.
A. Gaji Sektor Informal (PLRT/PRT)
Untuk tahun 2026, standar gaji untuk Migrant Domestic Worker (MDW) asal Indonesia telah mengalami penyesuaian pasar.
- Gaji Pokok (Fresh/Non-Pengalaman): Kisaran SGD 580 – SGD 650.
- Gaji Pokok (Ex-Singapore/Berpengalaman): Kisaran SGD 700 – SGD 850+.
- Uang Kompensasi Libur: Jika majikan meminta Anda bekerja di hari libur (biasanya 4 hari minggu sebulan), Anda berhak mendapat uang lembur sekitar SGD 20 – SGD 25 per hari.
Estimasi Total dalam Rupiah:
Jika kurs 1 SGD = Rp11.800 (Proyeksi 2026), maka gaji bersih berkisar antara Rp 7 Juta hingga Rp 10 Juta per bulan (belum termasuk lembur).
B. Gaji Sektor Formal (Pabrik, Konstruksi, Perawat)
Sektor formal di Singapura sangat ketat seleksinya. Gaji bergantung pada jenis Work Pass yang Anda miliki:
- Work Permit (Pekerja Pabrik/Konstruksi/Galangan Kapal):
- Gaji Dasar: SGD 800 – SGD 1.200 (sebelum lembur/OT).
- Dengan lembur (OT), Take Home Pay bisa mencapai SGD 1.600 – SGD 2.000 (Rp 18 – 23 Juta).
- S-Pass (Teknisi/Staf Mid-Level):
- Syarat Gaji Minimum Pemerintah (MOM): SGD 3.150 (naik bertahap di 2025-2026).
- Nilai Rupiah: Sekitar Rp 37 Juta/bulan.
2. Standar Gaji TKI di Hongkong 2026
Berbeda dengan Singapura, Hongkong memiliki hukum perburuhan yang menetapkan Minimum Allowable Wage (MAW) atau Upah Minimum yang diizinkan untuk pekerja rumah tangga asing. Ini memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.
A. Gaji Sektor Informal (Domestic Helper)
Pemerintah Hongkong secara rutin menaikkan MAW setiap akhir tahun. Berdasarkan tren kenaikan 2024-2025, berikut standar proyeksi untuk 2026:
- Gaji Pokok Minimum: HKD 4.990 – HKD 5.100 per bulan.
- Tunjangan Makan (Food Allowance): Jika majikan tidak menyediakan makan, wajib membayar minimal HKD 1.236 per bulan.
Estimasi Total dalam Rupiah:
Jika kurs 1 HKD = Rp 2.050 (Proyeksi 2026), maka gaji pokok minimum adalah sekitar Rp 10,2 Juta hingga Rp 10,5 Juta.
Catatan: Gaji di Hongkong umumnya lebih tinggi dibanding Singapura untuk sektor informal pemula.
B. Sektor Formal (Hotel, Lansia, Konstruksi)
Hongkong sedang gencar membuka lowongan untuk sektor perawat lansia (caregiver) di panti jompo karena populasi menua mereka.
- Gaji Caregiver Panti Jompo: Kisaran HKD 14.000 – HKD 18.000.
- Nilai Rupiah: Bisa mencapai Rp 28 Juta – Rp 36 Juta per bulan.
- Syarat: Wajib bisa Bahasa Kantonis fasih dan memiliki sertifikat keperawatan.
Tabel Perbandingan: Standar Gaji TKI Singapura & Hongkong (Head-to-Head)
Agar lebih mudah, berikut ringkasan perbandingan kerja di kedua negara ini pada tahun 2026:
| Indikator | Singapura (SG) | Hongkong (HK) |
|---|---|---|
| Gaji Pokok Informal | SGD 580 – 750 (Rp 6,8jt – 8,8jt) | HKD 4.990 (Rp 10,2jt+) |
| Regulasi Gaji | Standar Pasar (Market Rate) | Upah Minimum Pemerintah (MAW) |
| Hari Libur | Wajib 1 hari/minggu (Bisa diuangkan) | Wajib 1 hari/minggu (Sangat Ketat) |
| Bahasa Utama | Inggris & Melayu (Lebih mudah) | Kantonis & Inggris (Lebih sulit) |
| Biaya Potongan Agen | Tinggi (Potong gaji 6-8 bulan) | Rendah/Nol (Zero Cost) untuk agensi tertentu |
| Kecepatan Internet | Sangat Cepat | Sangat Cepat |
Analisis Biaya: Potongan Gaji & Biaya Hidup
Gaji besar tidak ada artinya jika habis untuk potongan dan biaya hidup. Ini faktor krusial yang sering dilupakan calon TKI.
1. Potongan Agensi (Placement Fee)
Ini momok terbesar bagi TKI baru.
- Singapura: Sistem “Potong Gaji” masih umum. Biasanya gaji Anda akan dipotong selama 6 hingga 8 bulan pertama untuk melunasi utang biaya pemberangkatan. Sisa gaji yang diterima selama masa potongan mungkin hanya SGD 50 – 100 untuk pegangan.
- Hongkong: Menerapkan sistem yang lebih ketat mengenai overcharging. Namun, praktik potongan agen di Indonesia masih ada (biasanya 3-6 bulan). Saat ini sedang digencarkan program Zero Cost di mana majikan menanggung semua biaya. Pastikan Anda mendaftar di P3MI (PT) yang resmi.
2. Biaya Hidup & Tabungan
- Makan & Tempat Tinggal: Untuk sektor informal (PRT), makan dan tempat tinggal gratis ditanggung majikan di kedua negara. Jadi, gaji bisa utuh (setelah lunas potongan).
- Biaya Pribadi:
- Paket Data Internet: SG (SGD 10-15), HK (HKD 50-80).
- Jajan Mingguan: Biaya makan di luar saat libur di Singapura sedikit lebih mahal dibanding Hongkong untuk kelas warung makan.
Tips Mengelola Keuangan (Cuan Maksimal)
Bagi Anda yang sudah bekerja di sana atau baru akan berangkat, strategi keuangan ini vital agar pulang membawa modal usaha, bukan sekadar baju bagus:
- Pilih Layanan Remittance yang Tepat:
Jangan kirim uang lewat calo. Gunakan aplikasi perbankan resmi (BNI Mobile, BCA) atau aplikasi fintech seperti Wise atau Western Union yang sering memberikan kurs lebih kompetitif. Selisih kurs Rp 50 per dollar saja bisa berarti ratusan ribu rupiah jika dikumpulkan setahun. - Manfaatkan Bunga Bank:
Singapura dan Hongkong adalah pusat keuangan dunia. Bunga deposito di sana kadang lebih menarik, atau segera konversikan gaji ke Rupiah dan masukkan ke instrumen investasi di Indonesia (SBN/Reksadana) saat kurs Rupiah sedang melemah. - Hindari Jebakan Pinjaman:
Di Hongkong, banyak tawaran pinjaman uang (loan) dengan syarat paspor. JANGAN PERNAH tergiur. Ini adalah jebakan yang membuat banyak TKW gagal pulang membawa uang.
FAQ: Pertanyaan Sering Ditanyakan
Q: Berapa batas usia untuk menjadi TKI di Singapura/Hongkong tahun 2026?
A: Umumnya minimal 23 tahun dan maksimal 40-45 tahun untuk pemula (non-pengalaman). Untuk eks-TKI, batas usia bisa lebih longgar hingga 50 tahun tergantung kesehatan fisik.
Q: Apakah lulusan SMP bisa kerja di Singapura?
A: Untuk sektor informal (PLRT), ijazah SMP masih bisa diterima. Namun untuk sektor formal (Pabrik), minimal SMA/SMK sederajat.
Q: Lebih enak mana, kerja di Singapura atau Hongkong?
A: Jika Anda mencari gaji awal lebih tinggi dan perlindungan hukum yang sangat kaku, Hongkong pemenangnya. Namun, jika Anda kendala bahasa (sulit belajar Kantonis) dan ingin budaya yang lebih dekat dengan Melayu, Singapura adalah pilihan tepat.
Kesimpulan
Memasuki tahun 2026, Hongkong masih memimpin dalam hal besaran nominal gaji pokok untuk sektor informal (di atas Rp 10 Juta). Namun, Singapura menawarkan lingkungan kerja yang lebih nyaman secara bahasa dan jarak yang lebih dekat dengan Indonesia.
Keputusan ada di tangan Anda. Pastikan berangkat melalui jalur prosedural (resmi) agar hak-hak Anda, termasuk asuransi dan gaji sesuai standar 2026, terlindungi sepenuhnya.
Punya pengalaman kerja di SG atau HK? Atau ada pertanyaan soal proses pendaftaran? Tulis di kolom komentar ya, mari kita diskusi!





