Awal tahun 2026 menjadi periode yang sibuk bagi bagian HR, akuntan payroll, dan karyawan itu sendiri. Banyak yang menemukan potongan PPh 21 di slip gaji Januari dan Februari berbeda signifikan meskipun masa kerja sama. Pertanyaan paling sering muncul adalah:

  • Kenapa potongan pajak Januari lebih kecil/kecil dari Februari?
  • Apakah ini normal dalam skema Tarif Efektif Rata-rata (TER)?
  • Bagaimana cara hitung yang benar agar tidak salah potong?
  • Apa yang harus dilakukan jika ada selisih besar?

Artikel ini menyajikan tanya jawab pajak TER PPh 21 secara informatif, analisis mendalam, dan edukatif berdasarkan PP Nomor 58 Tahun 2023 yang masih berlaku penuh di tahun 2026. Cocok bagi karyawan umum yang ingin memahami slip gaji sendiri maupun profesional HR & akuntan yang menangani ratusan karyawan.

Apa Itu Skema TER PPh 21 dan Mengapa Gaji Januari-Februari Sering Berbeda?

Tarif Efektif Rata-rata (TER) adalah metode pemotongan PPh Pasal 21 bulanan (Januari–November) yang diberlakukan sejak 2024. Perusahaan cukup mengalikan penghasilan bruto bulanan dengan persentase TER sesuai kategori PTKP karyawan — tanpa perlu hitung kumulatif manual setiap bulan.

Di Desember baru dilakukan rekonsiliasi dengan tarif progresif Pasal 17 (5%–35%). Karena TER dihitung berdasarkan penghasilan bruto aktual setiap bulan, maka jika gaji Januari dan Februari berbeda, potongan PPh 21 juga akan berbeda — ini normal dan sesuai aturan.

Penyebab utama gaji Januari & Februari berbeda di 2026:

  1. Kenaikan UMK/UMP per 1 Januari 2026
    Gaji pokok Januari masih pakai UMK 2025, baru Februari naik sesuai UMK 2026.
  2. Pembayaran bonus, THR, atau lembur Januari
    THR biasanya dibayar Desember/Januari → bruto Januari lebih tinggi → tarif TER lebih tinggi.
  3. Tunjangan atau kompensasi khusus
    Tunjangan hari raya, insentif akhir tahun, atau kompensasi lembur yang masuk Januari.
  4. Potongan BPJS atau iuran lain yang berubah
    Meskipun kecil, perubahan ini memengaruhi bruto kena pajak.

Analisis: Dalam skema TER, potongan pajak bukan proporsional tetap, melainkan mengikuti tabel progresif efektif berdasarkan bruto aktual. Semakin tinggi bruto suatu bulan, tarif efektifnya juga lebih tinggi — sehingga selisih gaji Rp500 ribu saja bisa membuat potongan PPh berbeda Rp50–150 ribu. Baca juga Update Aturan Pajak TER PPh 21 Februari 2026: Apa yang Berubah?

Tanya Jawab Pajak TER PPh 21: Situasi Gaji Januari & Februari Berbeda

1. Apakah normal jika potongan PPh 21 Januari dan Februari berbeda?

Ya, sangat normal. TER dihitung berdasarkan bruto setiap bulan secara terpisah. Jika gaji pokok naik karena UMK baru atau ada bonus di salah satu bulan, potongan juga ikut berubah. Ini bukan kesalahan perusahaan, melainkan konsekuensi langsung dari PP 58/2023.

2. Gaji Januari masih pakai UMK lama, Februari naik — bagaimana hitung TER-nya?

Contoh kasus umum 2026 (Jakarta):

  • Gaji pokok Januari: Rp5.396.761 (UMK 2025)
  • Gaji pokok Februari: Rp5.729.876 (UMK 2026) + tunjangan tetap Rp1.000.000
  • Total bruto Januari: Rp6.500.000 → TER kategori A ≈ 1,25% → PPh ≈ Rp81.250
  • Total bruto Februari: Rp7.000.000 → TER kategori A ≈ 1,75% → PPh ≈ Rp122.500

Solusi:

  • HR harus mencantumkan di slip gaji keterangan “Penyesuaian UMK 2026” atau “Back pay Januari” jika ada selisih dibayar Februari.
  • Karyawan tidak perlu khawatir — selisih ini akan direkonsiliasi di Desember (bisa lebih bayar atau kurang bayar kecil).

3. Jika ada bonus/THR di Januari, potongan PPh jadi sangat besar — apa yang harus dilakukan?

THR/bonus masuk ke bruto Januari → tarif TER langsung melonjak ke range lebih tinggi. Contoh:

  • Bruto normal Rp8.000.000 → TER 2%
  • Bruto + THR Rp12.000.000 → TER 4% → potongan naik signifikan

Solusi:

  • Perusahaan boleh memotong PPh lebih besar di bulan bonus (sesuai aturan TER).
  • Di Desember akan direkonsiliasi — jika total tahunan lebih bayar, karyawan bisa restitusi atau kompensasi ke tahun berikutnya.
  • Saran: Komunikasikan ke karyawan agar tidak kaget melihat slip Januari.

4. Bagaimana jika perusahaan salah hitung TER karena gaji naik?

Jika selisih sangat besar dan tidak wajar, kemungkinan HR menggunakan tarif TER lama atau salah kategori PTKP.

Solusi:

  • Minta penjelasan dari HR & slip gaji detail.
  • Bandingkan dengan tabel TER resmi (Lampiran PP 58/2023).
  • Jika terbukti salah → ajukan koreksi slip gaji & pengembalian kelebihan potong.

5. Apakah selisih potongan ini memengaruhi SPT Tahunan 2026?

Tidak memengaruhi besar. SPT Tahunan menggunakan bukti potong 1721-A1 akhir tahun yang sudah direkonsiliasi. Selisih bulanan akan terselesaikan di akhir tahun — hasilnya biasanya nihil atau lebih bayar kecil.

Tips HR & Karyawan Menghadapi Situasi Gaji Januari-Februari Berbeda

Bagi karyawan:

  • Simpan semua slip gaji Januari–Desember sebagai bukti.
  • Cek total bruto & potongan di akhir tahun (bukti potong 1721-A1).
  • Jika ada kelebihan potong → restitusi SPT Tahunan.

Bagi HR/payroll:

  • Gunakan software payroll yang otomatis update TER berdasarkan bruto aktual.
  • Beri keterangan di slip gaji: “Penyesuaian UMK 2026” atau “Pembayaran bonus Januari”.
  • Lakukan simulasi TER untuk bulan dengan bruto tidak biasa (bonus, lembur besar).
  • Sosialisasikan ke karyawan bahwa selisih bulanan normal dan akan direkonsiliasi di Desember.

Kesimpulan

Tanya jawab pajak TER PPh 21 terkait gaji Januari & Februari berbeda di tahun 2026 pada dasarnya adalah hal yang wajar dan sesuai aturan PP 58/2023. Potongan PPh 21 mengikuti bruto aktual setiap bulan — kenaikan UMK, bonus, THR, atau lembur di salah satu bulan akan langsung memengaruhi tarif efektif.

Kunci utama adalah komunikasi transparan antara HR dan karyawan, pencatatan bukti yang baik, serta rekonsiliasi akhir tahun yang akurat. Dengan pemahaman ini, karyawan tidak perlu khawatir melihat selisih potongan, dan perusahaan terhindar dari keluhan atau salah hitung pajak.

Pastikan slip gaji selalu disertai keterangan jelas, simpan bukti potong, dan pantau status pajak hingga SPT Tahunan 2026. Pajak yang benar = kepastian hak & kewajiban bagi semua pihak di tahun 2026.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Apakah selisih potongan PPh Januari-Februari bisa menyebabkan kurang bayar pajak?
Tidak. Selisih bulanan akan direkonsiliasi di Desember dengan tarif progresif Pasal 17. Jika total tahun lebih bayar, bisa restitusi.

2. Bagaimana jika perusahaan tidak menjelaskan kenapa potongan Februari lebih besar?
Minta penjelasan tertulis & slip gaji detail. Bandingkan dengan tabel TER resmi. Jika salah hitung, ajukan koreksi.

3. Apakah kenaikan UMK langsung memengaruhi tarif TER?
Ya, karena TER dihitung dari bruto aktual. Gaji naik → bruto naik → range TER bisa naik.

4. Apa yang harus dilakukan karyawan jika merasa potongan terlalu besar di Januari?
Simpan slip & bukti pembayaran bonus/THR. Tunggu bukti potong akhir tahun — biasanya ada penyesuaian lebih bayar.

5. Apakah HR boleh memotong lebih besar di bulan bonus?
Boleh dan sesuai aturan TER. Pemotongan mengikuti bruto bulan tersebut, bukan dirata-ratakan.

Semoga tanya jawab ini membantu Anda memahami dan menyikapi selisih potongan PPh 21 di awal tahun 2026 dengan tenang!

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.