Masalah mata pelajaran tidak muncul di E-Rapor merupakan keluhan umum di kalangan guru Indonesia, terutama saat menerapkan Kurikulum Merdeka. Ketika mencetak rapor, beberapa mapel hilang atau tidak tertampil dengan benar, menyebabkan kebingungan dan penundaan proses penilaian. Solusi utama seringkali terletak pada fitur mapping rapor E-Rapor, yang memungkinkan pengaturan kelompok, urutan, dan referensi mata pelajaran secara manual.

Artikel ini menyajikan tutorial mapping rapor E-Rapor lengkap dan edukatif, berdasarkan panduan resmi Kemendikbud serta pengalaman praktis guru pada versi 2025-2026. Dengan langkah ini, Anda dapat mengatasi mata pelajaran tidak muncul di E-Rapor secara efektif, memastikan rapor digital akurat dan lengkap.

Penyebab Mata Pelajaran Tidak Muncul di E-Rapor

Sebelum masuk ke tutorial, pahami analisis penyebab umum masalah ini:

  1. Data Dapodik Tidak Sinkron: Pembelajaran guru atau rombel belum disetting dengan benar di Dapodik.
  2. Belum Generate Prefill Nilai: Data nilai belum di-pull dari server, sehingga mapel tidak terdeteksi.
  3. Mapping Rapor Belum Dilakukan: Kelompok mapel atau urutan belum diatur di menu mapping.
  4. Referensi Lokal Kurang Lengkap: Khusus Kurikulum Merdeka, mapel muatan lokal atau proyek belum ditambahkan.
  5. Versi Aplikasi Lama atau Cache: Update E-Rapor terbaru (2025/2026) memiliki perbaikan, tapi cache lama menyebabkan error.

Masalah ini lebih sering terjadi pada transisi Kurikulum Merdeka, di mana struktur mapel lebih fleksibel. Baca juga Tutorial Cara Menghubungkan E-Rapor di Smartboard atau IFP untuk Mempermudah Pengerjaan

Langkah-Langkah Tutorial Mapping Rapor E-Rapor

Ikuti panduan ini untuk cara mapping mata pelajaran Kurikulum Merdeka. Pastikan Anda login sebagai Admin Sekolah atau Wali Kelas dengan hak akses penuh.

Persiapan Awal

  1. Update aplikasi E-Rapor ke versi terbaru (2025.1 untuk SD, atau sesuai jenjang) dari situs resmi Kemendikbud.
  2. Sinkronisasi Dapodik: Pastikan data rombel, guru pembelajaran, dan ekstrakurikuler lengkap.
  3. Generate Prefill: Di menu Nilai > Prefill Nilai Rapor > Pilih semester > Generate.

Tutorial Utama: Mapping Rapor

Langkah 1: Akses Menu Mapping

  • Buka aplikasi E-Rapor.
  • Login dengan akun Admin.
  • Menuju ke Data > Referensi Lokal > Mapping Rapor (atau “Pengaturan Rapor” pada beberapa versi).

Langkah 2: Tambah Referensi Lokal (untuk Mapel Muatan Sekolah)

  • Di Referensi Lokal > Mapel Muatan Sekolah.
  • Klik “Tambah” untuk input mata pelajaran lokal/proyek yang tidak muncul.
  • Isi nama mapel, nama ringkas (maks 10 karakter), dan simpan.

Langkah 3: Atur Kelompok Mapel

  • Di menu Mapping Rapor, pilih kelompok (misalnya: Kelompok A, B, Muatan Lokal, Ekstrakurikuler).
  • Drag-and-drop atau pilih mapel dari daftar available ke kelompok tujuan.
  • Atur urutan nomor untuk tampilan di cetak rapor.

Langkah 4: Validasi dan Simpan

  • Preview rapor siswa untuk cek apakah semua mata pelajaran muncul.
  • Simpan perubahan dan generate ulang prefill jika perlu.

Langkah 5: Cetak Rapor Uji

  • Pilih siswa > Cetak Rapor > Pastikan semua mapel tampil dengan urutan benar.

Proses mapping rapor E-Rapor ini memastikan data terstruktur sesuai standar Kurikulum Merdeka, di mana mapel dikelompokkan fleksibel (misalnya P5 – Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila).

Tabel Ringkasan Langkah Mapping Rapor

LangkahMenu AplikasiAksi UtamaCatatan Khusus Kurikulum Merdeka
PersiapanSinkron DapodikUpdate data pembelajaranPastikan Capaian Pembelajaran terisi
Generate PrefillNilai > PrefillPilih kelas & semesterWajib sebelum mapping
Referensi LokalData > Referensi Lokal > MapelTambah mapel lokal/proyekUntuk mapel tidak standar
Mapping UtamaData > Mapping RaporAtur kelompok & urutanDrag-drop untuk efisiensi
ValidasiCetak Rapor PreviewCek tampilanUlangi jika masih ada yang hilang

Dengan tabel ini, solusi mapel hilang E-Rapor menjadi lebih sistematis.

Troubleshooting Tambahan

  • Mapel Masih Hilang Setelah Mapping: Clear cache aplikasi atau reinstall E-Rapor.
  • Error Kelompok Tidak Muncul: Pastikan generate user guru terbaru.
  • Untuk Ekstrakurikuler: Cek data di Dapodik > Rombel Ekskul.
  • Jika masalah persist, hubungi helpdesk jenjang masing-masing (misalnya ditpsd.kemdikbud.go.id untuk SD).

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah mapping rapor wajib di E-Rapor Kurikulum Merdeka?
Ya, untuk mengatur tampilan rapor yang rapi dan lengkap, terutama mapel proyek atau lokal.

2. Mengapa mapel hilang meski nilai sudah diinput?
Biasanya karena belum mapping atau prefill tidak digenerate ulang.

3. Berapa lama proses mapping rapor?
15-30 menit per kelas, tergantung jumlah mapel.

4. Apakah mapping berbeda untuk SD, SMP, SMA?
Dasarnya sama, tapi menu sedikit variasi sesuai versi aplikasi jenjang.

5. Bisakah mapping diubah setelah cetak rapor?
Ya, tapi perlu cetak ulang rapor siswa.

6. Apa hubungan mapping dengan Dapodik?
Mapping lokal, tapi data dasar dari Dapodik harus sinkron terlebih dahulu.

Kesimpulan

Tutorial mapping rapor E-Rapor ini membuktikan bahwa masalah mata pelajaran tidak muncul di E-Rapor dapat diatasi dengan langkah sederhana namun sistematis. Fitur mapping tidak hanya menyelesaikan isu teknis, tapi juga mendukung fleksibilitas Kurikulum Merdeka dalam penilaian holistik.

Bagi guru dan tenaga kependidikan, kuasai cara mapping mata pelajaran Kurikulum Merdeka untuk memastikan proses rapor berjalan lancar di tahun ajaran 2025/2026. Digitalisasi pendidikan seperti E-Rapor adalah alat bantu – dengan pemahaman yang baik, kita wujudkan penilaian yang akurat dan bermakna bagi siswa Indonesia.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *