Daftar Isi
Panduan Lengkap Wiring Kompresor: C, S, R, Overload, Relay, dan Cara Cek Winding
Kompresor adalah jantung dari sistem pendingin seperti kulkas, freezer, showcase, hingga AC. Salah satu komponen paling penting pada kompresor adalah tiga terminal utama, yaitu C (Common), S (Start), dan R (Run). Tiga pin inilah yang menentukan cara kerja kompresor, cara wiring, cara cek kerusakan, hingga cara penyambungan relay dan overload.
Artikel ini adalah panduan paling lengkap untuk memahami diagram wiring, cara ukur winding, serta cara membaca konfigurasi pin kompresor berdasarkan gambar teknis standar. Artikel ini sangat cocok bagi teknisi, pemilik usaha pendingin, maupun user yang ingin memahami dasar-dasar servis.
1. Mengenal Terminal C, S, dan R pada Kompresor
Pada semua kompresor hermetic (kulkas, freezer, AC portable), terdapat tiga pin output:
- C = Common
- S = Start
- R = Run
Ketiganya membentuk rangkaian kumparan internal kompresor, yaitu:
- Start Winding (C–S): 3–11 ohm
- Run Winding (C–R): 1–5 ohm
Perbedaan nilai ohm ini menandakan fungsi masing-masing kumparan. Kumparan Start memiliki resistansi lebih besar, sedangkan kumparan Run lebih kecil karena digunakan terus-menerus selama kompresor bekerja.
2. Cara Menentukan Terminal C, S, R dengan Multimeter
Jika terminal tidak diberi label, lakukan pengukuran:
- Pilih tiga pin kompresor.
- Ukur resistansi antar pasangan pin.
- Tentukan:
- Nilai paling besar = S ke R (jumlah dua winding)
- Nilai sedang = C ke S
- Nilai terkecil = C ke R
Contoh:
- 10 ohm → S–R
- 6 ohm → C–S
- 4 ohm → C–R
Maka urutannya:
➡ C di pin yang membaca 6 ohm dan 4 ohm.
➡ S pada pin yang membaca 6 ohm ke C.
➡ R pada pin yang membaca 4 ohm ke C.
3. Fungsi Overload Kompresor
Overload adalah protektor yang dipasang pada terminal Common (C).
Fungsinya:
- Memutus listrik jika kompresor panas berlebih
- Melindungi kompresor dari arus berlebih
- Menghindari kerusakan gulungan winding
Overload biasanya menggunakan bimetal, yang otomatis memutus arus jika temperatur naik.
4. Fungsi Relay atau PTC Starter
Relay atau PTC berfungsi memberikan tegangan ke terminal Start (S) agar kompresor bisa berputar.
Setelah kompresor berputar 1–3 detik:
Relay akan memutus terminal Start sehingga motor berjalan hanya di winding Run.
Jenis relay:
- Relay mekanis
- PTC (Positive Temperature Coefficient)
- Solid-state relay
5. Cara Pemasangan Wiring Kompresor (Berdasarkan Gambar)
Diagram wiring pada gambar menunjukkan:
A. Jalur dasar wiring:
- Overload → ke terminal C
- Relay → ke terminal S
- Listrik → ke Relay dan Overload
- Terminal R → ke suplai listrik (langsung atau via relay)
B. Prinsip kerjanya:
- Ketika listrik masuk, arus mengalir ke overload → ke pin C.
- Relay memberikan tegangan ke pin S agar motor start.
- Kompresor mulai berputar.
- Relay memutus pin S.
- Kompresor berjalan hanya dengan pin R.
6. Cara Cek Relay Kompresor Kulkas
Gunakan multimeter:
- PTC normal memiliki resistansi 3–26 ohm
- Jika 0 atau ∞ → rusak
- Relay mekanis harus menunjukkan kontinuitas pada posisi tertentu
7. Cara Cek Overload
Gunakan multimeter:
- Overload normal menunjukkan resistansi <1 ohm (kontinuitas)
- Jika open circuit → overload rusak
8. Penyebab Kompresor Tidak Menyala
Beberapa penyebab umum:
- Relay PTC rusak
- Overload putus
- Winding Start putus
- Winding terbakar
- Suplai listrik lemah
- Kompresor macet (locked rotor)
9. Panduan Servis Cepat (Troubleshooting)
A. Kompresor tidak mau start
- Cek PTC
- Cek overload
- Pasang start capacitor (jika model mendukung)
- Cek tegangan 220V stabil
B. Kompresor hidup tapi panas
- Overload sensitif
- Freon kurang / berlebih
- Tekanan tinggi
C. Kompresor bunyi klik-klik
Ini tanda overload bekerja naik-turun karena kompresor gagal start.
10. Kesimpulan
Memahami wiring kompresor, terminal C, S, R, serta fungsi relay dan overload sangat penting bagi teknisi maupun pengguna. Dengan mengetahui cara cek winding, cara pemasangan relay, dan cara membaca resistansi, Anda dapat memperbaiki berbagai masalah kompresor secara cepat dan akurat.





