Tabel tekanan-suhu memberi angka, tapi diagram P-h memberi gambaran utuh siklus refrigerasi R404A — dari kompresi, kondensasi, ekspansi, hingga evaporasi — dalam satu grafik. Artikel ini menjelaskan cara membacanya.
Diagram P-h (Pressure-Enthalpy), kadang disebut juga Mollier Diagram, adalah alat visual yang memetakan tekanan terhadap kandungan energi (entalpi) refrigeran sepanjang siklus kompresi uap. Berbeda dengan tabel tekanan-suhu yang hanya menunjukkan hubungan dua variabel pada kondisi saturasi, diagram P-h menggambarkan seluruh perjalanan refrigeran R404A melalui empat proses utama dalam satu sistem pendingin.
Artikel ini membahas secara informatif dan analitis struktur diagram P-h R404A, suhu didih pada berbagai tekanan, cara membaca siklus kompresi uap di dalamnya, serta bagaimana diagram ini membantu analisis performa sistem. Untuk tabel tekanan-suhu R404A lengkap, baca juga Tabel Tekanan Freon R404A: Lengkap + Diagram Tekanan.
Apa Itu Diagram P-h dan Kenapa Berbeda dari Tabel PT?
Tabel Pressure-Temperature (PT) hanya menunjukkan tekanan saturasi pada suhu tertentu — berguna untuk mengecek apakah tekanan sistem sesuai suhu evaporasi/kondensasi. Namun tabel ini tidak menunjukkan berapa banyak energi (panas) yang diserap atau dilepas refrigeran di sepanjang siklus.
Diagram P-h mengatasi keterbatasan ini dengan memetakan dua sumbu: tekanan (P) pada sumbu vertikal (biasanya skala logaritmik) dan entalpi (h) dalam kJ/kg pada sumbu horizontal. Di dalam diagram ini tergambar kurva berbentuk “lonceng” yang membagi area menjadi tiga zona: cairan subcooled (kiri kurva), campuran dua fase cair-uap (di bawah kurva), dan uap superheated (kanan kurva).
Garis Saturasi Cair
Batas kiri kurva lonceng, menandai titik di mana refrigeran mulai menguap (bubble point).
Garis Saturasi Uap
Batas kanan kurva lonceng, menandai titik di mana refrigeran sepenuhnya menjadi uap (dew point).
Zona Dua Fase
Area di bawah kurva lonceng tempat cairan dan uap ada bersamaan — inilah yang terjadi di evaporator dan kondensor.
Suhu Didih R404A pada Berbagai Tekanan
R404A adalah refrigeran blend zeotropik dengan glide temperature yang relatif kecil, sehingga suhu didihnya bisa dianggap mendekati satu titik pada tekanan tertentu (berbeda dengan blend zeotropik yang glide-nya besar). Berikut suhu didih R404A pada beberapa titik tekanan acuan:
| Tekanan | Suhu Didih (Saturasi) | Konteks Aplikasi |
|---|---|---|
| 1 atm (0 PSIG) | -46,6°C | Titik didih atmosferik (referensi dasar) |
| 22,9 PSI | -15°C | Evaporator freezer komersial |
| 78,9 PSI | 10°C | Kondisi transisi/chiller suhu tinggi |
| 144 PSI | 25°C | Kondensasi pada suhu ruang normal |
| 206 PSI | 35°C | Kondensasi pada cuaca panas/beban tinggi |
Analisis edukatif: Suhu didih yang sangat rendah (-46,6°C pada tekanan atmosfer) menjelaskan mengapa R404A ideal untuk aplikasi suhu rendah seperti freezer komersial dan cold storage — refrigeran ini bisa tetap menguap secara efektif bahkan pada suhu evaporator yang sangat dingin, sesuatu yang tidak bisa dilakukan refrigeran dengan titik didih lebih tinggi seperti R134a (-26,3°C).
Membaca Siklus Kompresi Uap di Diagram P-h
Siklus refrigerasi dasar terdiri dari empat titik yang membentuk jajaran genjang di diagram P-h:
- Titik 1 – Keluar Evaporator: Refrigeran berupa uap superheated bertekanan rendah, setelah menyerap panas dari ruang yang didinginkan.
- Titik 2 – Keluar Kompresor: Proses kompresi menaikkan tekanan dan entalpi secara signifikan, menghasilkan uap superheated bertekanan tinggi dan suhu tinggi.
- Titik 3 – Keluar Kondensor: Refrigeran melepas panas ke lingkungan, berubah dari uap menjadi cairan subcooled bertekanan tinggi.
- Titik 4 – Keluar Katup Ekspansi: Tekanan turun drastis tanpa perubahan entalpi (proses isentalpik), menghasilkan campuran cair-uap bertekanan rendah yang siap masuk kembali ke evaporator.
Menghitung Performa Sistem dari Diagram P-h
Efek Refrigerasi (Refrigeration Effect)
Selisih entalpi antara titik 1 (keluar evaporator) dan titik 4 (masuk evaporator) menunjukkan berapa banyak panas yang diserap refrigeran di evaporator — inilah “kerja pendinginan” aktual sistem.
Kerja Kompresi (Compression Work)
Selisih entalpi antara titik 2 dan titik 1 menunjukkan energi yang dibutuhkan kompresor untuk menaikkan tekanan refrigeran.
Coefficient of Performance (COP)
Semakin tinggi COP, semakin efisien sistem tersebut — inilah metrik yang sering dipakai insinyur HVACR untuk membandingkan performa desain sistem yang berbeda.
Kegunaan Praktis bagi Teknisi
Meski terlihat akademis, diagram P-h punya kegunaan lapangan yang nyata: dengan mengukur tekanan dan suhu aktual di evaporator dan kondensor, teknisi bisa memplot kondisi sistem ke diagram P-h dan membandingkannya dengan siklus ideal. Penyimpangan dari bentuk jajaran genjang yang seharusnya bisa mengindikasikan masalah spesifik — misalnya garis kompresi yang terlalu miring menandakan kompresor mulai lemah, atau titik keluar kondensor yang tidak cukup subcooled menandakan kondensor kotor atau kekurangan refrigeran.
Rujukan Standar Refrigerasi Internasional (ASHRAE)Kesimpulan
Diagram P-h R404A memberikan gambaran yang lebih lengkap dibanding tabel tekanan-suhu sederhana, karena memvisualisasikan seluruh siklus kompresi uap — dari evaporasi, kompresi, kondensasi, hingga ekspansi — dalam satu grafik pressure-enthalpy. Suhu didih R404A yang sangat rendah (-46,6°C pada tekanan atmosfer) menjelaskan kecocokannya untuk aplikasi suhu rendah seperti freezer komersial. Bagi teknisi dan insinyur HVACR, kemampuan membaca diagram ini bukan sekadar pengetahuan teoretis — ia menjadi alat diagnostik untuk menghitung efek refrigerasi, kerja kompresi, dan efisiensi sistem (COP) secara kuantitatif, jauh melampaui sekadar membaca angka tekanan dari manifold gauge semata.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa itu diagram P-h dalam refrigerasi?
Diagram yang memetakan tekanan terhadap entalpi refrigeran, menggambarkan seluruh siklus kompresi uap dalam satu grafik visual.
Berapa suhu didih R404A pada tekanan atmosfer?
Sekitar -46,6°C, jauh lebih rendah dibanding R134a (-26,3°C), menjelaskan kecocokannya untuk aplikasi suhu rendah.
Apa beda diagram P-h dengan tabel tekanan-suhu (PT chart)?
Tabel PT hanya menunjukkan tekanan saturasi pada suhu tertentu, sedangkan diagram P-h menggambarkan seluruh siklus termasuk proses kompresi dan ekspansi.
Apa itu Coefficient of Performance (COP)?
Rasio antara efek refrigerasi (panas yang diserap) dengan kerja kompresi (energi yang dibutuhkan kompresor) — indikator efisiensi sistem.
Kenapa proses di katup ekspansi disebut isentalpik?
Karena entalpi refrigeran tidak berubah selama proses ekspansi, hanya tekanannya yang turun drastis.
Apakah diagram P-h berguna untuk troubleshooting lapangan?
Sangat berguna — dengan memplot kondisi aktual sistem ke diagram, teknisi bisa mengidentifikasi penyimpangan seperti kompresor lemah atau kondensor kotor.





