- Klarifikasi Resmi: Desil Bukan Sekadar Gaji Bulanan
- 39 Variabel Resmi Penentu Desil DTSEN
- Bagaimana Variabel-Variabel Ini Dihitung Jadi Satu Peringkat?
- Kenapa Dua Keluarga dengan Gaji Sama Bisa Beda Desil?
- Kenapa dalam Satu Desil Bisa Ada Orang Sangat Kaya dan Biasa Saja?
- Faktor yang Bisa Mengubah Peringkat Desil dari Waktu ke Waktu
- Kesimpulan
- FAQ Faktor Penentu Peringkat Desil
Banyak yang mengira peringkat desil ditentukan murni dari gaji bulanan — padahal pemerintah menggunakan 39 variabel resmi sekaligus, dengan bobot berbeda-beda, untuk menentukan posisi kesejahteraan sebuah keluarga.
Faktor penentu seseorang masuk ke peringkat desil dari 1 sampai 10 menjadi pertanyaan penting setelah banyak masyarakat kaget melihat hasil pengecekan desil yang terasa tidak sesuai ekspektasi mereka. Anggapan umum bahwa “gaji kecil pasti desil rendah, gaji besar pasti desil tinggi” ternyata terlalu sederhana dan sering menyesatkan. Artikel ini membahas secara informatif dan analitis faktor-faktor resmi yang benar-benar menentukan peringkat desil seseorang dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bagaimana variabel-variabel itu diproses menjadi satu angka peringkat, hingga alasan kenapa dua keluarga dengan penghasilan sama bisa berada di desil berbeda. Cocok dibaca masyarakat umum yang penasaran dengan hasil cek desilnya, maupun profesional yang membutuhkan pemahaman teknis lebih dalam.
Klarifikasi Resmi: Desil Bukan Sekadar Gaji Bulanan
Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial, Joko Widiarto, secara tegas menegaskan bahwa tidak ada pengelompokan desil yang murni berdasarkan besaran pendapatan warga. Penetapan ini sekaligus meluruskan anggapan publik yang kerap beredar berupa tabel “gaji sekian masuk desil sekian” — menurut pemerintah, tabel semacam itu tidak akurat karena peringkat desil dihitung dari puluhan variabel dengan bobot yang berbeda-beda, bukan satu angka pendapatan tunggal.
39 Variabel Resmi Penentu Desil DTSEN
BPS dan Kementerian Sosial telah menetapkan 39 variabel sosial ekonomi yang menjadi dasar perhitungan desil setiap keluarga. Variabel-variabel ini bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori besar:
Kondisi Perumahan
Kondisi fisik rumah, kualitas bangunan, daya listrik, sanitasi, dan akses air minum layak
Kepemilikan Aset & Usaha
Aset rumah tangga, kepemilikan usaha, serta indikator kekayaan non-tunai lainnya
Ketenagakerjaan & Pendidikan
Jenis pekerjaan, status ketenagakerjaan, tingkat pendidikan seluruh anggota keluarga
Demografi & Kesehatan
Identitas kependudukan, jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, dan status disabilitas
Selain empat kategori besar di atas, variabel lain yang turut diperhitungkan mencakup pengeluaran konsumsi rumah tangga serta akses terhadap layanan dasar seperti fasilitas kesehatan dan pendidikan di lingkungan tempat tinggal. Kombinasi variabel inilah yang membuat sistem DTSEN mampu menggambarkan kesejahteraan secara lebih menyeluruh dibanding sekadar melihat angka pendapatan bulanan.
Bagaimana Variabel-Variabel Ini Dihitung Jadi Satu Peringkat?
Setiap variabel diberi bobot (weight) berbeda sesuai tingkat kepentingannya dalam menggambarkan kesejahteraan, lalu keseluruhan skor dihitung secara kolektif untuk seluruh anggota rumah tangga — bukan individu per orang. Hasil skor gabungan inilah yang kemudian dibandingkan secara nasional dengan skor rumah tangga lain, dan diurutkan menjadi 10 kelompok desil yang masing-masing berisi sekitar 10% populasi.
Penting dipahami: BPS secara eksplisit menegaskan bahwa desil berbeda dari pengeluaran per kapita. Desil adalah peringkat relatif dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan angka pengeluaran seseorang secara langsung. Dua konsep ini sering tertukar dalam pemberitaan awam, padahal metodologi perhitungannya berbeda.
Kenapa Dua Keluarga dengan Gaji Sama Bisa Beda Desil?
Contoh konkret: sebuah keluarga dengan penghasilan bulanan Rp6 juta belum tentu otomatis masuk Desil 6 atau Desil 7 tertentu. Angka pendapatan itu saja belum cukup untuk menyimpulkan posisi desil, karena kondisi rumah, jumlah anggota keluarga, jenis pekerjaan, kepemilikan aset, dan berbagai indikator sosial ekonomi lain ikut menentukan hasil akhirnya.
Analisis: bayangkan dua keluarga sama-sama berpenghasilan Rp6 juta per bulan — keluarga pertama tinggal di rumah milik sendiri dengan kondisi baik dan tanpa tanggungan banyak, sementara keluarga kedua mengontrak rumah dengan kondisi seadanya dan menanggung lima anggota keluarga termasuk anggota dengan disabilitas. Meski nominal gajinya identik, kedua keluarga ini sangat mungkin berada di desil yang berbeda karena beban dan kondisi riil yang jauh berbeda.
Kenapa dalam Satu Desil Bisa Ada Orang Sangat Kaya dan Biasa Saja?
Fenomena menarik lain: dalam desil yang sama, bisa saja ada individu dengan penghasilan miliaran hingga triliunan rupiah per bulan (konglomerat/ultra-rich) berdampingan dengan keluarga berpenghasilan jutaan rupiah. Ini terjadi karena populasi dengan tingkat kekayaan ekstrem jumlahnya sangat sedikit dibanding total populasi — dengan total penduduk Indonesia sekitar 287 juta jiwa, setiap desil menampung sekitar 28,7 juta jiwa, sehingga rentang kesejahteraan di dalam satu desil (khususnya Desil 10) tetap bisa sangat lebar.
Faktor yang Bisa Mengubah Peringkat Desil dari Waktu ke Waktu
• Perubahan demografi keluarga — kematian anggota keluarga, kelahiran anggota baru, atau perubahan jumlah tanggungan.
• Perubahan kondisi ekonomi — perubahan pekerjaan, kenaikan/penurunan pendapatan, perubahan kondisi rumah.
• Pemutakhiran data berkala — BPS memperbarui data DTSEN secara periodik berdasarkan survei dan usulan masyarakat.
• Faktor kepatuhan program — dalam kasus tertentu, indikasi transaksi mencurigakan seperti judi online yang teridentifikasi otoritas terkait juga bisa memengaruhi status kepesertaan bansos terkait desil seseorang.
| Kategori Variabel | Contoh Indikator |
|---|---|
| Perumahan & Sanitasi | Kondisi bangunan, daya listrik, akses air minum layak |
| Aset & Usaha | Kepemilikan aset rumah tangga, kepemilikan usaha |
| Ketenagakerjaan & Pendidikan | Jenis pekerjaan, tingkat pendidikan anggota keluarga |
| Demografi & Kesehatan | Jumlah tanggungan, kondisi kesehatan, disabilitas |
| Konsumsi & Akses Layanan | Pengeluaran rumah tangga, akses fasilitas kesehatan/pendidikan |
Untuk memahami konsep desil secara lebih mendalam serta perbedaannya dengan kuintil dan persentil, baca Apa Itu Desil dalam Konteks Sosial-Ekonomi Indonesia. Jika ingin tahu posisi desil Anda sendiri, ikuti panduan lengkap di Cara Cek Peringkat Desil yang Benar.
Cek Peringkat Desil Anda Kunjungi Situs Resmi BPS
Kesimpulan
Faktor penentu seseorang masuk ke peringkat desil 1 sampai 10 jauh lebih kompleks dari sekadar besaran gaji bulanan — pemerintah menggunakan 39 variabel resmi yang mencakup kondisi perumahan, kepemilikan aset, ketenagakerjaan, pendidikan, demografi, hingga akses layanan dasar, masing-masing dengan bobot berbeda dan dihitung secara kolektif untuk seluruh anggota keluarga. Memahami mekanisme ini membantu masyarakat tidak salah kaprah saat melihat hasil cek desil yang terasa tidak sesuai ekspektasi, sekaligus menjelaskan kenapa dua keluarga dengan penghasilan serupa bisa berada di kelompok kesejahteraan yang berbeda. Yang terpenting, desil bersifat dinamis dan bisa berubah seiring perubahan kondisi riil keluarga serta pemutakhiran data berkala oleh BPS.
FAQ Faktor Penentu Peringkat Desil
Apakah gaji menjadi satu-satunya penentu desil?
Tidak, gaji hanya salah satu dari 39 variabel yang dipertimbangkan, bersama kondisi rumah, aset, pekerjaan, pendidikan, dan indikator sosial ekonomi lainnya.
Berapa banyak variabel resmi penentu desil DTSEN?
BPS dan Kemensos menetapkan 39 variabel sosial ekonomi sebagai dasar perhitungan desil.
Kenapa dua keluarga dengan gaji sama bisa beda desil?
Karena faktor lain seperti kondisi rumah, jumlah tanggungan, kepemilikan aset, dan pekerjaan ikut menentukan skor akhir, bukan hanya nominal gaji.
Apakah desil dihitung per individu atau per keluarga?
Dihitung secara kolektif untuk seluruh anggota rumah tangga, bukan per individu terpisah.
Apa beda desil dengan pengeluaran per kapita?
Desil adalah peringkat relatif dalam distribusi kesejahteraan nasional, sementara pengeluaran per kapita adalah angka pengeluaran individu — keduanya konsep yang berbeda meski sering tertukar.
Apakah peringkat desil bisa berubah?
Bisa, karena perubahan kondisi demografi, ekonomi keluarga, serta pemutakhiran data berkala yang dilakukan BPS.






