Cara Bikin Shopee Video Ramai Ditonton: Tips Ampuh

Banyak seller sibuk mengejar iklan berbayar, padahal satu fitur gratis di Shopee justru bisa menjangkau calon pembeli yang belum pernah mendengar nama toko mereka sama sekali: Shopee Video.

Berbeda dari Shopee Live yang membutuhkan siaran langsung, Shopee Video adalah feed video pendek bergaya vertikal—mirip TikTok—yang bisa ditonton kapan saja oleh pengguna lain, bahkan yang belum mengikuti toko Anda sama sekali. Sayangnya, banyak seller mengunggah video ala kadarnya tanpa strategi, sehingga tidak mendapat penonton signifikan meski kontennya sudah dibuat.

Artikel ini membahas apa itu Shopee Video dan bedanya dengan Shopee Live, faktor yang memengaruhi seberapa ramai video Anda ditonton, teknik produksi yang efektif, ide konten yang terbukti menarik perhatian, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.

Apa Itu Shopee Video dan Bedanya dengan Shopee Live?

Shopee Video adalah fitur konten video pendek berformat vertikal (9:16) yang muncul di tab khusus dalam aplikasi Shopee, biasanya di bawah menu “Live & Video” dengan pilihan “Untuk Anda” dan “Mengikuti”. Pengguna bisa menggeser layar untuk berpindah antar video, mirip pengalaman menonton konten di TikTok atau Instagram Reels.

Perbedaan utamanya dengan Shopee Live: Shopee Video bersifat rekaman (bisa ditonton kapan saja setelah diunggah), sementara Shopee Live adalah siaran langsung interaktif. Keduanya sama-sama bisa menandai produk langsung dari video/siaran untuk memudahkan penonton checkout tanpa harus keluar dari halaman konten.

Jangkauan Organik Luas

Video bisa muncul di feed “Untuk Anda” pengguna yang belum pernah mengunjungi toko Anda sebelumnya.

Bisa Ditonton Kapan Saja

Berbeda dari siaran langsung, video tetap bisa ditemukan dan ditonton lama setelah diunggah.

Tag Produk Langsung

Penonton bisa langsung tap ke halaman produk yang ditandai dalam video tanpa berpindah aplikasi.

Gratis Tanpa Biaya Iklan

Tidak seperti Shopee Ads, membuat dan mengunggah Shopee Video tidak memerlukan biaya promosi tambahan.

Ingin memahami strategi promosi Shopee secara lebih menyeluruh, termasuk kombinasi dengan fitur lain? Baca artikel Tingkatkan Penjualan di Shopee dengan Strategi Jitu.

Faktor yang Memengaruhi Seberapa Ramai Video Ditonton

  • Completion rate (tingkat tonton tuntas) — video yang ditonton sampai habis oleh banyak orang cenderung lebih sering direkomendasikan ke pengguna lain.
  • Engagement (like, komentar, share) — interaksi penonton menjadi sinyal kuat bahwa konten relevan dan layak disebarkan lebih luas.
  • Hook di 3 detik pertama — pengguna dengan cepat menggeser layar jika video tidak langsung menarik perhatian di awal.
  • Konsistensi unggahan — akun yang rutin mengunggah video cenderung mendapat eksposur lebih stabil dibanding yang hanya sesekali posting.

Teknik Produksi Shopee Video yang Efektif

AspekRekomendasi
Format & orientasiVertikal 9:16, tanpa bar hitam di sisi layar
DurasiIdealnya di bawah 30 detik untuk menjaga perhatian penonton
Fokus produkSatu produk per video agar pesan tidak terpecah
Pencahayaan & audioCahaya cukup terang, audio jernih tanpa noise berlebihan
Elemen pendukungTeks overlay singkat, musik latar yang sedang tren, transisi sederhana
“Video yang terlihat ‘dibuat dengan niat’—stabil, jelas, dan langsung ke inti—jauh lebih mungkin ditonton sampai habis dibanding video buram dengan audio berisik, betapapun bagusnya produk yang ditawarkan.”

Ide Konten Shopee Video yang Terbukti Menarik Perhatian

  • Demo cara pakai produk — tunjukkan langsung cara menggunakan atau manfaat produk dalam konteks nyata sehari-hari.
  • Before-after — efektif untuk kategori produk seperti skincare, alat kebersihan, atau produk hasil visual yang jelas.
  • Unboxing singkat — momen membuka kemasan produk sering menarik rasa penasaran penonton.
  • Review/testimoni jujur — ulasan yang terasa autentik, bukan naskah kaku, cenderung lebih dipercaya penonton.
  • Konten “haul” produk sejenis — menampilkan beberapa produk terkait sekaligus dalam satu video singkat.

Untuk memperkuat visibilitas toko secara menyeluruh, kombinasikan Shopee Video dengan kebiasaan rutin menaikkan produk unggulan. Detailnya bisa dibaca di artikel Naikkan Produk Shopee Setiap 4 Jam, Ini Efektivitasnya.

Kesalahan Umum yang Membuat Shopee Video Sepi Penonton

  • Durasi terlalu panjang tanpa poin jelas, membuat penonton menggeser layar sebelum pesan tersampaikan.
  • Kualitas visual buruk — video goyang, gelap, atau resolusi rendah menurunkan kepercayaan penonton terhadap kualitas produk.
  • Tidak menandai produk dalam video, sehingga penonton yang tertarik kesulitan menemukan cara membeli.
  • Konten terlalu “jualan” tanpa nilai tambah — video yang murni promosi tanpa unsur hiburan/informasi cenderung cepat dilewati.
  • Mengunggah lalu tidak konsisten — sesekali posting tanpa jadwal rutin membuat algoritma sulit “mengenali” pola konten toko Anda.

Siap mulai membuat dan mengelola konten video di toko Anda? Kunjungi Seller Centre resmi Shopee untuk fitur lengkap Shopee Video.

Kunjungi Seller Centre Shopee

FAQ

Apakah Shopee Video sama dengan Shopee Live?

Berbeda. Shopee Video adalah konten rekaman pendek yang bisa ditonton kapan saja, sementara Shopee Live adalah siaran langsung interaktif dengan penonton secara real-time.

Berapa durasi ideal untuk Shopee Video?

Idealnya di bawah 30 detik agar penonton tetap fokus dan menonton hingga selesai, yang berpotensi meningkatkan peluang video direkomendasikan lebih luas oleh sistem.

Apakah harus punya banyak follower untuk video ramai ditonton?

Tidak selalu. Shopee Video bisa muncul organik di feed “Untuk Anda” pengguna yang belum mengikuti toko, sehingga konten yang menarik tetap berpeluang viral meski follower masih sedikit.

Apakah bisa menggunakan ulang video dari TikTok atau Instagram Reels?

Bisa, dengan penyesuaian—pastikan format vertikal sesuai, tambahkan tag produk yang relevan, dan sesuaikan gaya konten agar tetap terasa natural di ekosistem Shopee.

Apakah menandai produk di video memengaruhi penjualan?

Sangat membantu. Tag produk memungkinkan penonton langsung menuju halaman produk tanpa harus mencari manual, mempersingkat langkah menuju keputusan pembelian.

Kesimpulan

Shopee Video menawarkan peluang promosi organik yang sering kali kurang dimanfaatkan maksimal oleh seller, padahal jangkauannya tidak terbatas pada follower toko semata. Kunci membuat video ramai ditonton bukan pada peralatan produksi mahal, melainkan pada kejelasan pesan dalam beberapa detik pertama, kualitas visual yang layak, serta konsistensi mengunggah konten secara rutin. Menggabungkan strategi ini dengan penandaan produk yang tepat dan ide konten yang relevan dengan kebutuhan calon pembeli—bukan sekadar promosi keras—akan jauh lebih efektif membangun engagement jangka panjang dibanding sekadar mengunggah video sesekali tanpa perencanaan. Pada akhirnya, Shopee Video adalah investasi waktu dan kreativitas, bukan biaya iklan, yang hasilnya bisa terus bekerja lama setelah video pertama kali diunggah.

Bagikan: