- Dua Jalur EDS yang Berlaku Saat Ini
- Contoh Isi untuk Sekolah dengan Rapor Pendidikan (Jalur PBD)
- Contoh Isi untuk Sekolah Tanpa Nilai Rapor Pendidikan (Lembar EDS)
- Siapa yang Menyusun EDS?
- Cara Mengunduh Data Rapor Pendidikan dan Lembar EDS
- Hubungan EDS/PBD dengan Akreditasi
- Kesalahan Umum dalam Menyusun EDS
- FAQ
- Apakah semua SMP wajib mengisi Lembar EDS manual?
- Apakah hasil EDS memengaruhi jumlah dana BOS yang diterima sekolah?
- Di mana contoh EDS sekolah terbaru bisa diunduh secara resmi?
- Apakah boleh copy-paste huruf “X” saat mengisi Lembar Evaluasi Diri?
- Apa yang harus dilakukan setelah EDS/PBD selesai diisi?
- Kesimpulan
Banyak contoh EDS sekolah yang beredar di internet masih menggunakan format checklist 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) lama, padahal sejak beberapa tahun terakhir mekanismenya sudah berubah signifikan. Sebelum mencontek format lama, penting memahami dulu format mana yang benar-benar berlaku untuk sekolah Anda saat ini.
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) adalah proses evaluasi internal yang melibatkan pemangku kepentingan sekolah untuk menilai mutu penyelenggaraan pendidikan. Namun, sejak Rapor Pendidikan diperkenalkan, mekanisme EDS untuk sebagian besar sekolah sudah tergantikan oleh proses Perencanaan Berbasis Data (PBD) yang bersumber dari data Asesmen Nasional. Artikel ini membahas format EDS mana yang relevan untuk sekolah Anda, contoh isinya, cara mengunduh, hingga cara menindaklanjuti hasilnya.
Dua Jalur EDS yang Berlaku Saat Ini
Perbedaan paling penting yang perlu dipahami sebelum mencari “contoh EDS sekolah” adalah bahwa saat ini ada dua jalur berbeda, tergantung status sekolah:
Sekolah dengan Rapor Pendidikan
Mayoritas sekolah reguler yang mengikuti Asesmen Nasional (ANBK) menggunakan Rapor Pendidikan dan Lembar Kerja PBD sebagai pengganti EDS manual lama.
Sekolah Tanpa Nilai Rapor Pendidikan
Sekolah yang tidak mengikuti AN atau nilainya tidak memadai (termasuk sebagian besar SLB) tetap menggunakan Lembar EDS terpisah yang bisa diunduh dari platform Rapor Pendidikan.
Cek dulu apakah sekolah Anda punya nilai Rapor Pendidikan aktif sebelum mencari template EDS generik dari internet — banyak contoh yang beredar sudah tidak sesuai mekanisme resmi terbaru.
Contoh Isi untuk Sekolah dengan Rapor Pendidikan (Jalur PBD)
Bagi SMP yang memiliki nilai Rapor Pendidikan, dokumen yang diunduh dari platform resmi berisi beberapa lembar kerja berikut:
| Nama Lembar | Isi & Fungsi |
|---|---|
| Laporan Rapor | Capaian indikator pendidikan sekolah berdasarkan data ANBK, Dapodik, dan sumber lain |
| Panduan Membaca PBD | Penjelasan cara menginterpretasi skor dan indikator dalam Rapor Pendidikan |
| Prioritas Rekomendasi | Daftar area prioritas yang direkomendasikan sistem untuk ditindaklanjuti sekolah |
| Seluruh Rekomendasi | Daftar rekomendasi lengkap dari seluruh indikator, tidak hanya yang prioritas |
| Lembar Kerja RKT | Format perencanaan Rencana Kegiatan Tahunan berdasarkan hasil evaluasi |
| Lembar Kerja ARKAS | Alokasi anggaran kegiatan sekolah yang selaras dengan prioritas dari Rapor Pendidikan |
Contoh Isi untuk Sekolah Tanpa Nilai Rapor Pendidikan (Lembar EDS)
Bagi sekolah yang belum memiliki nilai Rapor Pendidikan, Lembar EDS yang diunduh berisi instrumen refleksi berbasis 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP), diisi dengan menandai huruf “X” pada kolom status pencapaian. Berikut contoh potongan isi umum dari laporan EDS berbasis SNP:
| Standar | Contoh Indikator yang Dinilai |
|---|---|
| Standar Kompetensi Lulusan | Capaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa |
| Standar Isi | Kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah |
| Standar Proses | Kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran |
| Standar Penilaian | Kriteria penilaian dalam silabus, indikator pencapaian Kompetensi Dasar |
| Standar Pembiayaan | Kesesuaian RKAS dengan program peningkatan mutu sekolah |
Anggota Tim Pengembang Sekolah (TPS) mengisi kolom deskripsi indikator berdasarkan bukti fisik riil di sekolah, lalu membandingkannya dengan rubrik tahapan pengembangan untuk menentukan posisi capaian sekolah pada tiap indikator.
Siapa yang Menyusun EDS?
Tim Pengembang Sekolah (TPS)
Terdiri dari kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua peserta didik, dan pengawas sekolah.
Pengawas Sekolah
Berperan memverifikasi dan memonitor pelaksanaan EDS/PBD di lapangan.
Cara Mengunduh Data Rapor Pendidikan dan Lembar EDS
- Buka platform Rapor Pendidikan menggunakan akun resmi sekolah (belajar.id kepala sekolah/operator).
- Klik menu “Unduh” di pojok kanan atas halaman Rapor Pendidikan.
- Pilih tahun data yang ingin disajikan, lalu klik “Unduh Rapor Pendidikan” untuk mendapatkan file Excel berisi laporan dan lembar kerja PBD.
- Klik “Unduh Lembar PBD” secara terpisah jika sekolah Anda termasuk kategori yang menggunakan Lembar EDS (tidak memiliki nilai AN memadai).
- Bentuk TPS dan mulai proses identifikasi-refleksi-benahi menggunakan data yang sudah diunduh sebagai dasar penyusunan RKT dan RKAS.
Hubungan EDS/PBD dengan Akreditasi
Hasil evaluasi diri sekolah, baik melalui jalur PBD maupun Lembar EDS, menjadi salah satu dokumen pendukung dalam proses akreditasi BAN-PDM. Laporan Evaluasi Diri Sekolah berbasis Rapor Pendidikan bahkan secara eksplisit menjadi salah satu dokumen yang diminta dalam instrumen akreditasi terbaru. Pembahasan lebih lengkap soal dokumen akreditasi per komponen bisa dilihat di dokumen akreditasi SMP per komponen, atau checklist umum lintas jenjang di cek list dokumen akreditasi sekolah.
Kesalahan Umum dalam Menyusun EDS
- Menggunakan template EDS format 8 SNP lama padahal sekolah sudah memiliki Rapor Pendidikan aktif, sehingga proses jadi duplikat dan tidak efisien.
- Mengisi indikator berdasarkan asumsi tanpa bukti fisik nyata, sehingga hasil evaluasi tidak mencerminkan kondisi riil.
- Tidak menindaklanjuti hasil evaluasi ke dalam RKT/RKAS, sehingga proses EDS/PBD berhenti sebagai dokumen tanpa dampak nyata.
- Melibatkan hanya kepala sekolah tanpa unsur TPS lain, mengurangi objektivitas dan representasi kepentingan sekolah secara menyeluruh.
FAQ
Apakah semua SMP wajib mengisi Lembar EDS manual?
Tidak. Sebagian besar SMP reguler yang memiliki nilai Rapor Pendidikan menggunakan jalur PBD berbasis data ANBK, bukan Lembar EDS manual yang kini lebih banyak diperuntukkan bagi SLB atau sekolah tanpa nilai AN memadai.
Apakah hasil EDS memengaruhi jumlah dana BOS yang diterima sekolah?
Tidak. Hasil EDS tidak berhubungan langsung dengan jumlah dana BOS yang diterima, sehingga sekolah disarankan mengisi EDS sesuai keadaan riil tanpa mempertimbangkan implikasi anggaran.
Di mana contoh EDS sekolah terbaru bisa diunduh secara resmi?
Melalui platform Rapor Pendidikan resmi Kemendikdasmen, menggunakan akun sekolah, pada menu Unduh di halaman Rapor Pendidikan masing-masing satuan pendidikan.
Apakah boleh copy-paste huruf “X” saat mengisi Lembar Evaluasi Diri?
Sebaiknya isi manual sesuai kondisi tiap indikator secara individual, karena copy-paste massal berisiko tidak mencerminkan penilaian yang benar-benar dipertimbangkan untuk tiap butir.
Apa yang harus dilakukan setelah EDS/PBD selesai diisi?
Hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan menyusun Rencana Kegiatan Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang selaras dengan prioritas rekomendasi yang muncul dari data evaluasi.
Untuk mengunduh Rapor Pendidikan dan Lembar EDS sesuai status sekolah Anda, kunjungi platform resmi Rapor Pendidikan Kemendikdasmen.
Kesimpulan
Mencari “contoh EDS sekolah” tanpa memahami dulu jalur mana yang berlaku untuk sekolah Anda berisiko membuat tim akreditasi menyiapkan dokumen yang sudah tidak relevan dengan mekanisme resmi terkini. Bagi mayoritas SMP dengan nilai Rapor Pendidikan aktif, evaluasi diri kini terintegrasi dalam proses Perencanaan Berbasis Data yang lebih otomatis dan berbasis bukti objektif dari Asesmen Nasional. Sementara sekolah tanpa nilai AN memadai tetap memakai Lembar EDS manual berbasis 8 SNP yang lebih tradisional. Terlepas dari jalur mana yang berlaku, nilai sesungguhnya dari EDS bukan pada dokumennya semata, melainkan pada seberapa serius sekolah menindaklanjuti hasil evaluasi tersebut ke dalam perencanaan dan anggaran nyata untuk perbaikan mutu pendidikan.





