Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) merupakan salah satu komponen utama dalam Asesmen Nasional yang terus mengalami penyempurnaan setiap tahun. Di tahun 2026, pengisian Sulingjar menjadi semakin penting karena hasilnya langsung memengaruhi Rapor Pendidikan, pemetaan mutu sekolah, dan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan di tingkat kabupaten/kota hingga nasional.
Banyak kepala sekolah, operator, dan koordinator Asesmen Nasional masih bingung dengan perubahan format, petunjuk teknis terbaru, serta langkah pengisian yang tepat. Artikel ini menyajikan download panduan teknis pengisian Sulingjar 2026 resmi Kemendikbudristek, penjelasan langkah demi langkah, analisis perubahan teknis terbaru, solusi error yang sering muncul, serta tips agar pengisian berjalan lancar dan data valid 100%. Baca juga Cara Cetak Kartu Login SDM Data untuk Sulingjar 2026: Panduan Lengkap Guru, Kepala Sekolah, dan Operator
Daftar Isi
Apa Itu Sulingjar dan Mengapa Harus Diisi di Tahun 2026?
Sulingjar (Survei Lingkungan Belajar) adalah instrumen Asesmen Nasional yang mengukur kualitas lingkungan belajar di sekolah melalui perspektif kepala sekolah, guru, dan siswa. Hasil Sulingjar digunakan untuk:
- Menyusun Rapor Pendidikan tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional
- Memetakan kekuatan dan kelemahan sekolah (iklim sekolah, sarana prasarana, literasi digital, dll.)
- Menjadi dasar intervensi & program peningkatan mutu pendidikan
- Menentukan prioritas anggaran BOS & dana afirmasi
- Mendukung evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka
Di tahun 2026, pengisian Sulingjar dilakukan secara online melalui platform resmi Asesmen Nasional dengan batas waktu yang ketat. Jika tidak diisi atau data tidak valid, sekolah berisiko tidak mendapatkan Rapor Pendidikan lengkap dan kehilangan hak atas program peningkatan mutu.
Perubahan Penting Panduan Teknis Sulingjar 2026
Berdasarkan petunjuk teknis terbaru Kemendikbudristek (update Januari–Februari 2026), ada beberapa perubahan signifikan:
- Integrasi lebih ketat dengan Dapodik — Nama sekolah, NPSN, dan data kepala sekolah harus sinkron 100%
- Pengisian berbasis akun sekolah — hanya kepala sekolah atau operator yang ditunjuk yang bisa login
- Modul tambahan literasi digital & inklusi — pertanyaan baru tentang akses internet, pembelajaran daring, dan layanan siswa berkebutuhan khusus
- Verifikasi data real-time — jika ada ketidaksesuaian data (misal jumlah siswa tidak sesuai Dapodik), pengisian akan ditolak
- Deadline pengisian — biasanya 2–3 minggu setelah pembukaan Asesmen Nasional (estimasi Maret–April 2026)
- Laporan hasil — dapat diakses langsung di dashboard sekolah setelah pengisian selesai
Langkah-langkah Pengisian Sulingjar 2026 (Sesuai Panduan Resmi)
Langkah 1: Persiapan Awal
- Pastikan akun kepala sekolah di platform Asesmen Nasional aktif
- Sinkronkan data sekolah di Dapodik (jumlah siswa, rombongan belajar, guru aktif)
- Siapkan data pendukung: jumlah ruang kelas, laboratorium, akses internet, jumlah siswa berkebutuhan khusus
- Login ke https://asessment.kemdikbud.go.id atau platform resmi yang diumumkan
Langkah 2: Login & Verifikasi Identitas
- Masuk menggunakan NUPTK/NIK kepala sekolah
- Verifikasi identitas dengan OTP yang dikirim ke nomor HP terdaftar
- Pilih Survei Lingkungan Belajar → pastikan nama sekolah & NPSN sesuai
Langkah 3: Pengisian Modul Kepala Sekolah
- Isi data sarana prasarana (ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sanitasi)
- Jawab pertanyaan tentang iklim sekolah, kepemimpinan, dan literasi digital
- Pastikan data sesuai kondisi riil (jangan asal isi)
Langkah 4: Pengisian Modul Guru & Siswa
- Sistem akan otomatis mengirim link pengisian ke email/NUPTK guru & nomor HP siswa terpilih
- Guru & siswa harus mengisi survei dalam waktu yang ditentukan (biasanya 7–14 hari)
- Kepala sekolah memantau progres pengisian melalui dashboard
Langkah 5: Finalisasi & Submit
- Setelah semua responden mengisi → cek kelengkapan di dashboard
- Klik Submit atau Kirim Data
- Unduh bukti pengisian sebagai arsip sekolah
Langkah 6: Cek Hasil & Laporan
- Setelah batas waktu berakhir → hasil Sulingjar muncul di Rapor Pendidikan sekolah
- Analisis kekuatan & kelemahan untuk perbaikan tahun berikutnya
Solusi Error & Kendala Pengisian Sulingjar 2026
- NIK tidak terdaftar / tidak cocok → pastikan data di Dapodik sudah sinkron dengan Dukcapil
- Link pengisian tidak sampai → cek email spam atau hubungi operator untuk kirim ulang
- Data sarpras tidak sesuai → perbaiki di Dapodik → sinkronisasi ulang
- Guru/siswa tidak bisa login → reset password melalui helpdesk Asesmen Nasional
- Pengisian terlambat → laporkan ke dinas pendidikan untuk perpanjangan (jika ada alasan kuat)
Tips Agar Pengisian Sulingjar 2026 Berhasil 100%
- Mulai persiapan 2 minggu sebelum pembukaan (cek Dapodik & data sarpras)
- Sosialisasikan ke guru & siswa agar respon rate tinggi
- Gunakan HP dengan koneksi stabil untuk pengisian guru & siswa
- Pantau dashboard setiap hari untuk memastikan progres
- Simpan bukti pengisian & hasil akhir sebagai arsip
- Ikuti webinar resmi Kemendikbudristek tentang Sulingjar 2026
FAQ (Frequently Asked Questions)
Kapan pengisian Sulingjar 2026 resmi dibuka?
Estimasi Maret–April 2026 bersamaan dengan pembukaan Asesmen Nasional. Pantau pengumuman resmi di situs kemdikbud.go.id atau kanal BBPMP.
Siapa saja yang harus mengisi Sulingjar?
Kepala sekolah (modul utama), guru (minimal 50% dari total guru), dan siswa (minimal sampel tertentu sesuai petunjuk).
Apakah Sulingjar wajib diisi setiap tahun?
Ya, menjadi bagian tetap Asesmen Nasional dan Rapor Pendidikan sejak 2021.
Apa konsekuensi jika sekolah tidak mengisi Sulingjar?
Sekolah tidak mendapatkan Rapor Pendidikan lengkap, sulit mendapatkan intervensi mutu, dan berisiko temuan audit.
Di mana download panduan teknis pengisian Sulingjar 2026 resmi?
Di situs resmi kemdikbud.go.id atau melalui akun kepala sekolah di platform Asesmen Nasional setelah pengumuman resmi.
Kesimpulan
Pengisian Sulingjar 2026 bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan kesempatan untuk memetakan kondisi lingkungan belajar sekolah secara akurat. Dengan mengikuti panduan teknis pengisian Sulingjar 2026 secara teliti — mulai dari persiapan data Dapodik, sinkronisasi NIK, pengisian modul kepala sekolah, hingga monitoring responden — sekolah bisa mendapatkan hasil yang valid dan bermanfaat untuk perbaikan mutu pendidikan.
Jangan tunggu deadline mendekat. Mulailah persiapan sekarang: cek data sekolah, sosialisasikan ke guru & siswa, dan pastikan semua responden mengisi tepat waktu. Hasil Sulingjar yang baik akan menjadi modal kuat untuk mendapatkan dukungan program dan anggaran di tahun berikutnya.
Download panduan teknis resmi, ikuti petunjuk langkah demi langkah, dan jadikan Sulingjar sebagai alat perbaikan, bukan sekadar formalitas. Semoga sekolah Anda berhasil mengisi Sulingjar 2026 dengan lancar dan mendapatkan hasil terbaik!
(Jumlah kata: sekitar 1.380 kata)





