Pantau pergerakan harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk secara real-time, lengkap ulasan dan riwayat mingguan sepanjang 2026.
Halaman ini menampilkan grafik saham ADRO secara live yang mengikuti pergerakan harga setiap saat bursa buka, dilengkapi rangkuman dan analisis mingguan yang diperbarui secara berkala sepanjang tahun 2026. ADRO adalah kode saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk — nama baru dari PT Adaro Energy Indonesia Tbk setelah perusahaan memisahkan (spin-off) bisnis batu bara termalnya ke anak usaha PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) pada akhir 2024. Kini ADRO berfokus pada batu bara metalurgi (coking coal) dan pengembangan energi baru terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air dan surya.
Ulasan Minggu Ini
Saham ADRO relatif stagnan sepanjang pekan di kisaran Rp2.640, meski masih membukukan penguatan 4,3% dalam sebulan terakhir dan melesat signifikan sepanjang tahun berjalan (year-to-date). Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp169,7 miliar dalam sepekan pertengahan September, bergeser ke saham-saham mineral seperti ANTM dan BRMS yang lebih diminati di tengah reli harga nikel dan emas. Pergeseran minat investor ini konsisten dengan transformasi bisnis ADRO pasca-spin-off batu bara termal — pasar kini menilai ADRO lebih sebagai pemain metalurgi dan energi terbarukan, bukan lagi murni proksi harga batu bara termal seperti sebelumnya.
Riwayat Ringkas
Halaman ini baru mulai diperbarui sejak akhir September 2026 — riwayat minggu-minggu berikutnya akan ditambahkan di sini secara bertahap.
Tentang PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
Alamtri Resources (sebelumnya Adaro Energy Indonesia) adalah entitas induk milik keluarga Garibaldi “Boy” Thohir yang kini berfokus pada dua pilar bisnis utama: batu bara metalurgi lewat anak usaha PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta energi baru terbarukan lewat Adaro Green — mencakup proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas besar di Kalimantan Utara dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kalimantan Tengah. Bisnis batu bara termal yang dulu jadi inti perusahaan kini dijalankan sepenuhnya oleh anak usaha terpisah, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), yang sudah melantai sendiri di bursa.
Laporan keuangan resmi dan data korporasi Alamtri Resources dapat diakses melalui halaman Investor Relations resmi Alamtri, sementara data perdagangan harian ADRO dapat diverifikasi melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (IDX).
FAQ
Apakah grafik saham ADRO di halaman ini update secara real-time?
Ya, grafik menggunakan widget TradingView yang mengikuti data pasar secara langsung selama jam perdagangan bursa berlangsung.
Apakah ADRO masih perusahaan batu bara termal seperti dulu?
Tidak lagi. Sejak akhir 2024, ADRO (kini bernama Alamtri Resources) memisahkan bisnis batu bara termalnya ke anak usaha terpisah, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (kode saham AADI), dan kini berfokus pada batu bara metalurgi serta energi baru terbarukan.
Apa beda ADRO dan AADI?
ADRO (Alamtri Resources) adalah entitas induk yang kini fokus pada batu bara metalurgi dan energi terbarukan, sementara AADI (Adaro Andalan Indonesia) adalah entitas terpisah yang menjalankan bisnis batu bara termal yang dulu menjadi inti bisnis ADRO.
Apakah ulasan di halaman ini merupakan rekomendasi investasi?
Tidak. Ulasan ini bersifat informasi dan edukasi umum mengenai pergerakan saham, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham ADRO.
Kesimpulan
Halaman saham ADRO 2026 ini menjadi satu titik pantau yang selalu diperbarui — grafik live untuk melihat pergerakan terkini, ulasan mingguan untuk konteks analisis jangka pendek seperti perkembangan transformasi bisnis dan aliran dana asing, serta riwayat yang akan terus bertambah seiring waktu. Sebagai perusahaan yang tengah bertransisi dari identitas lama sebagai raksasa batu bara termal menuju fokus baru pada mineral dan energi hijau, ADRO menawarkan cerita investasi yang unik dibanding emiten tambang lain, sambil tetap mempertimbangkan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada analisis fundamental dan profil risiko masing-masing.