Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) merupakan pajak atas penghasilan berupa gaji, honorarium, dan imbalan lain yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri. Di tahun 2026, perhitungan pajak progresif PPh 21 final tetap mengacu pada Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP No. 7 Tahun 2021) dengan tarif lapisan progresif yang permanen, serta penyesuaian PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) berdasarkan inflasi.
Artikel ini menyajikan tabel pajak progresif PPh 21 final 2026 secara informatif dan edukatif. Kami analisis tarif lapisan, PTKP terbaru, contoh perhitungan untuk pegawai tetap dan non-pegawai, serta tips optimalisasi pajak. Cocok untuk karyawan, freelancer, bendahara gaji, hingga profesional pajak yang membutuhkan referensi akurat. Baca juga Kalender Pajak & Payroll 2026: Jadwal Lengkap, Deadline, & Tips HRD Indonesia
Daftar Isi
Dasar Hukum PPh 21 Progresif di Tahun 2026
Tarif progresif PPh 21 untuk orang pribadi diatur dalam Pasal 17 UU HPP, berlaku permanen sejak 2022 tanpa perubahan signifikan hingga 2026. Untuk pegawai tetap, PPh 21 biasanya tidak final (dihitung tahunan via SPT), tapi ada kasus final untuk non-pegawai atau penghasilan tertentu (misal honor rutin).
PMK terkait seperti PMK-168/2023 tentang Tarif Efektif Bulanan (TEB/TER) masih berlaku dengan penyesuaian minor untuk 2026. PTKP disesuaikan tahunan oleh Direktorat Jenderal Pajak berdasarkan inflasi (estimasi 2026 naik tipis dari 2025).
Analisis: Sistem progresif ini lebih adil karena beban pajak meningkat seiring penghasilan, mendorong kepatuhan sekaligus memberikan keringanan bagi penghasilan rendah.
Tabel Pajak Progresif PPh 21 Final 2026
Berikut tabel lapisan tarif progresif untuk Penghasilan Kena Pajak (PKP) tahunan orang pribadi:
| Lapisan PKP Tahunan | Tarif |
|---|---|
| Rp0 s.d. Rp60.000.000 | 5% |
| Di atas Rp60jt s.d. Rp250jt | 15% |
| Di atas Rp250jt s.d. Rp500jt | 25% |
| Di atas Rp500jt s.d. Rp5M | 30% |
| Di atas Rp5.000.000.000 | 35% |
*Sumber: UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
Sumber: Pasal 17 UU No. 7 Tahun 2021 (UU HPP), permanen hingga 2026.
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) 2026
PTKP adalah pengurang penghasilan bruto sebelum hitung PKP. Estimasi PTKP 2026 (penyesuaian inflasi dari 2025):
| Status Wajib Pajak | Besaran PTKP (Rp) |
|---|---|
| Wajib Pajak Sendiri (TK/0) | 54.000.000 |
| Tambahan untuk Wajib Pajak Kawin | + 4.500.000 |
| Tambahan untuk Istri (Penghasilan Digabung) | + 54.000.000 |
| Tambahan per Tanggungan (Maks. 3) | + 4.500.000 |
| Biaya Pensiun (Khusus Pensiunan) | Variabel* |
Catatan:
- Tanggungan maksimal 3 orang (Anak, Istri, atau Orang Tua).
- *Biaya pensiun dihitung 5% dari bruto (Maks. Rp2,4jt/tahun).
Analisis: PTKP 2026 diperkirakan tetap atau naik 3-5% karena inflasi rendah. Verifikasi resmi DJP saat PMK terbit.
Cara Hitung PPh 21 Progresif 2026
Perhitungan PPh 21 tahunan:
- Hitung Penghasilan Bruto Tahunan.
- Kurangi PTKP → Penghasilan Neto.
- Kurangi Biaya Jabatan (5% max Rp500.000/bulan) dan iuran pensiun → PKP.
- Terapkan tarif progresif pada PKP.
Contoh Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap
Gaji bruto tahunan Rp120.000.000, status kawin 2 anak.
- PTKP: Rp54jt (sendiri) + Rp4.5jt (kawin) + 2xRp4.5jt (anak) = Rp67.5jt.
- Neto: Rp120jt – PTKP = Rp52.5jt.
- Biaya jabatan: 5% x Rp120jt = Rp6jt (max Rp6jt/tahun).
- PKP: Rp52.5jt – Rp6jt = Rp46.5jt.
- PPh 21: 5% x Rp46.5jt = Rp2.325.000 (final jika tidak ada penghasilan lain).
Contoh PPh 21 Final Non-Pegawai (Honor)
Honor bruto Rp150jt/tahun, non-rutin.
- PKP ≈ Rp150jt – biaya.
- Pajak progresif diterapkan, final jika memenuhi kriteria.
Tips Hemat Pajak PPh 21 Legal 2026
- Manfaatkan PTKP Maksimal: Laporkan tanggungan benar.
- Investasi Pengurang Pajak: BPJS, asuransi, dana pensiun.
- Lapor SPT Tahunan: Koreksi jika terlalu potong.
- Pilih Status Kawin/Tanggungan: Update di e-Filing.
- Gunakan TER Bulanan: Bendahara pakai Tarif Efektif Rata-rata untuk akurat.
Analisis: Dengan planning, pajak efektif bisa turun 10-20%.
FAQ (Frequently Asked Questions)
-
Apa tarif tertinggi PPh 21 progresif 2026?
35% untuk PKP di atas Rp5 miliar.
-
Berapa PTKP untuk lajang di 2026?
Rp54.000.000 (estimasi, tunggu resmi DJP).
-
Apakah PPh 21 pegawai tetap final?
Tidak, biasanya tidak final kecuali penghasilan di bawah PTKP.
-
Bagaimana hitung PPh 21 honor non-pegawai?
Gunakan tarif progresif pada bruto setelah pengurang.
-
Ada perubahan tarif PPh 21 di 2026?
Tidak signifikan, tetap UU HPP dengan penyesuaian PTKP.
-
Di mana lihat tabel resmi PPh 21 2026?
Di situs pajak.go.id atau PMK DJP terbaru.
Kesimpulan
Tabel pajak progresif PPh 21 final 2026 menunjukkan sistem yang adil dengan 5 lapisan tarif hingga 35%, ditambah PTKP sebagai keringanan bagi penghasilan rendah-menengah. Dengan pemahaman cara hitung dan tips optimalisasi, wajib pajak bisa kelola kewajiban lebih efisien tanpa melanggar.
Pantau update DJP, karena PTKP dan TER bisa disesuaikan. Semoga panduan ini bantu perencanaan keuangan Anda di 2026!
Catatan: Data berdasarkan UU HPP dan estimasi Januari 2026. Verifikasi resmi DJP untuk kepastian.





