Dalam dunia administrasi perkantoran, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) merupakan dokumen resmi yang sangat penting. Baik di instansi pemerintah maupun perusahaan swasta, SPPD menjadi dasar hukum dan administrasi bagi pegawai atau karyawan yang melakukan perjalanan dinas ke luar kota maupun dalam kota.

Artikel ini akan membahas secara lengkap template Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), mulai dari pengertian, fungsi, format resmi, hingga contoh dan tips pembuatannya agar sesuai standar administrasi yang berlaku.


Pengertian Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)

Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) adalah surat resmi yang diterbitkan oleh instansi atau perusahaan sebagai bukti penugasan pegawai untuk melaksanakan perjalanan dinas tertentu dalam jangka waktu dan tujuan yang telah ditentukan.

SPPD biasanya digunakan sebagai:

  • Bukti legal penugasan
  • Dasar pencairan biaya perjalanan dinas
  • Arsip administrasi kepegawaian
  • Dokumen pendukung laporan perjalanan dinas

Di lingkungan pemerintah, format SPPD umumnya mengacu pada peraturan internal instansi atau ketentuan Kementerian Keuangan, sementara di perusahaan swasta lebih fleksibel namun tetap mengikuti prinsip surat dinas resmi.


Fungsi dan Manfaat SPPD

Penggunaan template SPPD yang benar memberikan banyak manfaat, antara lain:

  1. Legalitas Perjalanan Dinas
    Pegawai memiliki dasar hukum saat melakukan perjalanan tugas.
  2. Transparansi Biaya
    SPPD menjadi acuan perhitungan uang harian, transportasi, dan akomodasi.
  3. Administrasi yang Tertib
    Memudahkan pencatatan dan audit perjalanan dinas.
  4. Dokumen Pendukung Laporan
    Digunakan sebagai lampiran laporan hasil perjalanan dinas.

Komponen Wajib dalam Format SPPD Resmi

Agar sah dan dapat dipertanggungjawabkan, format SPPD resmi umumnya memuat beberapa komponen berikut:

1. Kop Surat Instansi atau Perusahaan

Berisi nama instansi, alamat, logo, dan kontak resmi.

2. Judul Surat

Biasanya tertulis jelas:
SURAT PERINTAH PERJALANAN DINAS (SPPD)

3. Nomor Surat

Nomor unik sesuai sistem penomoran instansi.

4. Identitas Pegawai

Meliputi:

  • Nama lengkap
  • Jabatan
  • NIP (untuk PNS) atau ID karyawan

5. Maksud dan Tujuan Perjalanan

Menjelaskan alasan dan kepentingan perjalanan dinas.

6. Tujuan dan Lama Perjalanan

Kota tujuan, tanggal berangkat, dan tanggal kembali.

7. Sumber Biaya

Misalnya APBN, APBD, atau anggaran perusahaan.

8. Tanda Tangan Pejabat Berwenang

Disertai nama terang dan jabatan.


Template Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)

Berikut contoh template SPPD sederhana yang bisa Anda sesuaikan:


SURAT PERINTAH PERJALANAN DINAS
Nomor: 001/SPPD/III/2026

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ________
Jabatan : ______

Memberikan perintah kepada:

Nama : ________
Jabatan : ______

Untuk melaksanakan perjalanan dinas ke:
Tujuan : ________
Maksud : ________
Tanggal : ________

Segala biaya yang timbul akibat perjalanan dinas ini dibebankan pada ________.

Demikian surat perintah perjalanan dinas ini dibuat untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Tempat, Tanggal
Pejabat Berwenang

(Tanda tangan & stempel)


Template ini dapat dikembangkan menjadi template SPPD Word atau contoh SPPD PDF sesuai kebutuhan instansi.


Perbedaan SPPD Instansi Pemerintah dan Perusahaan

Meskipun fungsi utamanya sama, terdapat beberapa perbedaan penting:

AspekSPPD PemerintahSPPD Perusahaan
Dasar AturanRegulasi negaraKebijakan internal
FormatLebih bakuLebih fleksibel
KomponenLebih detailDisesuaikan kebutuhan
PenggunaanPNS/ASNKaryawan swasta

Cara Membuat SPPD yang Benar dan Profesional

Agar surat perjalanan dinas terlihat profesional dan sah, perhatikan langkah berikut:

  1. Gunakan kop surat resmi
  2. Tulis tujuan perjalanan dengan jelas
  3. Cantumkan tanggal secara spesifik
  4. Gunakan bahasa formal dan baku
  5. Pastikan ditandatangani pejabat berwenang
  6. Simpan arsip digital dan cetak

Menggunakan template Surat Perintah Perjalanan Dinas yang konsisten akan sangat membantu efisiensi administrasi.


Kesalahan Umum dalam Pembuatan SPPD

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak mencantumkan sumber biaya
  • Tanggal tidak sesuai dengan realisasi perjalanan
  • Tidak ada nomor surat
  • Tanda tangan tidak sah

Kesalahan ini dapat berdampak pada penolakan klaim biaya perjalanan dinas.


FAQ – Pertanyaan Umum Seputar SPPD

1. Apakah SPPD wajib untuk perjalanan dinas?

Ya, SPPD wajib sebagai bukti penugasan resmi.

2. Apakah SPPD dan surat tugas itu sama?

Tidak sepenuhnya. Surat tugas bersifat umum, sedangkan SPPD lebih spesifik untuk perjalanan dinas dan biaya.

3. Apakah SPPD bisa dibuat dalam format digital?

Bisa. Banyak instansi menggunakan SPPD digital atau PDF selama tetap sah secara administrasi.

4. Siapa yang berhak menandatangani SPPD?

Pejabat yang memiliki kewenangan sesuai struktur organisasi.


Kesimpulan

Template Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) merupakan elemen penting dalam sistem administrasi perjalanan dinas. Dengan format yang benar, SPPD tidak hanya berfungsi sebagai surat tugas, tetapi juga sebagai dasar hukum, pencatatan keuangan, dan dokumen pendukung laporan.

Menggunakan template SPPD resmi yang rapi, jelas, dan konsisten akan meningkatkan profesionalisme instansi maupun perusahaan. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menggunakan format yang sesuai dan mengikuti kebijakan internal yang berlaku.


Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.