- Kenapa Nilai Harus Dikirim Manual ke Dapodik
- Nama Menu Berbeda Tergantung Jenjang
- Syarat Sebelum Mengirim Nilai
- Langkah Mengirim Nilai dari E-Rapor ke Dapodik
- Tahap Kedua: Sinkronisasi Dapodik ke Server Pusat
- Cara Memverifikasi Nilai Sudah Masuk ke Dapodik
- Troubleshooting Nilai Gagal Terkirim
- FAQ
- Apakah proses kirim nilai memerlukan koneksi internet?
- Kapan waktu yang tepat untuk mengirim nilai ke Dapodik?
- Apakah nilai bisa dikirim ulang jika ada revisi setelah pengiriman pertama?
- Apa yang terjadi jika nilai tidak pernah dikirim ke Dapodik?
- Apakah semua jenjang (SD, SMP, SMA, SMK) memiliki menu kirim nilai yang sama?
- Kesimpulan
Kenapa Nilai Harus Dikirim Manual ke Dapodik
Meski E-Rapor dan Dapodik saling terintegrasi, proses pengiriman nilai bukan sesuatu yang berjalan sendiri di latar belakang. Operator harus secara sadar memicu proses ini setelah memastikan seluruh nilai benar dan final — biasanya setelah rapor selesai dicetak sebagai bentuk verifikasi terakhir bahwa data sudah akurat.
Desain seperti ini masuk akal secara teknis: mengirim nilai yang belum final berisiko membuat data di Dapodik berubah-ubah setiap kali guru merevisi input, sehingga proses pengiriman sengaja dijadikan langkah eksplisit, bukan otomatis real-time.
Nama Menu Berbeda Tergantung Jenjang
Salah satu sumber kebingungan adalah penamaan menu yang tidak seragam antar jenjang pendidikan:
| Jenjang | Nama Menu di E-Rapor |
|---|---|
| SD | Syncron Nilai Dapodik |
| SMP | Kirim Nilai ke Dapodik |
| SMA/SMK | Kirim Nilai ke Dapodik / Sinkronisasi Nilai (tergantung versi aplikasi) |
Bukti Resmi Kelulusan
Nilai yang sudah masuk ke Dapodik menjadi dasar perhitungan nilai ijazah dan komponen kelulusan lainnya.
Basis Data Nasional
Data nilai yang tercatat di Dapodik ikut menjadi bagian dari data pokok pendidikan yang dipakai untuk pelaporan nasional.
Sinkron dengan SNBP
Rata-rata rapor yang menjadi komponen SNBP bersumber dari data nilai yang sudah tercatat resmi di Dapodik.
Syarat Sebelum Mengirim Nilai
- Seluruh nilai mapel untuk semua siswa di rombel terkait sudah terisi lengkap di E-Rapor, tidak ada yang kosong.
- Deskripsi capaian kompetensi sudah final, tidak akan direvisi lagi dalam waktu dekat.
- Rapor sudah dicetak dan diperiksa sebagai langkah verifikasi akhir sebelum data dikirim.
- Backup data E-Rapor sudah dilakukan sebagai antisipasi sebelum proses pengiriman berlangsung.
Langkah Mengirim Nilai dari E-Rapor ke Dapodik
- Login ke aplikasi E-Rapor menggunakan akun administrator/operator.
- Cari menu Syncron Nilai Dapodik (SD) atau Kirim Nilai ke Dapodik (SMP/SMA/SMK) pada dashboard.
- Klik opsi Cek dan Ambil Nilai Siswa yang Akan Dikirim untuk memuat data yang siap diproses.
- Tunggu proses pengecekan kelengkapan nilai selesai — sistem akan memverifikasi apakah semua nilai sudah terisi dengan benar.
- Setelah pengecekan selesai, klik tombol Sinkronisasi Nilai ke Dapodik yang muncul di bagian bawah layar.
- Tunggu proses pengiriman data selesai — proses ini bisa dilakukan tanpa koneksi internet karena hanya memindahkan data ke aplikasi Dapodik di komputer yang sama.
- Setelah muncul notifikasi berhasil, nilai secara teknis sudah masuk ke database Dapodik lokal.
Tahap Kedua: Sinkronisasi Dapodik ke Server Pusat
Setelah nilai berhasil masuk ke Dapodik lokal, langkah berikutnya adalah memastikan data tersebut benar-benar tercatat di server nasional:
- Buka aplikasi Dapodik, login sebagai operator sekolah.
- Buka menu Validasi, pastikan tidak ada data invalid terkait nilai yang baru masuk.
- Pastikan komputer terhubung ke internet yang stabil.
- Jalankan proses Sinkronisasi seperti biasa untuk mengirim seluruh data terbaru, termasuk nilai yang baru dikirim dari E-Rapor, ke server pusat.
- Tunggu hingga proses selesai dan mendapat konfirmasi sinkronisasi berhasil.
Cara Memverifikasi Nilai Sudah Masuk ke Dapodik
- Login ke Dapodik, buka menu Peserta Didik, pilih salah satu siswa sebagai sampel.
- Cek rincian nilai pada rombel dan mapel terkait untuk memastikan angka sudah tampil, bukan lagi keterangan kosong.
- Ulangi pengecekan untuk beberapa siswa dari rombel berbeda guna memastikan seluruh data terkirim dengan benar, tidak hanya sebagian.
Troubleshooting Nilai Gagal Terkirim
| Masalah | Penyebab Umum | Solusi |
|---|---|---|
| Tombol kirim nilai tidak aktif | Masih ada nilai siswa yang kosong di E-Rapor | Lengkapi seluruh nilai terlebih dahulu sebelum mencoba kirim ulang |
| Proses pengecekan macet di tengah jalan | Jumlah data terlalu besar atau aplikasi belum update | Update E-Rapor ke versi terbaru, coba proses per rombel jika tersedia |
| Nilai sudah dikirim tapi tidak muncul di Dapodik | Belum dilakukan sinkronisasi Dapodik ke server pusat | Jalankan sinkronisasi Dapodik secara terpisah setelah proses kirim nilai |
| Data nilai di Dapodik masih versi lama | Sinkronisasi terakhir dilakukan sebelum nilai baru dikirim dari E-Rapor | Kirim ulang nilai dari E-Rapor, lalu sinkronkan kembali Dapodik |
Baca Panduan Setup Client-Server E-Rapor
FAQ
Apakah proses kirim nilai memerlukan koneksi internet?
Tidak untuk tahap kirim dari E-Rapor ke Dapodik lokal, karena berlangsung di komputer yang sama. Namun, sinkronisasi Dapodik ke server pusat tetap membutuhkan koneksi internet stabil.
Kapan waktu yang tepat untuk mengirim nilai ke Dapodik?
Setelah seluruh nilai final dan rapor sudah dicetak sebagai bentuk verifikasi akhir, bukan saat nilai masih dalam proses input atau revisi.
Apakah nilai bisa dikirim ulang jika ada revisi setelah pengiriman pertama?
Bisa, ulangi proses kirim nilai dari E-Rapor setelah revisi selesai, lalu lakukan sinkronisasi Dapodik kembali agar data terbaru tercatat di server pusat.
Apa yang terjadi jika nilai tidak pernah dikirim ke Dapodik?
Data nilai hanya akan tersimpan di E-Rapor dan tidak akan tercatat sebagai bagian dari data pokok pendidikan nasional, yang bisa berdampak pada proses seperti perhitungan nilai ijazah.
Apakah semua jenjang (SD, SMP, SMA, SMK) memiliki menu kirim nilai yang sama?
Konsepnya sama, namun penamaan menu bisa berbeda — SD umumnya memakai istilah “Syncron Nilai Dapodik”, sementara SMP/SMA/SMK memakai istilah “Kirim Nilai ke Dapodik”.
Kesimpulan
Mengirim nilai dari E-Rapor ke Dapodik adalah langkah penutup yang tidak boleh dilewatkan setelah rapor selesai dicetak, karena tanpa langkah ini, nilai siswa tidak akan pernah tercatat resmi di data pokok pendidikan nasional meski sudah terlihat lengkap di E-Rapor. Memahami bahwa prosesnya terdiri dari dua tahap — kirim nilai ke Dapodik lokal, lalu sinkronisasi Dapodik ke server pusat — akan membantu operator menghindari kesalahpahaman bahwa data sudah otomatis tercatat begitu proses kirim pertama selesai. Jadikan verifikasi nilai di Dapodik sebagai langkah pemeriksaan akhir sebelum benar-benar menutup periode penilaian semester.





