Mengajar di Dua Sekolah Berarti Mengisi Sulingjar Dua Kali, Bukan Sekali untuk Keduanya

Ini adalah aturan yang paling sering menimbulkan kebingungan: satu orang guru, tapi wajib menyelesaikan dua sesi pengisian yang sepenuhnya terpisah.

Guru yang tercatat mengajar di lebih dari satu satuan pendidikan wajib mengisi Sulingjar untuk setiap sekolah tempatnya terdaftar sebagai pendidik di Dapodik atau EMIS. Ketentuan ini berlaku karena Sulingjar memotret kondisi lingkungan belajar di tingkat satuan pendidikan, sehingga jawaban dari sekolah A tidak bisa mewakili kondisi di sekolah B, meski gurunya orang yang sama.

Kenapa Harus Diisi Terpisah, Bukan Sekali Saja

Hasil Dilaporkan per Satuan Pendidikan

Data Sulingjar diagregasi di tingkat sekolah, sehingga setiap sekolah butuh datanya sendiri untuk membentuk profil pendidikannya masing-masing.

Kondisi Tiap Sekolah Bisa Sangat Berbeda

Fasilitas, iklim keamanan, dan praktik kepemimpinan di sekolah A belum tentu sama dengan sekolah B, sehingga jawaban yang digabung justru mengaburkan data.

Perbedaan Data pada Setiap Kartu Login

Karena terdaftar di dua satuan pendidikan berbeda, guru akan menerima dua kartu login yang berbeda pula:

Data pada KartuBerubah Antarsekolah?
NPSNBerbeda, sesuai NPSN masing-masing sekolah
TokenBerbeda, unik untuk tiap penugasan di sekolah tersebut
NIKSama, karena identitas personal tidak berubah
Tanggal LahirSama, karena identitas personal tidak berubah
Penting: jangan tertukar menggunakan kartu sekolah A untuk login ke sesi sekolah B. NPSN pada kartu harus sesuai dengan sekolah yang sedang Anda akses, meski NIK dan tanggal lahir Anda tetap sama di kedua kartu.

Langkah Mengisi Sulingjar untuk Guru Dua Sekolah

  1. Pastikan menerima dua kartu login dari masing-masing operator sekolah tempat Anda mengajar, biasanya diserahkan terpisah oleh operator sekolah A dan operator sekolah B.
  2. Beri tanda pada tiap kartu — misalnya menuliskan nama sekolah di sudut kartu — agar tidak tertukar saat proses pengisian.
  3. Login sesi pertama menggunakan kartu sekolah A, lalu selesaikan seluruh pertanyaan berdasarkan kondisi nyata di sekolah tersebut.
  4. Kirim jawaban sesi pertama dan pastikan muncul notifikasi berhasil sebelum menutup halaman.
  5. Ulangi proses login menggunakan kartu sekolah B secara terpisah, dengan sesi baru yang tidak berhubungan dengan sesi sebelumnya.
  6. Jawab kuesioner sekolah B berdasarkan kondisi nyata di sekolah tersebut, bukan menyalin jawaban dari sesi sekolah A.

Tips Menjawab Sesuai Kondisi Masing-masing Sekolah

Godaan paling umum bagi guru dua sekolah adalah menjawab dengan pola yang sama di kedua sesi karena merasa “kan saya orang yang sama, jadi jawabannya pasti sama juga”. Padahal pernyataan dalam instrumen menanyakan kondisi spesifik di satuan pendidikan tempat Anda mengajar saat itu — mulai dari fasilitas yang tersedia, dukungan kepala sekolah setempat, hingga iklim keamanan di lingkungan sekolah tersebut. Jawablah setiap sesi berdasarkan pengalaman nyata Anda di sekolah yang bersangkutan, meski itu berarti jawabannya bisa jauh berbeda antara sekolah A dan sekolah B.

Kendala Umum yang Sering Dialami Guru Dua Sekolah

Beberapa kendala yang sering muncul antara lain salah satu sekolah belum mencetak kartu login karena operatornya belum sempat, kartu tertukar sehingga token ditolak sistem, atau guru lupa bahwa harus login dua kali sehingga hanya menyelesaikan satu sesi. Jika token ditolak, kemungkinan besar Anda memakai kartu yang salah — baca panduan cara mengatasi token Sulingjar tidak valid untuk memeriksa kembali kecocokan data. Jika salah satu sekolah belum mengeluarkan kartu, koordinasikan langsung dengan operator sekolah tersebut agar tidak tertinggal dari jadwal pengisian.

Buka Portal Login Sulingjar

FAQ

Apakah guru yang mengajar di dua sekolah wajib mengisi Sulingjar dua kali?

Ya, wajib mengisi survei terpisah untuk setiap sekolah tempatnya tercatat sebagai pendidik di Dapodik atau EMIS.

Bolehkah menjawab dengan pola yang sama di kedua sesi karena gurunya sama?

Sebaiknya tidak. Jawablah berdasarkan kondisi nyata di masing-masing sekolah, karena fasilitas dan iklim tiap sekolah bisa berbeda meski gurunya orang yang sama.

Apakah NIK dan tanggal lahir di kedua kartu login akan berbeda?

Tidak, keduanya tetap sama karena merupakan identitas personal. Yang berbeda adalah NPSN dan token, karena terkait penugasan di sekolah masing-masing.

Bagaimana jika salah satu sekolah belum mengeluarkan kartu login?

Koordinasikan langsung dengan operator sekolah tersebut agar kartu segera dicetak, tanpa menunggu mendekati batas akhir periode pengisian.

Apa yang terjadi jika saya hanya mengisi satu sekolah saja?

Sekolah yang belum diisi datanya tidak akan lengkap untuk keperluan profil pendidikannya, sehingga tetap disarankan menyelesaikan pengisian di kedua sekolah.

Kesimpulan

Bagi guru yang mengajar di dua sekolah, tantangan terbesar bukan pada kerumitan teknis, melainkan pada kedisiplinan menyelesaikan dua sesi terpisah dengan jawaban yang benar-benar mencerminkan kondisi masing-masing sekolah. Menyamakan jawaban demi kepraktisan justru bertentangan dengan tujuan Sulingjar itu sendiri, yaitu memetakan kondisi riil tiap satuan pendidikan secara independen. Siapkan kedua kartu login sejak awal, beri tanda agar tidak tertukar, dan luangkan waktu terpisah untuk masing-masing sesi agar hasilnya benar-benar mewakili kondisi di kedua sekolah tempat Anda mengabdi.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *