8 Bank Penerbit Tahap Pertama Kartu Kredit Indonesia (KKI)
Mengenal profil, peran, dan fitur utama dari delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran yang menjadi pionir KKI Segmen Ritel sejak diluncurkan Bank Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Sehari setelah Kartu Kredit Indonesia (KKI) resmi diperluas ke segmen ritel, banyak masyarakat bertanya-tanya: bank mana saja yang sudah bisa menerbitkan kartu domestik ini? Bank Indonesia (BI) telah mengonfirmasi delapan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang menjadi penerbit tahap pertama KKI. Artikel ini mengulas satu per satu profil bank tersebut, apa peran masing-masing, serta fitur utama KKI Ritel yang akan mereka tawarkan kepada nasabah, baik untuk keperluan pribadi maupun korporasi.
Kenapa Baru 8 Bank yang Jadi Penerbit Tahap Pertama?
Bank Indonesia tidak langsung membuka KKI Ritel untuk seluruh bank secara serentak. Pada peluncuran perdana ini, hanya PJP yang sudah lulus proses kesiapan teknis dan pemenuhan ketentuan BI yang boleh menerbitkan KKI. Ke depannya, BI membuka peluang bagi seluruh PJP, baik bank maupun lembaga selain bank, untuk menyusul menjadi penerbit, selama memenuhi persyaratan infrastruktur dan kehati-hatian yang ditetapkan. Skema bertahap ini sejalan dengan pola peluncuran QRIS beberapa tahun lalu, yang juga dimulai dari sejumlah bank besar sebelum akhirnya meluas ke ratusan penyelenggara jasa pembayaran lain.
Daftar 8 Bank Penerbit Tahap Pertama KKI
| Bank / PJP | Skema Layanan | Kanal Digital Existing |
|---|---|---|
| BCA | Konvensional | myBCA |
| Bank Mandiri | Konvensional | Livin’ by Mandiri |
| BNI | Konvensional | wondr by BNI |
| BRI | Konvensional | BRImo |
| CIMB Niaga | Konvensional | OCTO Mobile |
| Permata Bank | Konvensional | PermataMobile X |
| Bank Mega | Konvensional | M-Smile |
| Bank Syariah Indonesia (BSI) | Syariah | BYOND by BSI |
Ketujuh bank pertama berperan sebagai first mover dengan skema konvensional, sementara BSI berstatus next mover yang mengembangkan KKI khusus skema pembiayaan berbasis prinsip syariah. Kanal digital yang tercantum di atas adalah aplikasi mobile banking utama masing-masing bank yang sudah berjalan; berdasarkan pola integrasi fitur pembayaran baru sebelumnya seperti QRIS, aplikasi-aplikasi inilah yang paling mungkin menjadi pintu masuk aktivasi dan penggunaan KKI ke depannya, meski detail teknis final tetap mengikuti pengumuman resmi tiap bank.
Profil Singkat Delapan Bank Penerbit
BCA
Bank swasta terbesar di Indonesia dari sisi aset, dengan basis nasabah ritel dan korporasi yang luas serta ekosistem pembayaran digital yang matang lewat myBCA dan Sakuku.
Bank Mandiri
Bank BUMN dengan jaringan cabang terluas di Indonesia, dikenal lewat Livin’ by Mandiri sebagai super app finansial yang sudah menjangkau puluhan juta pengguna.
BNI
Bank BUMN dengan fokus kuat pada nasabah korporasi, BUMN, dan segmen pemerintah, sehingga pengalamannya di KKI Segmen Pemerintah sebelumnya menjadi modal penting.
BRI
Bank BUMN dengan basis nasabah UMKM dan ritel terbesar di Indonesia lewat BRImo, sehingga adopsi KKI berpotensi cepat menjangkau segmen mikro dan kecil.
CIMB Niaga
Bank swasta besar dengan pengalaman panjang di produk kartu kredit konvensional dan digital banking lewat OCTO Mobile.
Permata Bank
Bank swasta yang dikenal agresif dalam inovasi digital banking, termasuk fitur-fitur pembayaran modern di PermataMobile X.
Bank Mega
Bank swasta dengan portofolio kartu kredit co-brand yang kuat, memberi pengalaman relevan dalam mengelola produk kartu berbasis kredit.
BSI
Bank syariah hasil merger terbesar di Indonesia, menjadi satu-satunya penerbit KKI dengan skema pembiayaan berbasis prinsip syariah pada tahap awal ini.
Fitur Utama KKI Ritel
Terlepas dari bank penerbitnya, KKI Ritel yang diluncurkan pada tahap pertama ini memiliki sejumlah fitur dasar yang berlaku sama di seluruh PJP, karena mengacu pada ketentuan Bank Indonesia yang seragam.
Bentuk Kartu Digital
Pada tahap awal, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital, belum berupa kartu fisik, khusus sebagai sumber dana transaksi QRIS.
Sumber Dana QRIS Scan & Tap
KKI bisa dipakai untuk transaksi QRIS Merchant Presented Mode (scan) maupun QRIS Tap (nirsentuh), dengan limit hingga Rp10 juta per transaksi.
Pemrosesan 100% Domestik
Seluruh transaksi diproses melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional, tidak melewati jaringan prinsipal internasional.
Konvensional & Syariah
Tersedia dua skema layanan sesuai kebutuhan nasabah, mengikuti produk yang disediakan masing-masing bank penerbit.
Individu & Korporasi
KKI Ritel bisa dimiliki dan digunakan baik oleh perorangan maupun entitas bisnis, memperluas cakupan penggunaannya.
MDR Kompetitif
Merchant Discount Rate untuk transaksi QRIS via KKI berkisar 0 persen hingga 0,7 persen, sejalan dengan kebijakan MDR QRIS yang sudah berjalan.
Roadmap Pengembangan KKI Ritel ke Depan
Bank Indonesia menegaskan bahwa peluncuran 17 Agustus 2026 baru tahap awal. Pengembangan fitur KKI akan dilakukan secara bertahap mengikuti tiga fase berikut.
Pembayaran QRIS (tahap berjalan)KKI diterbitkan sebagai kartu digital, berfungsi sebagai sumber dana transaksi QRIS scan maupun tap di jutaan merchant yang sudah ada.
Pembayaran online (online payment)Tahap selanjutnya memungkinkan KKI dipakai untuk transaksi belanja daring, memperluas fungsi dari sekadar QRIS ke pembayaran e-commerce.
Penerbitan kartu fisikTahap akhir roadmap adalah penerbitan KKI dalam bentuk kartu fisik, sehingga bisa digunakan di mesin EDC berlogo GPN layaknya kartu kredit konvensional.
Analisis: Apa Artinya Delapan Bank Ini bagi Nasabah?
Dipilihnya delapan bank ini sebagai penerbit tahap pertama bukan kebetulan. Kombinasi bank BUMN (Mandiri, BNI, BRI) dan bank swasta besar (BCA, CIMB Niaga, Permata, Mega), ditambah satu bank syariah terbesar (BSI), menunjukkan BI ingin memastikan KKI langsung menjangkau basis nasabah yang sangat luas sejak hari pertama, mulai dari nasabah ritel harian, pelaku UMKM, hingga korporasi. Bagi calon pengguna, ini berarti kemungkinan besar bank tempat Anda sudah punya rekening akan menjadi salah satu penerbit KKI, sehingga proses pengajuan berpotensi lebih mudah karena data nasabah sudah tersedia di sistem bank tersebut.
Namun perlu dicatat, karena tahap pertama masih berbentuk kartu digital untuk QRIS saja, manfaat KKI belum akan terasa signifikan bagi nasabah yang terbiasa bertransaksi lewat kartu fisik atau belanja online. Kombinasi fitur yang lebih lengkap baru akan terlihat begitu fase pembayaran online dan kartu fisik mulai digulirkan oleh masing-masing bank penerbit.
Bank apa saja yang jadi penerbit tahap pertama KKI?
Delapan bank penerbit tahap pertama adalah BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, Bank Mega, dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Apakah semua bank tersebut menyediakan skema syariah?
Tidak. Tujuh bank berperan sebagai first mover dengan skema konvensional, sementara BSI menjadi satu-satunya penerbit dengan skema pembiayaan berbasis prinsip syariah pada tahap awal ini.
Apakah KKI tahap pertama sudah berbentuk kartu fisik?
Belum. Pada tahap awal, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital khusus sebagai sumber dana transaksi QRIS. Kartu fisik direncanakan hadir di tahap pengembangan berikutnya.
Bagaimana cara mengaktifkan atau mengajukan KKI dari bank-bank tersebut?
Karena KKI masih baru diluncurkan, mekanisme pengajuan detail per bank akan mengikuti pengumuman resmi masing-masing lewat aplikasi mobile banking mereka, seperti myBCA, Livin’ by Mandiri, wondr by BNI, atau BRImo.
Apakah bank lain di luar delapan PJP ini bisa menyusul menerbitkan KKI?
Bisa. Bank Indonesia membuka peluang bagi seluruh PJP, baik bank maupun lembaga selain bank, untuk menjadi penerbit KKI selanjutnya, asalkan memenuhi persyaratan kesiapan yang ditetapkan BI.
Ingin memahami lebih dulu konsep dasar dan cara kerja KKI secara menyeluruh?
Baca Panduan Lengkap: Apa Itu KKIKesimpulan
Kehadiran delapan bank penerbit tahap pertama KKI menjadi penanda bahwa Bank Indonesia serius menggarap ekosistem pembayaran kredit domestik secara bertahap, bukan sekadar peluncuran seremonial. Kombinasi bank BUMN, swasta besar, dan bank syariah memastikan hampir seluruh segmen nasabah punya akses masuk ke KKI sejak awal, sesuai dengan bank tempat mereka sudah menjadi nasabah selama ini.
Bagi Anda yang tertarik mencoba, langkah paling realistis saat ini adalah memantau pengumuman resmi dari bank tempat Anda menabung, karena fitur KKI kemungkinan besar akan diaktifkan langsung lewat aplikasi mobile banking yang sudah Anda gunakan sehari-hari, tanpa perlu membuka rekening baru di bank lain.





