Update Juli 2026

BI Rate naik ke 5,75% pada Juni 2026, tapi bunga deposito bank BUMN justru masih jauh di bawah level itu. Banyak nasabah bingung kenapa kenaikan suku bunga acuan tidak langsung berbanding lurus dengan bunga deposito yang mereka terima. Artikel ini membedah perbandingan bunga deposito BRI, BNI, dan Mandiri per tenor, setoran awal, hingga simulasi pendapatan bersih setelah pajak — supaya kamu bisa memilih tenor dan bank yang paling sesuai kebutuhan.

Catatan penting: Angka suku bunga di artikel ini merupakan snapshot per pertengahan Juli 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan masing-masing bank serta arah BI Rate. Selalu verifikasi angka terkini langsung di situs resmi bri.co.id, bni.co.id, bankmandiri.co.id, dan batas penjaminan di lps.go.id sebelum menempatkan dana. Artikel ini bersifat edukasi, bukan nasihat investasi.

Kenapa Bunga Deposito Tidak Selalu Naik Mengikuti BI Rate

Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin secara agregat pada Juni 2026 menjadi 5,75%, namun bank-bank BUMN cenderung mempertahankan suku bunga deposito mereka tanpa perubahan signifikan hingga pertengahan Juli 2026. Ini terjadi karena bank besar dengan likuiditas kuat tidak selalu perlu menaikkan bunga simpanan untuk menarik dana pihak ketiga, berbeda dengan bank kecil yang lebih agresif menaikkan bunga demi bersaing menghimpun dana.

Perbandingan Bunga Deposito Tertinggi BRI, BNI, Mandiri

BRI

3,50%

Tertinggi di tenor 3 bulan. Tenor 1 bulan 3,25%, tenor 6/12/24/36 bulan stabil di 3,00%. Setoran awal mulai Rp1 juta lewat BRImo atau Rp10 juta di cabang.

BNI

2,75%

Tertinggi di tenor 6 bulan. Tenor 1 bulan 2,25%, tenor 3 bulan 2,50%, tenor 12/24 bulan kembali ke 2,50%. Setoran awal mulai Rp5 juta.

Mandiri

2,50%

Tertinggi di tenor 6, 12, dan 24 bulan secara merata. Tenor 1 dan 3 bulan di 2,25%. Setoran awal mulai Rp1 juta lewat Livin’ by Mandiri atau Rp10 juta di cabang.

Dari perbandingan ini, BRI konsisten menawarkan bunga tertinggi di antara ketiga bank BUMN untuk hampir semua tenor, terutama di tenor pendek 3 bulan. Namun bunga tertinggi bukan satu-satunya pertimbangan — setoran awal, kemudahan akses digital, dan kebutuhan likuiditas dana juga perlu diperhitungkan sebelum memutuskan.

Tabel Lengkap Suku Bunga per Tenor

TenorBRIBNIMandiri
1 bulan3,25%2,25%2,25%
3 bulan3,50%2,50%2,25%
6 bulan3,00%2,75%2,50%
12 bulan3,00%2,50%2,50%
24 bulan3,00%2,50%2,50%

Perlu dicatat, seluruh simpanan deposito di bank ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai batas maksimum penjaminan yang berlaku, sehingga risiko kehilangan dana relatif rendah selama suku bunga yang ditawarkan tidak melebihi batas penjaminan LPS yang berlaku saat itu.

Simulasi Pendapatan Bersih Setelah Pajak

Bunga deposito kena PPh Final 20%

Pendapatan bunga deposito di Indonesia dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 20% dari bruto bunga, dipotong langsung oleh bank setiap kali bunga dibayarkan. Artinya, bunga nominal yang tertera di brosur bank bukan angka bersih yang benar-benar kamu terima.

Sebagai ilustrasi, jika kamu menempatkan Rp100 juta di deposito BRI tenor 3 bulan dengan bunga 3,50% per tahun, bunga kotor selama 3 bulan sekitar Rp875.000. Setelah dipotong PPh Final 20%, pendapatan bersih yang diterima sekitar Rp700.000. Simulasi ini hanya ilustrasi kasar; gunakan kalkulator resmi di aplikasi masing-masing bank untuk angka yang lebih presisi sesuai kondisi terkini.

Tips Memilih Tenor dan Bank yang Tepat

Kalau butuh dana cair dalam waktu dekat

Pilih tenor pendek seperti 1 atau 3 bulan agar dana tidak terlalu lama terkunci, meski konsekuensinya suku bunga yang didapat biasanya lebih rendah dibanding tenor menengah.

Kalau ingin dana benar-benar didiamkan jangka menengah

Tenor 6-12 bulan sering menawarkan titik keseimbangan terbaik antara suku bunga dan fleksibilitas, terutama di BNI yang justru bunga tertingginya ada di tenor 6 bulan, bukan tenor terpanjang.

Kalau modal awal terbatas

BRI dan Mandiri menawarkan setoran awal lebih ringan lewat aplikasi digital (mulai Rp1 juta) dibanding pembukaan di cabang yang umumnya mensyaratkan Rp10 juta ke atas.

Deposito vs Instrumen Investasi Lain

Risiko rendah, dijamin LPS
Bunga tetap, mudah diprediksi
Return relatif kecil dibanding saham/reksa dana
Dana kurang likuid sebelum jatuh tempo

Deposito paling cocok untuk dana darurat jangka menengah atau tujuan finansial dengan jangka waktu pasti, bukan untuk mengejar pertumbuhan aset agresif. Jika tujuanmu adalah dana pendidikan anak dengan jangka waktu lebih panjang dan ada komponen proteksi tambahan, pertimbangkan juga produk tabungan berjangka yang dibahas di Tabungan Pendidikan Anak BNI vs BRI 2026: Mana yang Cocok?.

Untuk gambaran produk perbankan lain seperti tabungan dan KPR di luar BRI/BNI/Mandiri, kamu juga bisa membandingkan dengan Produk Bank BCA 2026: Panduan Lengkap Tabungan hingga KPR.

Cek simulasi bunga dan buka deposito langsung lewat kanal resmi masing-masing bank.

FAQ: Deposito BRI BNI Mandiri Bunga Tertinggi

Bank mana yang menawarkan bunga deposito tertinggi di antara BRI, BNI, dan Mandiri?
Per Juli 2026, BRI menawarkan bunga tertinggi di antara ketiga bank BUMN, terutama untuk tenor 3 bulan di angka 3,50%. Namun angka ini bisa berubah, jadi tetap cek update terbaru di situs resmi masing-masing bank.
Apakah dana deposito benar-benar aman?
Aman selama suku bunga yang ditawarkan tidak melebihi batas penjaminan LPS yang berlaku dan bank penerbit merupakan peserta penjaminan LPS resmi, yang mencakup seluruh bank BUMN seperti BRI, BNI, dan Mandiri.
Apakah bunga deposito kena pajak?
Ya, bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20% dari bruto bunga, dipotong otomatis oleh bank setiap kali bunga dibayarkan ke rekening nasabah.
Apakah deposito bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?
Bisa, namun umumnya dikenakan penalti berupa pengurangan atau penghilangan bunga yang sudah berjalan. Kebijakan penalti berbeda-beda di tiap bank, jadi cek syarat dan ketentuan sebelum membuka rekening.
Berapa setoran awal minimal untuk membuka deposito?
Bervariasi tergantung bank dan kanal pembukaan. BRI dan Mandiri menawarkan setoran mulai Rp1 juta lewat aplikasi digital, sementara BNI mensyaratkan minimal Rp5 juta.

Kesimpulan

Perbandingan bunga deposito BRI, BNI, dan Mandiri per Juli 2026 menunjukkan BRI unggul di sebagian besar tenor, tapi selisih bunga antar bank BUMN ini sebenarnya tidak terlalu jauh dan sama-sama berada di bawah level BI Rate maupun batas penjaminan LPS. Yang lebih penting dari sekadar mengejar angka bunga tertinggi adalah menyesuaikan tenor dengan kebutuhan likuiditas dana, memperhitungkan potongan PPh Final 20%, dan memastikan bank tempat kamu menempatkan dana benar-benar terdaftar sebagai peserta penjaminan LPS. Bandingkan simulasi resmi dari ketiga bank sebelum memutuskan, dan jangan lupa cek ulang angka terbaru karena suku bunga deposito bisa berubah kapan saja mengikuti kebijakan bank dan arah suku bunga acuan Bank Indonesia.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *