- Apa Itu Catatan Kaki dan Mengapa Penting?
- Perbedaan Footnote, Endnote, dan Bodynote
- Aturan Umum Menulis Catatan Kaki
- Format Menulis Catatan Kaki Berdasarkan Gaya Sitasi
- Cara Menulis Catatan Kaki dari Berbagai Sumber
- 5 Kesalahan Fatal Saat Menulis Catatan Kaki
- Tools Otomatis untuk Membuat Catatan Kaki
- FAQ: Pertanyaan Seputar Menulis Catatan Kaki
- Kesimpulan
Menulis catatan kaki adalah keterampilan fundamental dalam penulisan akademik yang sering jadi penentu nilai skripsi, tesis, atau jurnal ilmiah. Sayangnya, banyak mahasiswa masih bingung membedakan format APA, MLA, dan Chicago, hingga akhirnya kena revisi dosen atau dituduh plagiat.
Artikel ini akan membedah tuntas cara menulis catatan kaki yang benar. Kita akan bahas mulai dari fungsi, aturan baku, contoh dari berbagai sumber, hingga tools otomatis yang bisa kamu pakai. Panduan ini disusun berdasarkan Publication Manual of the APA 7th Edition, MLA Handbook 9th Edition, dan The Chicago Manual of Style 17th Edition.
Apa Itu Catatan Kaki dan Mengapa Penting?
Catatan kaki atau footnote adalah keterangan tambahan yang dicantumkan di bagian bawah halaman untuk merujuk sumber kutipan, memberi penjelasan, atau komentar yang tidak muat di badan teks utama[^1].
4 Fungsi Utama Catatan Kaki dalam Karya Ilmiah
- Bukti Kredibilitas: Menunjukkan bahwa argumen kamu didukung data dan riset sebelumnya. Ini aspek Experience dan Expertise dalam E-E-A-T.
- Menghindari Plagiarisme: Memberi atribusi ke penulis asli. Plagiarisme bisa berujung DO dari kampus.
- Mempermudah Verifikasi: Pembaca dan dosen pembimbing bisa melacak sumber asli yang kamu pakai.
- Memberi Ruang Catatan Tambahan: Menjelaskan istilah teknis tanpa mengganggu alur baca utama.
Tanpa catatan kaki yang valid, karya tulis kehilangan Authoritativeness dan Trustworthiness. Jurnal bereputasi seperti SINTA 1 atau Scopus akan langsung menolak naskah dengan sitasi berantakan.
Perbedaan Footnote, Endnote, dan Bodynote
Sebelum masuk ke cara menulis catatan kaki, pahami dulu 3 istilah ini:
| Jenis | Letak | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| Footnote | Bawah halaman yang sama | Gaya Chicago, tugas kuliah, skripsi di Indonesia |
| Endnote | Akhir bab atau akhir dokumen | Buku tebal agar halaman tidak penuh |
| Bodynote | Dalam teks, format (Nama, Tahun) | Gaya APA & MLA yang dominan saat ini |
Catatan: APA 7th dan MLA 9th sebenarnya sudah jarang pakai footnote untuk sitasi. Mereka pakai in-text citation. Tapi kampus di Indonesia banyak yang masih mewajibkan format footnote gaya lama untuk skripsi.
Aturan Umum Menulis Catatan Kaki
Terlepas dari gayanya, ada aturan dasar yang berlaku universal:
- Nomor Superscript: Pakai angka kecil di atas, urut dari 1 di setiap bab. Contoh: …seperti dijelaskan ahli[^2].
- Jarak 1 Spasi: Isi catatan kaki diketik 1 spasi, font 10 pt, lebih kecil dari badan teks 12 pt.
- Garis Pemisah: Ada garis sepanjang 5 cm yang memisahkan teks utama dengan footnote.
- Urutan Unsur: Umumnya: Nama Pengarang, Judul, (Kota: Penerbit, Tahun), hlm. X.
Format Menulis Catatan Kaki Berdasarkan Gaya Sitasi
Ini bagian paling krusial. Salah format = revisi.
1. Format Chicago Style – Paling Umum untuk Footnote
Chicago adalah “rajanya footnote”. Dipakai di bidang sejarah, seni, humaniora.
Rumus Buku 1 Pengarang:
Nomor. Nama Depan Nama Belakang, Judul Buku Cetak Miring (Kota Terbit: Penerbit, Tahun), halaman.
Contoh:
[^3] Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah (Yogyakarta: Bentang, 2018), hlm. 45.
Rumus Jurnal:
Nomor. Nama Depan Nama Belakang, “Judul Artikel,” Nama Jurnal Volume, no. Nomor (Tahun): halaman.
Contoh:
[^4] Sri Margana, “Ulama dan Kuasa di Jawa Abad ke-19,” Jurnal Sejarah 12, no. 1 (2020): 22.
Rumus Website:
Nomor. “Judul Halaman,” Nama Website, diakses 4 Juli 2026, URL.
Contoh:
[^5] “Statistik Pendidikan Indonesia,” Badan Pusat Statistik, diakses 4 Juli 2026, https://www.bps.go.id.
Singkatan Penting di Chicago:
- Ibid.: Ibidem, artinya ‘pada tempat yang sama’. Dipakai kalau sumbernya sama persis dengan footnote tepat di atasnya. Contoh: [^6] Ibid., hlm. 50.
- Op. cit.: Opere citato, ‘dalam karya yang telah dikutip’. Dipakai kalau sudah diselingi sumber lain. Contoh: [^7] Kuntowijoyo, op. cit., hlm. 88.
- Loc. cit.: Loco citato, ‘pada tempat yang telah dikutip’. Sama seperti op. cit. tapi halamannya juga sama.
2. Format APA Style 7th Edition – Dominan di Sains & Psikologi
APA 7th tidak lagi menyarankan footnote untuk sitasi. Footnote hanya untuk content notes atau penjelasan tambahan. Sitasi wajib pakai bodynote (Nama, Tahun).
Contoh Bodynote APA:
Penelitian terbaru menunjukkan peningkatan literasi digital di Indonesia (Pratama, 2024).
Contoh Footnote APA untuk Catatan Tambahan:
[^8] Data ini belum termasuk wilayah 3T karena keterbatasan akses survei.
Daftar Pustaka APA tetap wajib ada di akhir. Formatnya:
Pratama, A. (2024). Literasi Digital di Era AI. Jakarta: Gramedia.
3. Format MLA 9th Edition – Untuk Bahasa & Sastra
Sama seperti APA, MLA modern pakai parenthetical citation. Footnote hanya untuk informasi yang mengganggu alur.
Contoh Bodynote MLA:
Alur cerita melingkar menjadi ciri khas novel tersebut (Rahmawati 55).
Contoh Footnote MLA:
[^9] Lihat Rahmawati untuk analisis lengkap tentang struktur naratif.
Cara Menulis Catatan Kaki dari Berbagai Sumber
| Sumber | Format Chicago Footnote | Catatan |
|---|---|---|
| Buku 2-3 Pengarang | Nama Depan Pengarang 1 dan Nama Depan Pengarang 2, Judul… | Hanya nama pengarang pertama yang dibalik di daftar pustaka |
| Jurnal Online dengan DOI | Nama, “Judul,” Jurnal Volume (Tahun): hlm, DOI. | DOI lebih disukai daripada URL |
| Wawancara | Nama Narasumber, wawancara oleh Penulis, Kota, Tanggal. | Transkrip wajib dilampirkan |
| YouTube | “Judul Video,” YouTube, diunggah oleh Nama Channel, Tanggal, URL. | Sebutkan menit jika perlu |
| Peraturan/UU | Indonesia, Undang-Undang No. X Tahun YYY Tentang ZZZ. | Tidak pakai nomor footnote |
5 Kesalahan Fatal Saat Menulis Catatan Kaki
- Tidak Konsisten: Di halaman 1 pakai Chicago, halaman 2 tiba-tiba gaya APA. Dosen langsung coret.
- Sumber Tidak Kredibel: Mengutip dari blog pribadi, Wikipedia, atau blogspot untuk skripsi.
- Salah Urutan Unsur: Menulis tahun sebelum judul di format Chicago.
- Lupa Halaman: Menulis “hlm.” tapi tidak diisi nomornya. Ini fatal.
- Mengarang Sumber: Footnote fiktif adalah pelanggaran akademik berat.
Tools Otomatis untuk Membuat Catatan Kaki
Menulis manual rawan typo. Pakai tools ini untuk efisiensi dan akurasi:
- Zotero: Gratis, open-source. Bisa capture metadata dari jurnal otomatis. Ada plugin MS Word.
- Mendeley: Punya PDF reader + social network akademik. Diakuisisi Elsevier.
- EndNote: Berbayar, paling canggih. Standar di kampus luar negeri.
- Fitur MS Word: Menu References > Insert Footnote. Tapi kamu tetap harus input manual datanya.
Tips Expert: Selalu cek ulang hasil dari tools. Zotero kadang salah baca metadata jurnal Indonesia yang formatnya tidak standar.
FAQ: Pertanyaan Seputar Menulis Catatan Kaki
1. Apakah Wikipedia boleh jadi catatan kaki skripsi?
Tidak disarankan. Wikipedia bukan sumber primer. Kamu boleh pakai Wikipedia untuk pemahaman awal, lalu lacak sumber yang dikutip Wikipedia di bagian “Referensi”. Kutip sumber primernya.
2. Kalau sumbernya dari Instagram/TikTok gimana?
Bisa, tapi hanya untuk penelitian yang relevan seperti analisis media sosial. Format Chicago: [^10] Nama Akun (@username), “Caption postingan,” Platform, Tanggal, URL.
3. Berapa jumlah ideal catatan kaki dalam 1 halaman?
Tidak ada aturan baku. Prinsipnya: setiap data, kutipan, atau ide yang bukan dari kamu wajib ada footnotenya. Jangan memberi footnote di setiap kalimat juga.
4. Apa beda ibid dan op. cit?
Ibid untuk sumber yang persis sama dengan footnote tepat sebelumnya. Op. cit. untuk sumber yang sudah pernah dikutip tapi diselingi sumber lain. Loc. cit. sama dengan op. cit. tapi halamannya juga sama.
5. Apakah catatan kaki mempengaruhi skor Turnitin?
Tidak secara langsung. Tapi footnote yang benar membuktikan kamu melakukan sitasi, bukan plagiat. Turnitin akan mengabaikan teks yang dikutip dengan benar.
Kesimpulan
Menguasai cara menulis catatan kaki adalah investasi untuk integritas akademik kamu. Kuncinya ada 3: konsisten dengan 1 gaya, lengkap unsur-unsurnya, dan pakai sumber kredibel.
Untuk skripsi di Indonesia, konfirmasi dulu ke pedoman kampus: mereka minta Chicago, APA, atau modifikasi sendiri. Kalau ragu, pakai Chicago Style karena paling detail aturannya untuk footnote.
Mulai sekarang, biasakan pakai Zotero atau Mendeley dari awal nulis. Jangan menumpuk di akhir, karena risiko salah dan revisi total sangat besar.
Sudah siap bikin skripsi anti revisi sitasi?
3. CATATAN KAKI
[^1]: Gorys Keraf, Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa (Ende: Nusa Indah, 1997), hlm. 143.
[^2]: Penomoran footnote dimulai dari 1 di setiap bab baru, tidak menerus sampai akhir skripsi.
[^3]: Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah (Yogyakarta: Bentang, 2018), hlm. 45.
[^4]: Sri Margana, “Ulama dan Kuasa di Jawa Abad ke-19,” Jurnal Sejarah 12, no. 1 (2020): 22.
[^5]: “Statistik Pendidikan Indonesia,” Badan Pusat Statistik, diakses 4 Juli 2026, https://www.bps.go.id.
[^6]: Ibid., hlm. 50.
[^7]: Kuntowijoyo, op. cit., hlm. 88.
[^8]: Data ini belum termasuk wilayah 3T karena keterbatasan akses survei.
[^9]: Lihat Rahmawati untuk analisis lengkap tentang struktur naratif.
[^10]: Contoh format media sosial, hanya gunakan jika metodenya relevan.





