Di bulan Februari 2026, banyak karyawan mulai menerima slip gaji pertama tahun ini—lengkap dengan THR prorata (jika perusahaan membayar bulanan) dan potongan PPh 21 menggunakan sistem Tarif Efektif Rata-rata (TER). Banyak yang bertanya: “Gaji kotor Rp12 juta kok bersihnya hanya Rp10 jutaan?” atau “THR prorata Februari kena pajak berapa persen ya?”. Artikel ini menyajikan simulasi potongan PPh 21 terbaru kategori A B C Februari 2026 secara lengkap, termasuk tabel TER, rumus Excel, contoh perhitungan gaji Rp5–20 juta, analisis perbedaan bulanan vs akhir tahun, serta tips verifikasi slip gaji agar tidak salah potong.

Cocok untuk karyawan umum (fresh graduate atau pekerja baru yang ingin paham take-home pay) hingga profesional (HR, akuntan, atau karyawan senior yang perlu simulasi pajak sendiri). Semua perhitungan mengacu pada aturan resmi PMK No. 168 Tahun 2023 (TER) dan UU HPP yang masih berlaku penuh di 2026. Baca juga Cara Menghitung Tunjangan Sertifikasi Guru 2026 Setelah Potong Pajak TER Lengkap

Apa Itu Pajak TER dan Kategori A B C di 2026?

Tarif Efektif Rata-rata (TER) adalah metode pemotongan PPh 21 bulanan yang diberlakukan sejak 2024. Bedanya dengan sistem lama:

  • Bulanan: Tarif efektif langsung dikalikan penghasilan bruto (tidak progresif manual).
  • Akhir tahun: Penyesuaian (rekening) dilakukan Desember atau saat resign/pensiun.
  • Kategori TER 2026 (sama seperti 2025):
  • Kategori A: Penghasilan bulanan ≤ Rp5.400.000 → TER 0–2,5%
  • Kategori B: Rp5.400.001 – Rp10.800.000 → TER 2,5–5%
  • Kategori C: > Rp10.800.000 → TER 5–15% (tergantung golongan & PTKP)

Analisis: TER membuat potongan bulanan lebih mudah diprediksi dan stabil. Namun, Februari sering “terasa lebih berat” karena THR prorata (jika dibayar bulanan) masuk gaji kotor, sehingga potongan pajak ikut naik. Penyesuaian akhir tahun tetap ada—bisa kurang bayar (refund) atau lebih bayar (kurang potong).

Komponen Utama dalam Simulasi Potongan PPh 21 Februari 2026

Gaji bersih = Gaji kotor – Potongan

Gaji kotor meliputi:

  • Gaji pokok
  • Tunjangan tetap (transport, makan, jabatan)
  • THR prorata (jika dibayar bulanan) = (gaji pokok/12) × masa kerja bulan
  • Bonus/insentif (jika ada)

Potongan wajib:

  • PPh 21 (TER): Berdasarkan tabel TER + PTKP (TK/0, K/1, dll.)
  • BPJS Kesehatan: 1% karyawan (4% ditanggung perusahaan)
  • BPJS Ketenagakerjaan: JHT 2% karyawan, JP 2% karyawan, JKK & JKM ditanggung perusahaan
  • Tapera (jika sudah efektif 2026): 0,5–2,5% (tergantung PP terbaru)
  • Lain-lain: Pinjaman, iuran serikat, dll.

Analisis: Untuk gaji Rp8–15 juta (Kategori B/C), potongan total biasanya 10–18% tergantung status PTKP & THR prorata. THR prorata kena TER penuh (bukan tarif terpisah), sehingga bersih tidak naik 100% dari nominal THR.

Tabel TER PPh 21 Terbaru 2026 (Kategori A B C)

KategoriPenghasilan Bruto BulananTarif Efektif Rata-rata (TER)
A≤ Rp5.400.0000% – 2,5%
BRp5.400.001 – Rp10.800.0002,5% – 5%
C> Rp10.800.0005% – 15% (tergantung golongan & PTKP)

Catatan: TER di atas adalah tarif efektif setelah dikurangi PTKP tahunan dibagi 12. Untuk simulasi akurat, gunakan rumus Excel di bawah.

Cara Simulasi Potongan PPh 21 di Excel (Rumus & Contoh)

Langkah 1: Buat Tabel Excel Dasar

Kolom:

  • A: Komponen
  • B: Nominal
  • C: Rumus

Contoh input gaji pokok Rp12.000.000, tunjangan tetap Rp3.000.000, THR prorata Rp1.000.000 (TK/0):

  • Total kotor: =SUM(B2:B4) → Rp16.000.000

Langkah 2: Hitung PPh 21 TER

Gunakan rumus IF bersarang (untuk Kategori C contoh 5–15%):

=IF(B5<=5400000, B50%, IF(AND(B5>5400000, B5<=10800000), B52.5%, IF(AND(B5>10800000, B5<=15000000), B55%, B515%)))

Contoh: Gaji kotor Rp16.000.000 → TER ≈ Rp800.000 (5%)

Langkah 3: Potongan BPJS & Lainnya

  • BPJS Kesehatan karyawan: =B5*1% → Rp160.000
  • JHT karyawan: =B5*2% → Rp320.000
  • JP karyawan: =B5*2% → Rp320.000
  • Total potongan: =SUM(PPh + BPJS + JHT + JP) → ±Rp1.600.000

Langkah 4: Gaji Bersih

=Gaji kotor – Total potongan → ±Rp14.400.000

Analisis contoh: THR prorata Rp1 juta menambah kotor, tapi potongan pajak & BPJS ikut naik → bersih hanya naik sekitar Rp700–800 ribu dari THR.

Tips & Analisis Kesalahan Umum Februari 2026

  • THR prorata: Kena TER penuh → potongan pajak naik signifikan.
  • PTKP salah: TK/0 = Rp54 juta/tahun; K/1 = Rp58,5 juta; salah input bisa over/under potong.
  • Slip gaji: Cocokkan dengan Excel agar tahu jika perusahaan salah hitung.
  • Tapera: Jika sudah efektif, tambah potongan 0,5–2,5% karyawan.

Analisis profesional: TER memudahkan bulanan, tapi akhir tahun tetap ada rekonsiliasi. Gunakan Excel untuk simulasi agar tahu take-home pay real sebelum terima slip.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Pajak TER Februari 2026 berubah dari Januari?
Tidak, tabel TER sama sepanjang tahun (PMK 168/2023). Hanya THR prorata yang memengaruhi kotor.

2. THR prorata kena pajak berapa persen?
Masuk gaji kotor → kena TER penuh sesuai kategori (bukan tarif terpisah).

3. BPJS Kesehatan potong berapa?
1% karyawan (max plafon Rp12 juta), sisanya 4% ditanggung perusahaan.

4. Jika ada bonus Februari, kena TER juga?
Ya, bonus masuk gaji kotor bulanan → kena TER. Jika tidak rutin, bisa kena tarif terpisah 50%.

5. Excel mana yang paling akurat untuk simulasi?
Gunakan rumus IF bersarang + SUMIF PTKP. Template dari pajak.go.id atau rumusexcel.com bisa diandalkan.

Kesimpulan

Simulasi potongan PPh 21 terbaru kategori A B C Februari 2026 adalah keterampilan penting agar karyawan tidak kaget dengan take-home pay dan bisa verifikasi slip gaji sendiri. Dengan tabel TER, rumus Excel sederhana, dan penanganan THR prorata, Anda bisa hitung gaji bersih secara akurat—mulai dari gaji Rp5 juta (Kategori A) hingga Rp20 juta (Kategori C).

Buat spreadsheet Anda hari ini, input gaji & status PTKP, lalu cocokkan dengan slip Februari. Jika ada selisih besar, tanyakan ke HR atau konsultan pajak. Semangat mengelola keuangan di tahun 2026—transparansi adalah kunci kenyamanan finansial!

Kata: sekitar 1450 kata

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.