- PBPU dan BPU: Nama Mirip, Fungsi Berbeda
- Iuran BPJS Kesehatan untuk Freelancer
- BPJS Ketenagakerjaan untuk Freelancer: Tiga Program
- Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM: Ada Batas Waktunya
- Simulasi Biaya Bulanan Freelancer
- Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU
- Strategi Menyusun Paket untuk Penghasilan Naik-Turun
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- FAQ
- Apa bedanya PBPU dan BPU?
- Berapa iuran BPJS Kesehatan untuk freelancer?
- Apakah diskon 50 persen berlaku untuk semua program BPJS Ketenagakerjaan?
- Apakah freelancer wajib ikut JHT?
- Kapan saldo JHT bisa dicairkan?
- Bisakah membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan beberapa bulan sekaligus?
- Bagaimana jika saya diterima kerja tetap?
- Kesimpulan
Freelancer tidak punya HRD yang mendaftarkan BPJS. Anda mengurus dua kartu sendiri: satu untuk biaya berobat, satu untuk risiko kerja dan hari tua. Berikut hitungannya, lengkap dengan iuran terbaru per akhir September 2026.
Bekerja lepas memberi kebebasan memilih proyek, klien, dan jam kerja. Harga yang jarang dihitung sejak awal adalah ini: tidak ada perusahaan yang membayar iuran jaminan sosial Anda. Saat sakit, saat mengalami kecelakaan di perjalanan menuju klien, atau saat proyek berhenti dan penghasilan ikut berhenti, semua risiko itu ditanggung sendiri.
Jalurnya sudah tersedia. Di BPJS Kesehatan, freelancer masuk segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah). Di BPJS Ketenagakerjaan, kategorinya disebut BPU (Bukan Penerima Upah). Namanya mirip, tetapi fungsi, cara hitung iuran, dan manfaatnya berbeda. Artikel ini membahas perbedaannya, iuran yang berlaku sekarang termasuk diskon 50 persen yang akan berakhir Desember 2026, simulasi biaya bulanan, dan cara menyusun paket yang realistis untuk penghasilan yang naik-turun.
PBPU dan BPU: Nama Mirip, Fungsi Berbeda
Kesalahan paling umum adalah mengira satu kartu sudah cukup. BPJS Kesehatan membayar biaya pengobatan dan perawatan. BPJS Ketenagakerjaan memberi santunan dan perlindungan finansial ketika Anda kehilangan kemampuan bekerja atau meninggal dunia, ditambah tabungan hari tua jika Anda memilih program JHT.
| Aspek | BPJS Kesehatan (PBPU) | BPJS Ketenagakerjaan (BPU) |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Biaya berobat, rawat jalan, dan rawat inap | Santunan kecelakaan kerja, kematian, dan tabungan hari tua |
| Program | Jaminan Kesehatan Nasional | JKK, JKM, dan JHT (JHT bersifat sukarela) |
| Dasar iuran | Tarif tetap sesuai kelas, per orang | Mengikuti penghasilan yang Anda laporkan |
| Yang membayar | Anda sendiri | Anda sendiri |
| Pola pembayaran | Bulanan, paling lambat tanggal 10 | Bisa 1, 3, 6, atau 12 bulan sekaligus |
Bandingkan dengan karyawan tetap: iuran mereka dihitung dari gaji dan dipotong otomatis, seperti yang dirinci di tabel potongan BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Freelancer tidak punya mekanisme potong otomatis itu, sehingga disiplin bayar menjadi tanggung jawab pribadi.
Iuran BPJS Kesehatan untuk Freelancer
Iuran PBPU tidak dihitung dari penghasilan. Anda memilih kelas, lalu membayar tarif tetap per orang setiap bulan. Sampai pertengahan September 2026, tarifnya belum berubah, dan BPJS Kesehatan sendiri sudah menegaskan pada Juni 2026 bahwa tidak ada kenaikan iuran.
Skema Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) memang sedang dalam masa transisi, tetapi tarif tiga kelas di atas masih dipakai untuk iuran. Artinya, untuk sekarang keputusan Anda sederhana: pilih kelas yang sanggup dibayar tanpa putus, bukan kelas tertinggi yang mudah menunggak.
Ada dua hal yang sering luput. Pertama, iuran dikenakan per anggota keluarga yang didaftarkan, jadi biaya bulanan keluarga berempat adalah tarif kelas dikali empat. Kedua, kepesertaan yang menunggak bisa nonaktif, dan pada kondisi tertentu, seperti rawat inap setelah kepesertaan diaktifkan kembali, berlaku denda. Biasakan mengecek status secara berkala lewat panduan cara cek BPJS Kesehatan aktif atau tidak, dan pastikan fasilitas kesehatan tingkat pertama Anda dekat dengan tempat tinggal atau kerja. Jika belum sesuai, lihat cara pindah faskes BPJS Kesehatan.
BPJS Ketenagakerjaan untuk Freelancer: Tiga Program
Bagi pekerja lepas, BPJS Ketenagakerjaan sering dianggap urusan karyawan kantoran. Padahal freelancer yang sering berpindah lokasi kerja justru punya paparan risiko lapangan yang lebih beragam. Program BPU terdiri dari tiga pilihan.
JKK: Kecelakaan Kerja
Perawatan sesuai kebutuhan medis tanpa batas plafon, rawat inap kelas I di rumah sakit pemerintah atau swasta setara, dan santunan tidak mampu bekerja 100 persen upah selama 12 bulan pertama, lalu 50 persen setelahnya sampai sembuh.
Jika meninggal akibat kecelakaan kerja, santunan setara 48 kali upah yang dilaporkan.
JKM: Kematian
Ahli waris menerima santunan kematian Rp20 juta, santunan berkala Rp12 juta, dan biaya pemakaman Rp10 juta, total Rp42 juta.
Beasiswa untuk maksimal dua anak dapat mencapai Rp174 juta, dengan syarat masa iur minimal tiga tahun.
JHT: Hari Tua
Bersifat sukarela. Iurannya 2 persen dari penghasilan yang dilaporkan, mulai Rp20.000 per bulan. Saldo plus hasil pengembangannya dicairkan sekaligus saat usia 56 tahun, berhenti bekerja, cacat total tetap, atau meninggal dunia.
Pencairan sebagian: 10 persen untuk persiapan pensiun atau 30 persen untuk rumah, setelah 10 tahun kepesertaan.
Satu detail penting: manfaat JKM baru penuh jika iuran sudah dibayar tiga bulan berturut-turut. Jika kurang dari itu, yang cair hanya biaya pemakaman. Jadi jangan mendaftar lalu berhenti setelah satu atau dua bulan.
Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM: Ada Batas Waktunya
Pemerintah memberi keringanan 50 persen untuk iuran JKK dan JKM peserta BPU. Untuk peserta di luar sektor transportasi, berlaku pada iuran April sampai Desember 2026. Untuk sektor transportasi, seperti pengemudi ojek online, berlaku Januari 2026 sampai Maret 2027. Manfaat tetap diberikan penuh, hanya iurannya yang dipotong.
Contohnya pada dasar penghasilan Rp1 juta per bulan: JKK turun dari Rp10.000 menjadi Rp5.000, JKM turun dari Rp6.800 menjadi Rp3.400, sehingga paket dasar yang normalnya Rp16.800 menjadi Rp8.400 per bulan. Hari ini tanggal 30 September, artinya sisa periode diskon untuk sektor non-transportasi tinggal sekitar tiga bulan. Perpanjangan belum saya temukan pengumumannya, jadi jangan berasumsi iuran akan tetap murah tahun depan.
Catatan: diskon hanya berlaku untuk JKK dan JKM. Iuran JHT tetap penuh karena JHT adalah tabungan milik Anda sendiri. Syarat lengkap diskon dan rincian tabel iuran per rentang penghasilan tersedia di halaman resmi BPJS Ketenagakerjaan untuk BPU.
Simulasi Biaya Bulanan Freelancer
Agar tidak berhenti di teori, berikut simulasi untuk satu orang dengan dasar penghasilan Rp1 juta per bulan dan memilih Kelas 3 BPJS Kesehatan. Angka JKK dan JHT akan naik seiring dasar penghasilan yang Anda laporkan.
| Komponen | Dengan diskon (sampai Des 2026) | Tanpa diskon |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan Kelas 3 | Rp35.000 | Rp35.000 |
| JKK dan JKM (paket dasar) | Rp8.400 | Rp16.800 |
| JHT (opsional) | Rp20.000 | Rp20.000 |
| Total per bulan | Rp63.400 | Rp71.800 |
Angka ini setara dengan satu kali makan siang di restoran per bulan untuk perlindungan kesehatan, kecelakaan kerja, kematian, dan tabungan pensiun sekaligus. Bandingkan dengan satu kali rawat inap tanpa jaminan yang bisa menghabiskan tabungan berbulan-bulan.
Dasar penghasilan yang Anda laporkan bukan sekadar angka iuran. Ia juga menjadi pengali santunan. Melapor terlalu rendah demi iuran murah berarti santunan yang diterima ikut mengecil.
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU
Syaratnya ringan: NIK atau KTP dan alamat email aktif. Jalur online yang paling praktis mengikuti langkah berikut.
- Buka portal pendaftaran BPU di situs resmi BPJS Ketenagakerjaan, lalu pilih Pendaftaran Peserta dan Bukan Penerima Upah.
- Masukkan email aktif dan kode captcha, lalu klik Daftar.
- Buka email Anda dan klik tautan aktivasi pendaftaran.
- Isi data diri dan data pekerjaan, termasuk penghasilan yang menjadi dasar iuran.
- Bayar iuran menggunakan kode iuran yang dikirim ke email. Kanalnya banyak: ATM dan mobile banking, e-wallet, Indomaret, Alfamart, kantor pos, hingga agen BRILink.
- Kartu kepesertaan Anda terbit paling lama tujuh hari setelah pembayaran.
Jika lebih nyaman tatap muka, Anda bisa mendaftar di kantor cabang atau melalui agen PERISAI. Untuk BPJS Kesehatan, pendaftaran dan pembayaran iuran mandiri dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN atau kanal resmi BPJS Kesehatan.
Strategi Menyusun Paket untuk Penghasilan Naik-Turun
Penghasilan freelancer jarang rata. Karena itu, susun perlindungan berlapis dari yang paling penting dan murah, lalu tambah seiring kemampuan.
- Kesehatan lebih dulu. Risiko biaya terbesar ada di rawat inap dan tindakan medis. Pastikan BPJS Kesehatan aktif sebelum mengurus hal lain.
- Ambil JKK dan JKM sebagai lapisan dasar. Selama diskon berlaku, ini paket termurah dengan manfaat santunan yang besar. Bayar 3 atau 6 bulan sekaligus saat proyek cair agar tidak lupa di bulan sepi.
- Anggap JHT sebagai tabungan disiplin. Nominal minimalnya kecil. Naikkan seiring penghasilan, karena JHT tidak bisa diambil sembarangan sebelum syaratnya terpenuhi, dan itu justru menjaga tabungan tetap utuh.
- Aktifkan autodebet. Freelancer tidak punya slip gaji yang mengingatkan. Autodebet mengurangi risiko kepesertaan mati karena lupa.
- Tinjau ulang saat status berubah. Jika Anda diterima kerja dan didaftarkan perusahaan, status Anda berpindah dari mandiri ke penerima upah. Dasar hitung iuran ikut berubah, seperti dijelaskan di panduan UMK untuk daftar BPJS Kesehatan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengira BPJS Kesehatan sudah mencakup kecelakaan kerja, padahal santunan upah dan beasiswa hanya datang dari BPJS Ketenagakerjaan.
- Mendaftar tetapi tidak membayar iuran pertama, sehingga kepesertaan belum aktif.
- Melapor dasar penghasilan terlalu rendah, lalu kaget saat menghitung santunan.
- Menunda daftar sampai diskon habis, padahal peluang penghematan paling besar ada di sisa tahun ini.
Cek dan Daftar Lewat Kanal Resmi
Mulai dari BPJS Ketenagakerjaan untuk memanfaatkan sisa diskon, lalu pastikan BPJS Kesehatan Anda aktif.
FAQ
Apa bedanya PBPU dan BPU?
PBPU adalah sebutan segmen pekerja mandiri di BPJS Kesehatan, sedangkan BPU adalah sebutan di BPJS Ketenagakerjaan. Keduanya untuk pekerja tanpa pemberi kerja tetap, tetapi mengurus program yang berbeda.
Berapa iuran BPJS Kesehatan untuk freelancer?
Kelas 1 sebesar Rp150.000, Kelas 2 sebesar Rp100.000, dan Kelas 3 sebesar Rp35.000 setelah bantuan pemerintah Rp7.000, semuanya per orang per bulan. Per pertengahan September 2026 belum ada perubahan tarif.
Apakah diskon 50 persen berlaku untuk semua program BPJS Ketenagakerjaan?
Tidak. Diskon hanya untuk JKK dan JKM peserta BPU. Iuran JHT tetap penuh. Untuk peserta di luar sektor transportasi, diskon berlaku sampai iuran Desember 2026.
Apakah freelancer wajib ikut JHT?
Tidak. JHT bersifat sukarela untuk peserta BPU. Namun JHT berguna sebagai tabungan jangka panjang, terutama jika Anda tidak punya dana pensiun lain.
Kapan saldo JHT bisa dicairkan?
Sekaligus saat usia 56 tahun, berhenti bekerja dan tidak aktif bekerja di mana pun, cacat total tetap, meninggalkan Indonesia untuk selamanya, atau meninggal dunia. Pencairan sebagian hanya bisa setelah 10 tahun kepesertaan.
Bisakah membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan beberapa bulan sekaligus?
Bisa. Periode pembayaran BPU dapat dipilih 1, 3, 6, atau 12 bulan, sehingga cocok untuk freelancer yang penghasilannya cair tidak menentu.
Bagaimana jika saya diterima kerja tetap?
Status kepesertaan Anda berpindah dari mandiri ke penerima upah, dan iuran dihitung dari gaji serta biasanya dipotong perusahaan. Koordinasikan dengan HRD dan pastikan tidak ada pembayaran ganda.
Kesimpulan
Bagi freelancer, jaminan sosial adalah biaya operasional usaha, bukan pengeluaran tambahan. Dengan sekitar Rp63.400 per bulan pada simulasi di atas, satu orang sudah punya perlindungan berobat, santunan kecelakaan kerja, santunan kematian, dan tabungan hari tua. Angka itu tidak akan sekecil ini setelah diskon JKK-JKM berakhir, jadi sisa tahun 2026 adalah waktu paling murah untuk mendaftar. Satu hal yang layak dipertimbangkan sebelum mengisi formulir: tentukan dasar penghasilan berdasarkan rata-rata pendapatan enam bulan terakhir, bukan bulan terburuk, karena angka itu juga menentukan besar santunan yang dibayarkan. Ketentuan bisa berubah, jadi cek kembali kanal resmi sebelum membayar.


