Kartu Visa bukan cuma satu jenis produk — bisa berbentuk kartu debit, kartu kredit, atau kartu prepaid, tergantung bank penerbitnya. Panduan ini menjelaskan syarat, dokumen, biaya, dan cara mengajukan kartu Visa secara lengkap, plus perbandingan gambaran biaya di beberapa bank besar Indonesia.

Visa adalah jaringan pembayaran internasional, bukan bank. Artinya, “kartu Visa” yang Anda ajukan sebenarnya diterbitkan oleh bank pilihan Anda (BCA, Mandiri, BNI, BRI, dan lainnya) yang bekerja sama dengan jaringan Visa, sehingga kartu tersebut bisa dipakai bertransaksi baik di dalam negeri maupun luar negeri di mana pun logo Visa diterima. Memahami perbedaan ini penting supaya Anda tahu bahwa yang perlu dibandingkan sebenarnya adalah kebijakan bank penerbit, bukan Visa itu sendiri.

3 jenisDebit, kredit, prepaid
21-65 thRentang usia umum pemohon
2 caraPengajuan online & offline
3-14 hariEstimasi proses approval

Jenis Kartu Visa yang Bisa Anda Ajukan

Kartu Debit Visa

Terhubung langsung ke rekening tabungan, saldo terpotong real-time. Syarat paling ringan, cukup punya rekening bank aktif.

Kartu Kredit Visa

Fasilitas pinjaman dari bank dengan limit tertentu, wajib memenuhi syarat penghasilan minimum dan riwayat kredit yang baik.

Kartu Prepaid Visa

Saldo diisi di muka, cocok untuk kontrol pengeluaran atau transaksi online tanpa perlu rekening tabungan penuh.

Syarat Umum Pengajuan Kartu Visa

Setiap bank memiliki kebijakan berbeda, namun secara umum dokumen dan syarat berikut hampir selalu diminta, terutama untuk kartu kredit Visa:

  • Identitas diri. Fotokopi KTP (WNI) atau paspor dan KITAS (WNA), sebagai bukti identitas utama pemohon.
  • Usia pemohon. Umumnya minimal 21 tahun untuk pemegang kartu utama, dan minimal 17-18 tahun untuk kartu tambahan, dengan batas usia maksimal sekitar 65 tahun.
  • Bukti penghasilan. Slip gaji, rekening koran, atau surat keterangan penghasilan — khusus kartu kredit, penghasilan minimum bervariasi mulai sekitar Rp3 juta per bulan untuk kartu reguler hingga puluhan juta untuk kartu premium.
  • NPWP. Umumnya diminta untuk pengajuan kartu kredit sebagai bagian penilaian kredibilitas keuangan, meski sebagian bank melonggarkan syarat ini untuk kartu tertentu.
  • Formulir aplikasi. Diisi lengkap dan akurat, baik secara online melalui aplikasi/situs bank maupun offline di kantor cabang.

Gambaran Biaya Tahunan dan Limit per Bank

Angka berikut adalah gambaran umum untuk membantu perbandingan awal — setiap bank punya banyak varian kartu dengan biaya dan limit berbeda, jadi selalu cek detail resmi sebelum mengajukan.

BankKisaran Biaya TahunanKisaran Limit KreditSyarat Penghasilan/Bulan
BCARp0 – Rp1.000.000+Tergantung jenis kartu, hingga ratusan juta untuk kartu premiumMulai sekitar Rp3-5 juta untuk kartu reguler
MandiriRp0 – Rp1.000.000+Rp40 juta – Rp1 miliar (Signature/premium)Bervariasi per jenis kartu
BNIRp240.000 – Rp1.200.000Mulai Rp3 juta hingga Rp500 juta (Visa Infinite)Reguler mulai Rp3-7,5 juta; premium bisa Rp15-200 juta/tahun
BRIRp0 – Rp1.000.000+Rp150 juta – hampir Rp1 miliar (BRI Infinite)Bervariasi, lebih tinggi untuk kartu limit besar
Angka di atas adalah kisaran umum berdasarkan jenis kartu reguler hingga premium per masing-masing bank dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu verifikasi biaya, limit, dan syarat terbaru langsung di situs resmi bank pilihan Anda sebelum mengajukan.

Cara Mengajukan Kartu Visa

Ada dua jalur utama untuk mengajukan kartu Visa, dan keduanya sama-sama valid tergantung preferensi Anda:

Pengajuan Online

Isi formulir melalui situs resmi bank atau aplikasi mobile banking, lengkapi data pribadi dan unggah dokumen pendukung secara digital. Prosesnya lebih cepat dan bisa dilakukan kapan saja, namun pastikan hanya mengajukan melalui kanal resmi bank untuk menghindari penipuan phishing.

Pengajuan Offline

Datang langsung ke kantor cabang bank dengan membawa dokumen fisik. Cocok bagi yang ingin konsultasi langsung dengan petugas, terutama untuk memilih jenis kartu yang paling sesuai kebutuhan finansial.

Kartu Visa vs Kartu Kredit Indonesia (KKI): Apa Bedanya?

Sejak 17 Agustus 2026, Bank Indonesia bersama ASPI meluncurkan Kartu Kredit Indonesia (KKI), yaitu kartu kredit dengan skema pemrosesan domestik sebagai alternatif jaringan internasional seperti Visa dan Mastercard. Beberapa bank seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BRI kini menawarkan KKI berdampingan dengan kartu Visa mereka. Bedanya, KKI diproses sepenuhnya oleh sistem domestik dan ditujukan untuk transaksi dalam negeri, sementara kartu Visa tetap unggul untuk transaksi lintas negara karena diterima di jaringan merchant internasional. Jika kebutuhan Anda didominasi transaksi domestik, KKI bisa jadi pertimbangan tambahan; jika sering bertransaksi atau bepergian ke luar negeri, kartu Visa tetap lebih relevan.

“Memilih kartu bukan soal mengejar limit tertinggi, melainkan mencocokkan jenis kartu dan bank penerbit dengan pola transaksi harian Anda sendiri.”

Ingin cek jenis dan syarat kartu Visa resmi sebelum mengajukan ke bank pilihan Anda?

Kunjungi Situs Resmi Visa Indonesia
Baca juga: Apa Itu KKI? Kartu Kredit Indonesia dari Bank Indonesia untuk memahami lebih dalam alternatif domestik pengganti jaringan Visa/Mastercard.

FAQ

1. Apa beda kartu debit Visa dan kartu kredit Visa?

Kartu debit Visa terhubung langsung ke saldo rekening tabungan Anda, sedangkan kartu kredit Visa adalah fasilitas pinjaman dari bank dengan limit tertentu yang harus dibayar setiap bulan. Syarat kartu kredit umumnya lebih ketat karena melibatkan penilaian kredit.

2. Apakah semua bank di Indonesia menerbitkan kartu Visa?

Tidak semua, karena bank juga bisa bekerja sama dengan jaringan lain seperti Mastercard atau JCB. Namun mayoritas bank besar seperti BCA, Mandiri, BNI, dan BRI menawarkan pilihan kartu berlogo Visa di samping jaringan lainnya.

3. Berapa lama proses pengajuan kartu Visa disetujui?

Untuk kartu debit umumnya bisa langsung jadi di hari yang sama di kantor cabang. Untuk kartu kredit, proses approval biasanya memakan waktu sekitar 3-14 hari kerja tergantung kelengkapan dokumen dan kebijakan bank.

4. Apakah kartu Visa dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) bisa dimiliki sekaligus?

Bisa. Keduanya adalah produk terpisah dari bank yang sama, sehingga nasabah dapat memiliki kartu Visa untuk kebutuhan transaksi internasional sekaligus KKI untuk transaksi domestik jika bank tersebut menawarkan keduanya.

5. Apakah ada biaya tersembunyi selain biaya tahunan?

Ada kemungkinan biaya tambahan seperti biaya keterlambatan pembayaran, biaya penggantian kartu, biaya cetak tagihan, atau biaya transaksi luar negeri. Selalu tanyakan rincian biaya lengkap ke pihak bank sebelum menyetujui pengajuan.

Kesimpulan

Membuat kartu Visa sebenarnya adalah proses memilih bank penerbit yang tepat, bukan sekadar memilih “kartu Visa” secara umum. Kartu debit cocok untuk kebutuhan transaksi harian dengan syarat paling ringan, sementara kartu kredit memerlukan kesiapan dari sisi penghasilan dan riwayat kredit. Dengan hadirnya Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebagai alternatif domestik sejak Agustus 2026, nasabah kini punya pilihan lebih luas — namun kartu Visa tetap relevan khususnya untuk transaksi internasional. Sebelum mengajukan, bandingkan biaya tahunan, limit, dan syarat penghasilan dari beberapa bank sekaligus, lalu pilih kartu yang benar-benar sesuai pola transaksi dan kemampuan finansial Anda, bukan sekadar tergiur promo di awal.

Bagikan: