Aplikasi e-Rapor SMP adalah sistem digital resmi dari Direktorat SMP Kemendikdasmen untuk mengelola penilaian dan pelaporan hasil belajar siswa, terintegrasi langsung dengan Dapodik. Versi terbaru yang digunakan untuk tahun ajaran berjalan adalah 2025.2, menggantikan versi-versi updater sebelumnya seperti M.03 dan M.04. Panduan ini membahas cara instalasi, login, hingga penggunaan aplikasi sesuai peran masing-masing pengguna di sekolah.

Peringatan resmi: Kemendikdasmen mengimbau sekolah untuk tidak mengunduh file installer e-Rapor dari blog pribadi atau situs pihak ketiga. Unduh hanya melalui portal resmi Direktorat SMP di ditsmp.kemendikdasmen.go.id untuk menghindari risiko malware atau kegagalan sinkronisasi data Dapodik.

Syarat Sebelum Instalasi

Sebelum memasang e-Rapor SMP versi terbaru, pastikan hal berikut sudah terpenuhi:

  • PC/laptop server sudah terpasang Dapodik lokal versi terbaru yang sudah sinkron dengan data tahun ajaran berjalan.
  • Nonaktifkan Windows Firewall pada komputer server selama proses instalasi berlangsung.
  • Nonaktifkan antivirus sementara karena kadang mendeteksi proses instalasi sebagai aktivitas mencurigakan.
  • Koneksi jaringan lokal (LAN) stabil kalau kamu berencana mengakses e-Rapor dari beberapa komputer/laptop guru sekaligus.

Cara Instalasi e-Rapor SMP Versi Terbaru

1

Unduh installer resmi dari portal Direktorat SMP atau tautan shortlink resmi yang diumumkan (biasanya berformat s.id/eraporsmp), pastikan kode versi rilis sesuai pengumuman terbaru.

2

Jalankan file installer, ikuti wizard instalasi hingga selesai. Untuk pengguna baru, proses ini mencakup pemasangan aplikasi dan pengaturan awal webservice Dapodik.

3

Lakukan tes koneksi ke Dapodik terlebih dahulu, baru lanjutkan proses tarik data secara bertahap—mulai dari data referensi hingga seluruh data siswa dan guru.

4

Setelah data berhasil ditarik, buka aplikasi lewat browser di alamat localhost dengan port yang sesuai (umumnya port 2679 untuk jenjang SMP/SMA), lalu login menggunakan akun yang sudah dibuat admin.

Untuk pengguna lama (upgrade versi): sebelum memasang updater versi terbaru, lakukan backup seluruh data e-Rapor terlebih dahulu agar nilai semester sebelumnya tetap aman dan bisa direstore kalau diperlukan.

Kalau kamu ingin guru bisa mengakses e-Rapor dari laptop masing-masing lewat jaringan sekolah (bukan cuma dari satu komputer server), baca Tutorial Agar Aplikasi e-Rapor Bisa Dibuka di Laptop Guru untuk panduan setup client-server lengkap.

Peran Pengguna dan Tugas Masing-Masing

ADMIN SEKOLAH

Operator/Admin

Bertanggung jawab menarik data dari Dapodik, membuat akun pengguna untuk guru dan wali kelas, mengatur pembagian mata pelajaran per guru, membuka dan menutup periode input nilai, serta mencetak leger nilai keseluruhan.

GURU MAPEL

Guru Mata Pelajaran

Menginput nilai formatif dan sumatif per siswa untuk mata pelajaran yang diampu, dilengkapi deskripsi capaian kompetensi. Sistem memungkinkan satu nilai akhir per mapel disertai narasi yang relevan dengan Kurikulum Merdeka.

WALI KELAS

Guru Kelas/Wali Kelas

Menambahkan data kehadiran, catatan wali kelas, nilai sikap/karakter, serta memantau progres input nilai dari seluruh guru mapel sebelum rapor bisa dicetak untuk kelas yang diampu.

KEPALA SEKOLAH

Kepala Sekolah

Melakukan verifikasi akhir dan menandatangani rapor secara digital (kalau fitur tanda tangan elektronik sudah diaktifkan sekolah), serta memantau capaian sekolah secara keseluruhan lewat menu rekap.

Fitur-Fitur Utama Versi Terbaru

FiturFungsi
Upload foto siswaMenampilkan foto siswa langsung di rapor cetak
Upload kop sekolahKustomisasi kop surat rapor sesuai identitas sekolah
Buka/tutup input nilaiAdmin mengatur periode kapan guru bisa mengisi nilai
Cek progres rapor siswaMemantau siswa/kelas mana yang belum lengkap nilainya
Download leger nilai ExcelEkspor rekap nilai satu angkatan dalam format Excel
Dukungan dua kurikulumBisa menangani Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 sekaligus dalam satu sistem
Kelebihan utama versi terbaru bukan cuma soal tampilan, tapi efisiensi administrasi: guru hanya perlu input satu nilai per mata pelajaran disertai deskripsi kompetensi, jauh lebih ringkas dibanding format rapor manual yang mengharuskan penilaian tiap komponen ditulis terpisah.

Tips Troubleshooting Umum

  • Gagal sinkron data Dapodik? Pastikan aplikasi Dapodik lokal di server sudah versi terbaru dan sudah melakukan sinkronisasi online sebelum menarik data ke e-Rapor.
  • Aplikasi tidak bisa diakses dari komputer lain? Cek kembali pengaturan firewall dan pastikan komputer client terhubung ke jaringan LAN yang sama dengan server.
  • Data semester lalu hilang setelah update? Ini biasanya terjadi karena backup tidak dilakukan sebelum instalasi updater—selalu backup dulu sebelum upgrade ke versi baru manapun.
  • Nilai tidak muncul di leger? Periksa apakah guru mapel terkait sudah menyelesaikan input dan status “tutup nilai” belum diaktifkan admin sebelum semua guru selesai.

Untuk memahami manfaat menyeluruh dari sistem ini dibanding rapor manual, baca juga Mengapa Harus Menggunakan Aplikasi e-Rapor? dan siapkan Daftar Nilai Kurikulum Merdeka SMP sebagai bahan dasar sebelum input ke e-Rapor.

FAQ Seputar Aplikasi e-Rapor SMP

1. Di mana link resmi download aplikasi e-Rapor SMP?

Hanya melalui portal resmi Direktorat SMP di ditsmp.kemendikdasmen.go.id atau tautan shortlink resmi yang diumumkan lewat kanal resmi Kemendikdasmen—hindari mengunduh dari blog atau situs pihak ketiga.

2. Apakah e-Rapor SMP versi terbaru wajib update kalau sekolah sudah pakai versi lama?

Sangat disarankan, karena versi terbaru menyesuaikan kebijakan kurikulum dan struktur data Dapodik terkini. Pastikan backup data dulu sebelum melakukan update.

3. Bisakah guru mengakses e-Rapor dari laptop masing-masing?

Bisa, dengan setup client-server melalui jaringan LAN sekolah. Secara default aplikasi hanya berjalan di komputer server tempat instalasi dilakukan.

4. Apa yang harus dilakukan kalau data Dapodik gagal ditarik ke e-Rapor?

Pastikan Dapodik lokal di server sudah versi terbaru dan sudah tersinkron online, lalu ulangi tes koneksi sebelum menarik data secara bertahap.

5. Apakah e-Rapor SMP mendukung Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka sekaligus?

Ya, versi terbaru dirancang untuk mendukung dua kurikulum sekaligus dalam satu sistem, menyesuaikan status kurikulum yang diterapkan di masing-masing rombongan belajar.

Kesimpulan

Aplikasi e-Rapor SMP versi terbaru dirancang untuk menyederhanakan proses penilaian yang dulu memakan banyak waktu dan rawan human error saat masih dikerjakan manual atau lewat spreadsheet terpisah. Kunci penggunaan yang lancar ada pada tiga hal: memastikan instalasi dilakukan dari sumber resmi, memahami pembagian tugas tiap peran (admin, guru mapel, wali kelas, kepala sekolah), serta disiplin melakukan backup sebelum setiap update versi. Dengan pemahaman yang tepat sejak awal instalasi, sekolah bisa memaksimalkan integrasi e-Rapor dengan Dapodik sehingga proses pelaporan hasil belajar siswa menjadi lebih akurat, transparan, dan efisien sepanjang tahun ajaran.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.