Android Oreo (Android 8): Sejarah dan Fitur Unggulannya
Android Oreo memperkenalkan Project Treble — perubahan arsitektur yang mengubah cara Android diperbarui hingga hari ini. Ini sejarah, fitur unggulan, dan kenapa versi 2017 ini masih relevan dibahas di era Android 16.
Sekilas Fakta
Android Oreo adalah versi ke-8 sistem operasi Android, diperkenalkan Google pada 21 Agustus 2017 sebagai penerus Android Nougat (Android 7). Nama “Oreo” mengikuti tradisi lama penamaan Android dengan nama makanan penutup, hasil kolaborasi resmi Google dengan Mondelez International, pemilik merek biskuit Oreo.
Meski dirilis hampir satu dekade lalu dan jauh tertinggal dari Android versi terbaru, Android Oreo menempati tempat khusus dalam sejarah Android karena memperkenalkan Project Treble — perubahan arsitektur besar yang tujuannya mempercepat proses pembaruan sistem operasi di berbagai merek device. Memahami versi ini membantu melihat akar dari banyak kebiasaan update Android yang kita kenal sekarang, sekaligus memberi konteks bagi siapa pun yang masih menjumpai device lawas dengan Android Oreo di lapangan — baik untuk keperluan pribadi, koleksi, maupun edukasi teknis.
Fitur Unggulan Android Oreo
Picture-in-Picture (PiP)
Memungkinkan video diputar dalam jendela kecil mengambang sambil pengguna tetap membuka dan memakai aplikasi lain — fondasi multitasking yang masih dipakai luas hingga sekarang.
Notification Dots
Titik kecil pada ikon aplikasi menandakan ada notifikasi belum dibaca. Menekan lama ikon menampilkan ringkasan notifikasi tanpa perlu membuka aplikasi sepenuhnya.
Autofill API
Memudahkan pengisian formulir dan data login secara otomatis di seluruh aplikasi, mengurangi kebutuhan mengetik ulang informasi yang sama berkali-kali.
Smart Text Selection
Mengenali konteks teks yang dipilih (nomor telepon, alamat) dan langsung menawarkan aksi relevan seperti menelepon atau membuka peta.
Project Treble
Perubahan arsitektur mendasar yang memisahkan framework Android dari implementasi vendor, dirancang untuk mempercepat dan mempermudah proses update sistem di berbagai merek device.
Kenapa Project Treble Jadi Warisan Terbesar Android Oreo?
Dari semua fitur yang diperkenalkan Android Oreo, Project Treble punya dampak jangka panjang paling besar terhadap ekosistem Android secara keseluruhan. Sebelum Treble, setiap pembaruan Android besar mengharuskan produsen chipset dan pabrikan HP melakukan penyesuaian ulang yang panjang terhadap seluruh sistem, membuat proses update sering memakan waktu berbulan-bulan bahkan tidak pernah sampai ke banyak device. Dengan Treble, framework inti Android dipisahkan dari implementasi vendor, sehingga proses update secara teori bisa jauh lebih cepat — arsitektur inilah yang kemudian juga menjadi fondasi bagi kemampuan device memasang GSI (Generic System Image) untuk keperluan seperti custom ROM, sesuatu yang sangat dirasakan manfaatnya oleh komunitas pengembang custom ROM hingga hari ini.
Peningkatan Keamanan di Android Oreo
Selain fitur yang terlihat langsung, Android Oreo juga membawa sejumlah perbaikan di sisi keamanan: pengelolaan izin aplikasi yang lebih ketat, pembaruan keamanan berkala yang lebih terstruktur, serta batasan baru terhadap aplikasi latar belakang yang mengurangi potensi penyalahgunaan sumber daya sistem oleh aplikasi nakal. Google Play Protect, sistem pemindaian aplikasi berbahaya di Play Store, juga mulai mendapat sorotan lebih besar sekitar era Android Oreo sebagai bagian dari strategi keamanan menyeluruh Google.
Adopsi Android Oreo di Berbagai Merek
Seperti kebiasaan pembaruan Android pada umumnya, distribusi Android Oreo berjalan bertahap. Perangkat Google Pixel dan Nexus menjadi yang pertama menerima update resmi, disusul kemudian oleh merek-merek besar seperti Samsung, Xiaomi, OnePlus, dan Sony dalam rentang waktu berbulan-bulan setelah peluncuran awal. Fragmentasi pembaruan semacam ini sebenarnya menjadi salah satu alasan utama Google merancang Project Treble — supaya di masa depan, proses adopsi versi baru oleh berbagai merek tidak memakan waktu selama sebelumnya.
Ingin Tahu Kaitan Project Treble dengan Custom ROM Masa Kini?
Arsitektur Treble yang diperkenalkan Android Oreo adalah syarat teknis dasar yang menentukan apakah sebuah device bisa memasang GSI atau custom ROM modern. Baca Custom ROM Android 14 untuk HP Jadul: Kapan Ini Tepat? untuk memahami bagaimana warisan arsitektur ini masih memengaruhi HP jadul hingga sekarang.
Perjalanan Android Setelah Oreo
| Versi | Nama (jika ada) | Tahun Rilis |
|---|---|---|
| Android 8 | Oreo | 2017 |
| Android 9 | Pie | 2018 |
| Android 10-15 | — (penomoran murni) | 2019-2024 |
| Android 16 | — (versi terkini saat ini) | 2025-2026 |
Kalau Anda penasaran dengan versi setelahnya, baca juga Mengenal Android Pie (Android 9): Sejarah dan Fitur Unggulannya sebagai kelanjutan langsung dari Android Oreo.
FAQ
1. Bagaimana cara mengetahui versi Android di ponsel saya?
Buka menu Pengaturan, lalu pilih “Tentang Ponsel”. Informasi versi Android akan ditampilkan di bagian “Versi Android” atau “Informasi Perangkat Lunak”.
2. Apakah semua ponsel bisa diupgrade ke Android Oreo?
Tidak. Ketersediaan upgrade tergantung kebijakan dukungan masing-masing pabrikan dan usia device. Sebagian besar device yang mendapat Android Oreo secara resmi adalah model yang dirilis sekitar 2016-2017.
3. Apa perbedaan Android Oreo dengan Android versi terkini?
Android 16 (versi terkini) menawarkan lapisan keamanan dan privasi yang jauh lebih matang, integrasi fitur AI, serta efisiensi sistem yang tidak ada di Android Oreo. Namun fondasi arsitektur seperti Project Treble yang diperkenalkan Oreo tetap menjadi bagian penting dari cara Android bekerja hingga saat ini.
4. Apakah HP dengan Android Oreo masih aman dipakai sekarang?
Dari sisi keamanan, HP yang masih di Android Oreo sudah lama tidak mendapat pembaruan patch keamanan resmi, sehingga rentan terhadap celah yang sudah ditemukan sejak saat itu. Sebaiknya pertimbangkan upgrade sistem atau device baru untuk aktivitas yang melibatkan data sensitif.
5. Apa itu Project Treble dan kenapa penting?
Project Treble adalah perubahan arsitektur yang memisahkan framework inti Android dari implementasi vendor, bertujuan mempercepat proses update sistem operasi di berbagai merek device. Fondasi ini juga yang memungkinkan device tertentu memasang Generic System Image (GSI) untuk kebutuhan seperti custom ROM.
Kesimpulan
Android Oreo lebih dari sekadar pembaruan fitur biasa — Project Treble yang diperkenalkannya mengubah cara industri Android menangani pembaruan sistem, sebuah warisan arsitektur yang pengaruhnya masih terasa hingga Android 16 saat ini. Fitur-fitur seperti Picture-in-Picture dan Notification Dots yang dulu terasa baru kini sudah jadi standar yang dianggap wajar ada di setiap Android modern, sebuah bukti nyata bagaimana inovasi satu rilis bisa membentuk pengalaman pengguna selama bertahun-tahun setelahnya.
Kalau HP Anda saat ini masih menjalankan Android Oreo atau versi yang lebih lama, pertimbangkan untuk memeriksa opsi upgrade sistem demi keamanan yang lebih baik — baik lewat pembaruan resmi jika tersedia, custom ROM jika device Anda memungkinkan berkat fondasi Treble, atau mempertimbangkan device baru untuk kebutuhan jangka panjang. Sejarah singkat ini juga menjadi pengingat bahwa inovasi kecil di satu rilis bisa membawa dampak arsitektural yang jauh lebih besar dari yang terlihat pada saat itu.
