SK Panitia Ujian: Dasar Hukumnya Harus soal Penilaian, Bukan Beban Kerja Guru

Dua regulasi ini sering tertukar karena sama-sama menyangkut guru — padahal satu mengatur jam kerja, satu lagi mengatur cara menilai siswa.

Koreksi penting: SK Panitia Ujian Sekolah harus merujuk pada regulasi tentang standar penilaian pendidikan, bukan Permendikdasmen tentang beban kerja guru. Dasar hukum yang tepat: Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, dan Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Surat Keputusan (SK) Panitia Ujian Sekolah adalah dasar hukum yang menetapkan susunan panitia, tugas dan tanggung jawab, serta jadwal pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di satuan pendidikan. Dokumen ini penting bukan sekadar formalitas administratif — ia menjadi dasar pembayaran honor panitia, bukti akuntabilitas saat audit BOS, dan pelindung sekolah jika muncul sengketa nilai dari orang tua siswa.

Kenapa SK Ini Wajib Dibuat Setiap Tahun Ajaran

Legitimasi Tugas Panitia

Menetapkan secara resmi siapa yang bertanggung jawab sebagai ketua, sekretaris, pengawas ruang, hingga tim pengoreksi.

Dasar Pembayaran Honor

Menjadi rujukan resmi saat honor panitia dicairkan dari dana BOS atau sumber pembiayaan sekolah lainnya.

Perlindungan saat Sengketa Nilai

Memberi kejelasan tanggung jawab jika ada keberatan dari orang tua atau temuan saat verifikasi dinas.

Dasar Hukum yang Tepat

RegulasiRelevansi
UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan NasionalPayung hukum umum penyelenggaraan pendidikan
PP No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional PendidikanDasar standar yang harus dipenuhi termasuk standar penilaian
Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian PendidikanDasar langsung penyelenggaraan ujian oleh satuan pendidikan untuk menilai Standar Kompetensi Lulusan
Kalender Pendidikan & keputusan rapat dewan guruDasar teknis jadwal dan susunan panitia di tingkat sekolah

Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru tetap regulasi yang nyata dan berlaku, tetapi mengatur jam kerja dan tugas tambahan guru secara umum — bukan dasar hukum khusus untuk penyelenggaraan ujian. Jangan mencampur keduanya dalam satu SK.

Struktur Format SK Panitia Ujian Sekolah

  1. Kop surat — identitas sekolah, NPSN, dan alamat.
  2. Nomor dan judul — nomor surat sekolah, judul “Pembentukan Panitia Ujian Sekolah”.
  3. Menimbang — kebutuhan ujian yang tertib, adil, dan akuntabel.
  4. Mengingat — rujukan PP 57/2021, Permendikbudristek 21/2022, dan keputusan rapat dewan guru.
  5. Memutuskan — susunan panitia (Lampiran 1) dan jadwal ujian (Lampiran 2).
  6. Ketentuan biaya — sumber pembiayaan honor panitia, misalnya dana BOSP.
  7. Penutup — tempat, tanggal, dan tanda tangan kepala sekolah.

Contoh Format SK Panitia Ujian Sekolah (Word Siap Edit)

Sesuaikan kop surat, nomor, dan tanggal dengan kondisi sekolah serta tahun pelajaran yang sedang berjalan.

Pemerintah [Kabupaten/Kota] [Nama Daerah]

Dinas Pendidikan

[Nama Satuan Pendidikan]

Alamat: [Alamat Lengkap]  |  NPSN: [Diisi]  |  Telp: [Diisi]


Surat Keputusan Kepala [Nama Sekolah]

Nomor: [Diisi sesuai penomoran surat sekolah]
TENTANG PEMBENTUKAN PANITIA UJIAN SEKOLAH
TAHUN PELAJARAN [Diisi]

Kepala [Nama Sekolah],

Menimbang:a. bahwa dalam rangka mengukur pencapaian kompetensi lulusan peserta didik sesuai standar penilaian pendidikan yang berlaku, perlu diselenggarakan Ujian Sekolah yang tertib, adil, dan akuntabel;
b. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan teknis ujian, perlu dibentuk susunan kepanitiaan yang bertanggung jawab;
c. bahwa berdasarkan hasil rapat dewan guru pada tanggal [Diisi], dipandang perlu menetapkan keputusan ini;
Mengingat:1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah;
4. Kalender Pendidikan Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran [Diisi];
5. Keputusan rapat dewan guru [Nama Sekolah];

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:
PERTAMA:Membentuk Panitia Ujian Sekolah Tahun Pelajaran [Diisi] dengan susunan personalia sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1 keputusan ini.
KEDUA:Menetapkan Jadwal Pelaksanaan Ujian Sekolah sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2 keputusan ini.
KETIGA:Segala biaya yang timbul akibat pelaksanaan keputusan ini dibebankan pada Dana BOSP Tahun Anggaran [Diisi], sesuai ketentuan penggunaan dana yang berlaku.
KEEMPAT:Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga selesainya pelaporan ujian, dan akan diperbaiki sebagaimana mestinya apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di: [Kota]
Pada tanggal: [Tanggal]

Kepala [Nama Sekolah],

(stempel & tanda tangan)

[Nama Kepala Sekolah]
NIP. [Diisi jika ASN]

LAMPIRAN 1: SUSUNAN PANITIA UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN [Diisi]

NoJabatan PanitiaNama / NIP
1Penanggung Jawab[Nama Kepsek]
2Ketua[Nama Guru/Waka]
3Sekretaris[Nama Operator/Guru]
4Bendahara[Nama Bendahara BOSP]
5Pengawas Ruang(Daftar terlampir)
6Tim Pengoreksi/Penilai(Daftar terlampir)

Tugas Utama Panitia Ujian

JabatanTugas Pokok
KetuaMengoordinasikan seluruh tahapan ujian dari persiapan hingga pelaporan
SekretarisMengelola administrasi, surat-menyurat, dan dokumentasi ujian
BendaharaMengelola anggaran dan pencairan honor panitia sesuai ketentuan BOSP
Pengawas RuangMengawasi jalannya ujian agar sesuai tata tertib
Tim Pengoreksi/PenilaiMemeriksa dan menilai hasil ujian sesuai kriteria yang ditetapkan

Cek Ketentuan Resmi Kemendikdasmen

Cara Membuat dan Menggunakan Format SK Ini

  1. Gunakan Microsoft Word, kertas ukuran A4, dengan font Times New Roman ukuran 12 agar tampilan resmi dan konsisten.
  2. Adakan rapat dewan guru untuk menentukan susunan panitia, pembagian tugas, dan jadwal pelaksanaan ujian.
  3. Isi kerangka SK sesuai hasil rapat, pastikan dasar hukum yang dicantumkan sudah sesuai (PP 57/2021 dan Permendikbudristek 21/2022), bukan disalin begitu saja dari template lama.
  4. Cetak, minta paraf dan stempel kepala sekolah sebagai pengesahan resmi.
  5. Bagikan salinan ke seluruh anggota panitia dan arsipkan di sekolah untuk keperluan audit atau verifikasi di kemudian hari.

Tips Preventif dan Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Tips/Kesalahan UmumPenjelasan
Sesuaikan dengan kebutuhan Kurikulum MerdekaCakupan penilaian bisa meliputi tes tertulis, proyek, dan portofolio — pastikan susunan panitia mengakomodasi jenis penilaian yang dipakai sekolah
Pastikan honor panitia sesuai ketentuan dana BOS/BOSPHindari menetapkan nominal honor yang tidak sejalan dengan juknis penggunaan dana yang berlaku
Perbarui SK setiap ada perubahanJika jadwal atau susunan panitia berubah di tengah jalan, terbitkan SK revisi, jangan hanya mengandalkan kesepakatan lisan
Jangan menyalin format lama tanpa memeriksa dasar hukumRegulasi bisa berubah antar tahun — kesalahan paling umum adalah mengutip regulasi yang sudah tidak relevan atau salah topik, seperti kasus Permendikdasmen 11/2025 yang dibahas di atas

FAQ

Apakah benar SK ini harus merujuk Permendikdasmen soal beban kerja guru?

Tidak. Dasar hukum yang tepat adalah regulasi standar penilaian pendidikan (PP 57/2021 dan Permendikbudristek 21/2022), bukan regulasi beban kerja guru.

Apakah SK panitia ujian wajib bermaterai?

Tidak wajib, tetapi sebagian sekolah menambahkan materai Rp10.000 untuk memperkuat kekuatan hukum dokumen.

Siapa saja yang boleh menjadi panitia ujian?

Guru dan tenaga kependidikan yang idealnya tidak mengajar langsung di kelas yang diujikan, untuk menghindari konflik kepentingan.

Berapa lama SK panitia ujian berlaku?

Umumnya satu semester atau satu tahun pelajaran, diperbarui setiap kali ada ujian baru atau perubahan susunan panitia.

Apa risiko jika ujian dilaksanakan tanpa SK panitia yang jelas?

Berisiko menjadi temuan saat audit BOS atau sulit menyelesaikan sengketa nilai karena tidak ada dasar tanggung jawab yang jelas.

Kesimpulan

SK Panitia Ujian Sekolah perlu disusun dengan dasar hukum yang tepat sasaran — regulasi tentang standar penilaian pendidikan, bukan regulasi tentang beban kerja guru yang mengatur hal berbeda sama sekali. Kesalahan mengutip dasar hukum, meski terlihat sepele, bisa membuat SK dipertanyakan validitasnya saat diperiksa dinas pendidikan. Gunakan kerangka di atas sebagai titik awal, sesuaikan dengan kondisi sekolah, dan selalu perbarui rujukan tahun pelajaran setiap kali SK baru diterbitkan.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *