Panduan Guru & Operator Sekolah · Prompt Engineering RPP 2026

Prompt AI untuk membuat RPP Kurikulum Merdeka 2026: kumpulan formula prompt siap pakai untuk tujuan pembelajaran, kegiatan, asesmen, dan diferensiasi.

Banyak guru sudah mencoba memakai ChatGPT, Gemini, atau Copilot untuk membantu menyusun RPP, tapi hasilnya sering terasa generik dan tidak sesuai konteks kelas. Penyebabnya bukan aplikasinya, melainkan prompt yang diketik terlalu singkat atau tidak spesifik. Kualitas hasil AI ditentukan oleh kualitas instruksi yang diberikan — bukan sekadar aplikasi mana yang dipakai.

Artikel ini membahas secara mendalam anatomi prompt yang efektif untuk menyusun RPP Kurikulum Merdeka, kumpulan formula prompt siap pakai per komponen RPP, kesalahan umum yang membuat hasil AI terasa generik, hingga tips menyempurnakan draf AI menjadi RPP final yang benar-benar kontekstual.

5 KomponenBagian RPP yang bisa dibantu prompt
5 ElemenFormula prompt efektif
HOTSStandar kualitas tujuan pembelajaran
IteratifPrompt lanjutan untuk revisi hasil

Kenapa Prompt Lebih Menentukan daripada Aplikasi AI-nya

Aplikasi AI apa pun — ChatGPT, Gemini, maupun Copilot — pada dasarnya menggunakan model bahasa yang serupa kemampuannya untuk tugas menyusun teks pendidikan. Yang membedakan hasil bagus dan hasil generik adalah detail instruksi yang diberikan guru. Prompt seperti “buatkan RPP kelas 5” akan menghasilkan output umum, sementara prompt yang menyebutkan fase, capaian pembelajaran spesifik, karakteristik siswa, dan format keluaran yang diinginkan akan menghasilkan draf yang jauh lebih siap pakai.

Anatomi Prompt yang Efektif

Prompt RPP yang baik idealnya memuat lima elemen: Peran (posisikan AI sebagai ahli kurikulum atau guru senior), Konteks (jenjang, fase, mata pelajaran, karakteristik siswa), Tugas (komponen RPP spesifik yang diminta), Format (poin-poin, tabel, atau paragraf), dan Batasan (jumlah, tingkat kesulitan, durasi kegiatan).

Kumpulan Prompt AI per Komponen RPP

1. Tujuan Pembelajaran

Merumuskan TP berbasis HOTS yang diturunkan langsung dari Capaian Pembelajaran (CP) fase tertentu.

2. Kegiatan Pembelajaran

Merancang alur kegiatan pembuka, inti, dan penutup yang sesuai gaya belajar siswa.

3. Asesmen & Rubrik

Membuat instrumen penilaian formatif maupun sumatif lengkap dengan kriteria penskoran.

4. Diferensiasi Pembelajaran

Menyusun variasi tugas sesuai kesiapan, minat, atau profil belajar siswa yang beragam.

5. Refleksi & Tindak Lanjut

Menyusun pertanyaan reflektif bagi guru dan siswa di akhir pembelajaran.

Contoh Prompt: Tujuan Pembelajaran Berbasis HOTS

Berperan sebagai ahli kurikulum. Buat 3 Tujuan Pembelajaran berbasis HOTS untuk materi [topik] kelas [kelas] fase [fase] Kurikulum Merdeka. Turunkan dari Capaian Pembelajaran berikut: “[tempel teks CP]”. Gunakan kata kerja operasional yang terukur, format poin bernomor.

Contoh Prompt: Kegiatan Pembelajaran

Rancang kegiatan pembelajaran untuk 1 pertemuan (2 JP) materi [topik] kelas [kelas], dengan struktur pembuka-inti-penutup. Sertakan 1 aktivitas kolaboratif dan 1 aktivitas berbasis proyek sederhana. Sesuaikan untuk siswa dengan gaya belajar visual dan kinestetik. Format: tabel dengan kolom Tahap, Aktivitas, Durasi.

Contoh Prompt: Asesmen & Rubrik

Buat rubrik penilaian formatif untuk tugas [jenis tugas] materi [topik] kelas [kelas]. Gunakan 4 level capaian (Belum Berkembang, Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, Sangat Berkembang) dengan deskriptor yang jelas per level, format tabel.

Contoh Prompt: Diferensiasi Pembelajaran

Buat 3 variasi tugas untuk materi [topik] kelas [kelas] berdasarkan kesiapan belajar siswa: kelompok yang perlu pendampingan, kelompok standar, dan kelompok yang siap tantangan lebih tinggi. Jelaskan perbedaan tingkat kompleksitas tiap variasi secara singkat.

Kesalahan Umum Menyusun Prompt RPP

  • Tidak menyebutkan fase/kelas spesifik, sehingga AI menebak level kesulitan secara acak
  • Tidak menempelkan teks Capaian Pembelajaran asli, sehingga TP hasil AI tidak selaras kurikulum resmi
  • Meminta “buatkan RPP lengkap” sekaligus, alih-alih per komponen — hasil cenderung dangkal di setiap bagian
  • Tidak meminta format keluaran, sehingga hasil sulit langsung disalin ke template RPP

Tabel Ringkasan Komponen RPP dan Fokus Prompt

Komponen RPPFokus PromptElemen Wajib Disertakan
Tujuan PembelajaranMenurunkan TP dari CPTeks CP asli, fase, kata kerja operasional
Kegiatan PembelajaranAlur pembuka-inti-penutupDurasi JP, gaya belajar siswa
AsesmenRubrik/instrumen penilaianJenis tugas, level capaian
DiferensiasiVariasi tugas per kesiapanKategori kesiapan/minat siswa
RefleksiPertanyaan reflektifSudut pandang guru & siswa

Prompt Lanjutan untuk Menyempurnakan Hasil AI

Minta Revisi Spesifik

Gunakan prompt lanjutan seperti “sederhanakan bahasa poin nomor 2” alih-alih mengulang prompt dari awal.

Minta Alternatif

Tanyakan “berikan 2 alternatif aktivitas lain” untuk mendapat variasi tanpa membuang draf yang sudah ada.

Cek Keselarasan CP

Minta AI menjelaskan bagaimana tiap TP terhubung dengan CP yang ditempelkan, sebagai bentuk verifikasi.

Minta Versi Ringkas & Detail

Buat dua versi keluaran — ringkas untuk diskusi tim, detail untuk dokumen resmi RPP.

Prompt terbaik untuk RPP bukan yang paling panjang, melainkan yang paling banyak menyertakan konteks nyata dari kelas — fase, capaian pembelajaran asli, dan karakteristik siswa — karena AI hanya bisa sekontekstual informasi yang diberikan kepadanya.

Setelah draf RPP dari prompt di atas jadi, format resmi siap pakainya bisa disesuaikan dengan panduan di Contoh Format RPP Kurikulum Merdeka Terintegrasi AI. Jika belum menentukan aplikasi AI mana yang mau dipakai, bandingkan dulu pilihannya di Aplikasi AI Gratis untuk Guru.

Kunjungi Portal Resmi Kurikulum Merdeka

FAQ — Pertanyaan Seputar Prompt AI untuk RPP

Apakah harus menempelkan teks CP lengkap setiap kali membuat prompt?

Sangat disarankan, karena tanpa teks CP asli, AI hanya menebak capaian pembelajaran secara umum yang bisa jadi tidak sesuai fase atau elemen kurikulum resmi.

Apakah prompt yang sama bisa dipakai di ChatGPT, Gemini, dan Copilot?

Bisa, karena formula prompt ini berbasis struktur instruksi umum yang dipahami hampir semua model AI populer, bukan sintaks khusus satu platform.

Bagaimana jika hasil AI masih terasa kaku atau tidak natural?

Minta AI merevisi dengan prompt lanjutan seperti “buat lebih sederhana dan sesuai gaya bahasa anak usia [kelas]” alih-alih mengulang prompt awal dari nol.

Apakah aman menempelkan data siswa ke dalam prompt?

Sebaiknya gunakan deskripsi umum karakteristik siswa (misalnya “gaya belajar visual”, “kelompok perlu pendampingan”) tanpa mencantumkan nama atau identitas pribadi siswa.

Apakah prompt ini bisa dipakai untuk semua mata pelajaran?

Bisa, formula prompt bersifat lintas mata pelajaran — cukup ganti bagian topik, fase, dan teks CP sesuai mata pelajaran yang diampu.

Kesimpulan

Kualitas RPP hasil bantuan AI ditentukan oleh seberapa spesifik dan kontekstual prompt yang diberikan guru, bukan oleh aplikasi AI mana yang dipilih. Formula prompt yang menyertakan peran, konteks, tugas, format, dan batasan secara konsisten menghasilkan draf yang jauh lebih siap pakai dibanding permintaan generik seperti “buatkan RPP”.

Gunakan kumpulan prompt di atas sebagai titik awal, lalu sesuaikan detail topik, fase, dan karakteristik kelas Anda sendiri. Selalu tempelkan teks Capaian Pembelajaran asli agar hasil AI tetap selaras dengan kurikulum resmi, dan jangan ragu memberi prompt revisi lanjutan alih-alih mengulang dari awal setiap kali hasilnya kurang pas.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *