Dua kartu kredit ini sama-sama jadi favorit pemburu KrisFlyer Miles di Indonesia, tapi lewat jalan berbeda. BCA KrisFlyer adalah kartu co-brand resmi Singapore Airlines, sementara UOB PRVI Miles adalah kartu non-cobrand yang poinnya bisa dikonversi ke banyak program maskapai. Setelah UOB Indonesia menurunkan earning rate transaksi Rupiah pada 9 Januari 2026 dan BCA menaikkan iuran tahunan kartu Infinite pertengahan tahun ini, pertanyaannya jadi relevan: mana yang sekarang benar-benar lebih untung?

Artikel ini membedah kedua kartu dari sisi earning rate, biaya, fleksibilitas poin, hingga skenario pemakaian—supaya kamu bisa memutuskan berdasarkan data, bukan sekadar ikut rekomendasi umum.

CO-BRAND

BCA Singapore Airlines KrisFlyer

  • Poin otomatis jadi KrisFlyer Miles, tanpa proses konversi manual
  • Earning rate flat Rp7.500/mile (Signature & Infinite reguler), Rp5.000/mile khusus PPS Club Visa Infinite
  • Terkunci hanya untuk ekosistem KrisFlyer/Star Alliance
NON-COBRAND

UOB PRVI Miles

  • Poin (UOB Points) perlu dikonversi manual ke KrisFlyer atau program lain
  • Earning rate Rp12.000/mile domestik, ~Rp4.500/mile transaksi regional (MYR/SGD/THB/VND)
  • Fleksibel: bisa dialihkan ke KrisFlyer, Asia Miles, dan mitra lain

Timeline Perubahan Terbaru Kedua Kartu

Sebelum bicara “mana yang lebih untung”, penting memahami dulu apa yang berubah di masing-masing kartu belakangan ini:

  • UOB PRVI Miles (efektif 9 Januari 2026): rasio konversi UOB Points ke airline miles untuk transaksi Rupiah turun dari 10 poin menjadi 12 poin per 1 mile—setara devaluasi earning rate domestik sekitar 20%, dari Rp10.000/mile menjadi Rp12.000/mile. Sebagai kompensasi, welcome bonus untuk nasabah baru dinaikkan signifikan menjadi setara 10.000 airline miles.
  • BCA KrisFlyer Visa Infinite (efektif Juni 2026): limit kredit minimum naik dari Rp30.000.000 menjadi Rp50.000.000, dan iuran tahunan naik dari Rp750.000 menjadi Rp1.000.000—meski masih bisa dihapuskan dengan syarat tertentu.
Kalau kamu belum familiar dengan struktur varian kartu BCA KrisFlyer (Signature, Infinite, PPS Club), baca dulu Mengenal Kartu Kredit KrisFlyer agar perbandingan di bawah lebih mudah dipahami.

Perbandingan Earning Rate Setelah Devaluasi

Jenis TransaksiBCA KrisFlyerUOB PRVI Miles
Domestik (Rupiah)Rp7.500/mileRp12.000/mile
Luar negeri umumRp7.500/mile~Rp7.500-8.300/mile (2,4 mile/unit)
Regional (MYR/SGD/THB/VND)Rp7.500/mile (tidak ada bonus khusus)~Rp4.500/mile (3 mile/unit, lebih agresif)
Tier tertinggiRp5.000/mile (PPS Club Visa Infinite)Rate reguler, tanpa tier setara PPS Club

Dari tabel ini terlihat pola yang cukup jelas: untuk transaksi harian dalam Rupiah, BCA KrisFlyer sekarang jauh lebih unggul—Rp7.500/mile jelas lebih efisien dibanding Rp12.000/mile milik UOB pasca devaluasi. Tapi untuk transaksi luar negeri, terutama di kawasan Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam, UOB PRVI Miles justru lebih agresif karena rate regionalnya tidak ikut terdevaluasi.

Perbandingan Biaya dan Syarat Pengajuan

Selain earning rate, biaya kepemilikan juga menentukan kartu mana yang lebih “untung” dalam jangka panjang:

  • BCA KrisFlyer Signature: penghasilan minimal sekitar Rp10 juta/bulan, limit minimal sekitar Rp10 juta pasca penyesuaian terbaru.
  • BCA KrisFlyer Visa Infinite: limit minimal naik jadi Rp50 juta, iuran tahunan Rp1.000.000 (bisa diajukan waiver dengan syarat transaksi atau status nasabah prioritas).
  • UOB PRVI Miles: secara umum menyasar segmen menengah dengan syarat penghasilan yang relatif lebih ringan dibanding BCA Infinite, plus iuran tahunan yang berpotensi digratiskan lewat pencapaian spending tertentu.
Catatan penting: angka earning rate, limit, dan iuran tahunan di atas berdasarkan informasi umum yang beredar per Agustus 2026 dan berpotensi berubah tanpa pemberitahuan sewaktu-waktu. Sebelum mengajukan kartu, selalu cek syarat dan biaya terbaru langsung di bca.co.id atau uob.co.id.

Fleksibilitas Poin: Kunci Perbedaan Filosofis

Ini yang sering luput dari perbandingan angka semata. BCA KrisFlyer adalah kartu co-brand—begitu earning masuk, poinnya otomatis jadi KrisFlyer Miles dan tidak bisa dialihkan ke program lain. Kalau suatu saat kamu ganti preferensi maskapai, miles yang sudah terkumpul tetap terkunci di ekosistem Singapore Airlines dan Star Alliance.

UOB PRVI Miles sebaliknya menyimpan poin dalam bentuk UOB Points yang baru dikonversi manual saat dibutuhkan—ke KrisFlyer, Asia Miles, atau mitra maskapai lain yang tersedia. Fleksibilitas ini jadi nilai tambah kalau rencana perjalananmu belum pasti akan selalu memakai Singapore Airlines, meski konsekuensinya proses klaim jadi lebih manual dan sedikit lebih lama dibanding konversi otomatis co-brand.

Kalau targetmu sudah pasti KrisFlyer dan Singapore Airlies jadi maskapai utama, kesederhanaan konversi otomatis BCA punya nilai tersendiri—bukan cuma soal angka rasio di atas kertas, tapi juga soal berkurangnya langkah manual yang berpotensi terlewat.

Kapan Pilih BCA KrisFlyer, Kapan Pilih UOB PRVI Miles?

  • Pilih BCA KrisFlyer kalau mayoritas transaksimu dalam Rupiah, kamu sudah yakin akan terus terbang dengan Singapore Airlines/Star Alliance, dan lebih suka proses earning yang otomatis tanpa langkah tambahan.
  • Pilih UOB PRVI Miles kalau kamu sering bertransaksi dalam mata uang regional (MYR/SGD/THB/VND), ingin fleksibilitas menukar poin ke lebih dari satu program maskapai, atau belum yakin akan selalu setia ke satu maskapai tertentu.
  • Kombinasikan keduanya kalau memungkinkan—pakai BCA KrisFlyer untuk transaksi harian Rupiah, dan UOB PRVI Miles khusus saat traveling atau bertransaksi dalam mata uang regional agar dapat rate terbaik di masing-masing skenario.

Untuk gambaran opsi non-cobrand lain di luar UOB, kamu juga bisa cek 7 Kartu Kredit Non-Cobrand Terbaik untuk KrisFlyer yang membahas alternatif dari Mandiri, CIMB Niaga, hingga Jenius.

FAQ Seputar BCA KrisFlyer vs UOB PRVI Miles

1. Setelah devaluasi, kartu mana yang earning rate-nya lebih baik untuk transaksi harian di Indonesia?

Untuk transaksi domestik dalam Rupiah, BCA KrisFlyer (Rp7.500/mile) lebih unggul dibanding UOB PRVI Miles pasca devaluasi (Rp12.000/mile).

2. Apakah UOB PRVI Miles masih worth it setelah devaluasi Januari 2026?

Masih relevan terutama untuk transaksi luar negeri di kawasan regional (Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam) karena rate untuk transaksi tersebut tidak ikut terdevaluasi dan tetap lebih agresif dibanding BCA.

3. Apakah poin UOB PRVI Miles bisa langsung otomatis jadi KrisFlyer seperti BCA?

Tidak. UOB Points perlu dikonversi manual melalui platform resmi UOB ke KrisFlyer atau program mitra lain, berbeda dengan BCA KrisFlyer yang earning-nya otomatis langsung jadi KrisFlyer Miles.

4. Apakah boleh punya BCA KrisFlyer dan UOB PRVI Miles sekaligus?

Boleh. Banyak pengumpul miles justru sengaja memegang keduanya untuk memaksimalkan rate terbaik sesuai jenis transaksi—Rupiah di BCA, transaksi regional di UOB.

5. Kartu mana yang lebih cocok untuk pemula yang baru mulai kumpulkan miles?

BCA KrisFlyer Signature umumnya lebih ramah pemula karena proses earning otomatis dan tidak perlu memahami mekanisme konversi manual seperti di UOB PRVI Miles.

Kesimpulan

Tidak ada jawaban tunggal “mana yang lebih untung” tanpa melihat pola transaksimu sendiri. Setelah devaluasi Januari 2026, UOB PRVI Miles kehilangan keunggulannya untuk transaksi Rupiah sehari-hari, tapi tetap kompetitif untuk transaksi regional yang jarang disentuh kartu co-brand seperti BCA KrisFlyer. Sebaliknya, BCA unggul dalam kesederhanaan dan konsistensi rate, tapi mengunci kamu sepenuhnya ke ekosistem Singapore Airlines dengan biaya kepemilikan yang juga ikut naik di 2026. Strategi paling realistis bagi kebanyakan pengguna bukan memilih satu pemenang mutlak, melainkan mencocokkan kartu dengan jenis transaksi—dan bila memungkinkan, memegang keduanya sebagai kombinasi untuk memaksimalkan setiap rupiah yang dibelanjakan.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *