Aplikasi e-Rapor SD versi 2025.1 adalah rilis terbaru dari Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen, dikembangkan ulang dengan framework dan database baru untuk mendukung kebijakan Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka yang aktif mulai tahun ajaran 2025/2026. Panduan ini merangkum cara instalasi, login pertama kali, alur kerja data, hingga pembagian tugas tiap peran pengguna di sekolah.
Apa yang Baru di Versi 2025.1?
- Fitur Nilai Profil Lulusan dan deskripsi sikap yang mengacu pada Profil Lulusan, khusus untuk sekolah yang masih menerapkan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2025/2026 semester ganjil.
- Upload foto siswa secara massal, jauh lebih efisien dibanding mengunggah satu per satu seperti versi sebelumnya.
- Pembaruan tampilan dan perbaikan sistem secara menyeluruh, hasil dari pengembangan ulang aplikasi dengan framework dan database terbaru.
- Dukungan penuh untuk dua kurikulum sekaligus—Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka—dalam satu sistem yang sama.
Syarat Sistem Sebelum Instalasi
| Komponen | Spesifikasi Minimum |
|---|---|
| Processor | Intel Core i3 atau setara, direkomendasikan lebih tinggi untuk sekolah dengan banyak siswa |
| RAM | Minimal 4 GB |
| Jaringan | Local Area Network (LAN) di sekolah untuk akses multi-user |
| Instalasi | Hanya di 1 komputer server; guru, wali kelas, dan siswa mengakses lewat browser |
Cara Instalasi (Pengguna Baru)
Unduh file installer resmi dari ditsd.kemendikdasmen.go.id/s/erapor2025—tautan ini mengarahkan ke folder Google Drive resmi berisi installer dan panduan.
Klik dua kali file installer. Kalau muncul security warning, pilih “Yes” atau “Run Anyway” tergantung versi Windows, lalu ikuti wizard instalasi sampai selesai.
Setelah instalasi selesai, login dengan akun default: username administrator, password administrator—segera ganti password lewat menu Profil setelah berhasil masuk.
Cara Update (Pengguna Versi Lama)
Kalau sekolahmu sudah pernah pakai e-Rapor SD versi 2025, unduh file “Updater e-Rapor SD Versi 2025.1” dari laman resmi yang sama, lalu jalankan seperti proses instalasi biasa. Sebelum update, sangat disarankan melakukan backup data terlebih dahulu untuk menghindari risiko kehilangan data. Kalau tampilan aplikasi belum berubah setelah update selesai, coba bersihkan cache dan cookies browser agar versi terbaru tampil sempurna.
Alur Kerja Data e-Rapor SD
Memahami alur data membantu kamu troubleshooting kalau ada masalah sinkronisasi:
- Pengambilan data master dari Dapodik — data kurikulum, sekolah, guru, siswa, rombongan belajar, pembelajaran, dan ekstrakurikuler ditarik e-Rapor melalui web service.
- Koreksi data — kalau ada data yang salah, koreksi harus dilakukan di aplikasi Dapodik terlebih dahulu, baru ditarik ulang ke e-Rapor, bukan diedit langsung di e-Rapor.
- Input nilai — guru dan wali kelas menginput nilai rapor langsung di e-Rapor sesuai mata pelajaran dan kelas yang diampu.
- Nilai final dikirim kembali ke Dapodik — tanpa perlu input ulang secara manual, mengurangi risiko human error.
Peran Pengguna dalam e-Rapor SD
Administrator Sekolah
Menarik data dari Dapodik, membuat akun untuk guru dan wali kelas, mengatur periode input nilai, serta mencetak leger dan transkrip nilai keseluruhan.
Guru Kelas/Wali Kelas
Menginput nilai harian, sumatif, proyek, dan kokurikuler untuk siswa di kelas yang diampu, sekaligus menambahkan catatan wali kelas dan data kehadiran.
Kepala Sekolah
Memantau progres pengisian nilai secara keseluruhan dan melakukan verifikasi akhir sebelum rapor dicetak dan dibagikan ke orang tua/wali murid.
Tips Troubleshooting Umum
- Tampilan tidak berubah setelah update? Bersihkan cache dan cookies browser, lalu buka ulang aplikasi.
- Data siswa/guru tidak lengkap saat ditarik dari Dapodik? Pastikan data di Dapodik lokal sudah benar dan tersinkron sebelum melakukan tarik data di e-Rapor.
- Aplikasi gagal diinstal atau muncul error saat proses instalasi? Pastikan firewall dan antivirus dinonaktifkan sementara, serta jalankan installer dengan hak akses administrator.
- Guru tidak bisa mengakses dari laptop sendiri? Pastikan komputer guru terhubung ke jaringan LAN yang sama dengan server tempat e-Rapor terpasang.
Untuk memahami manfaat e-Rapor secara lebih luas dibanding sistem manual, baca juga Mengapa Harus Menggunakan Aplikasi e-Rapor? Kalau sekolahmu juga mengelola jenjang SMP, panduan serupa tersedia di Panduan Lengkap Aplikasi e-Rapor SMP Versi Terbaru.
FAQ Seputar Aplikasi e-Rapor SD Versi 2025.1
1. Apa beda instalasi baru dan update untuk e-Rapor SD 2025.1?
Instalasi baru khusus untuk sekolah yang belum pernah memasang e-Rapor versi 2025. Kalau sudah pernah, wajib pakai Updater agar data lama tetap tersimpan—instalasi baru di atas versi lama akan menghapus semua data sebelumnya.
2. Apa username dan password default setelah instalasi?
Username default adalah “administrator” dengan password “administrator”. Segera ganti password ini lewat menu Profil setelah login pertama kali demi keamanan data.
3. Apakah e-Rapor SD 2025.1 mendukung Kurikulum 2013?
Ya, versi ini mendukung baik Kurikulum 2013 maupun Kurikulum Merdeka sekaligus, termasuk fitur baru Nilai Profil Lulusan khusus untuk sekolah K13 mulai tahun ajaran 2025/2026 ganjil.
4. Kenapa data yang saya koreksi di e-Rapor tidak berubah?
Data master seperti nama siswa, guru, atau rombel harus dikoreksi terlebih dahulu di aplikasi Dapodik, baru ditarik ulang ke e-Rapor—bukan diedit langsung di e-Rapor.
5. Apakah aplikasi ini gratis untuk semua SD di Indonesia?
Ya, e-Rapor SD sepenuhnya gratis dan bisa digunakan oleh seluruh sekolah dasar di Indonesia, baik negeri maupun swasta.
Kesimpulan
Aplikasi e-Rapor SD versi 2025.1 hadir sebagai penyempurnaan signifikan dari versi sebelumnya, dengan framework dan database baru yang mendukung dua kurikulum sekaligus serta fitur-fitur yang meringankan beban administrasi guru. Kunci penggunaan yang lancar terletak pada tiga hal: memilih dengan tepat antara instalasi baru atau update sesuai kondisi sekolahmu, memahami alur data satu arah dari Dapodik ke e-Rapor dan kembali lagi, serta memastikan setiap peran—admin, guru kelas, dan kepala sekolah—memahami tugasnya masing-masing. Dengan pemahaman yang tepat sejak awal, proses pelaporan hasil belajar siswa SD bisa berjalan lebih cepat, akurat, dan minim kendala teknis sepanjang tahun ajaran.





