Panduan Perpajakan & Payroll Regional

Perhitungan Pajak TER 2026 untuk Karyawan Sektor Industri di Batam & Medan

Simulasi PPh 21 skema TER berbasis UMK terbaru kedua kota industri ini, lengkap dengan analisis perbandingan take-home pay.

Batam dan Medan sama-sama menjadi pusat industri penting di Sumatera, namun dengan karakter berbeda: Batam sebagai kawasan perdagangan bebas (FTZ) dengan basis galangan kapal dan elektronik, sementara Medan menjadi pusat manufaktur dan kawasan industri terbesar di Sumatera Utara. Perbedaan UMK antara kedua kota ini berdampak langsung pada perhitungan pajak TER PPh 21 karyawan sektor industri di masing-masing wilayah. Artikel ini membahas perhitungan pajak TER 2026 secara lengkap untuk karyawan industri di Batam dan Medan, lengkap dengan simulasi nyata berbasis UMK terbaru kedua kota.

Rp5.357.982UMK Batam 2026
Rp4.335.198UMK Medan 2026
Rp5.374.672UMSK Batam (galangan kapal)
Rp1.022.784Selisih UMK kedua kota

Karakter Industri Batam vs Medan

Batam

Kawasan perdagangan bebas (FTZ) berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, basis industri galangan kapal, elektronik, dan manufaktur berorientasi ekspor. UMK Batam 2026 tertinggi se-Kepulauan Riau, ditetapkan Rp5.357.982 melalui SK Gubernur Kepri Nomor 1332 Tahun 2025.

Medan

Ibu kota Sumatera Utara dengan basis industri manufaktur, kawasan industri, dan jasa. UMK Medan 2026 tertinggi se-Sumatera Utara, ditetapkan Rp4.335.198 melalui SK Gubernur Sumut Nomor 188.44/908/KPTS/2025.

UMK vs UMSK: Kasus Khusus Batam

Batam memiliki keunikan dibanding Medan: untuk pertama kalinya pada 2026, Batam menetapkan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) khusus dua sektor, yaitu galangan kapal/reparasi bangunan terapung dan bangunan lepas pantai (offshore). UMSK Batam 2026 ditetapkan Rp5.374.672, hanya selisih Rp16.690 dari UMK reguler, namun tetap menjadi acuan wajib bagi perusahaan di kedua sektor tersebut. Medan belum menerapkan skema UMSK serupa untuk 2026.

Simulasi 1: Karyawan Level UMK (Lajang, TK/0)

Berikut simulasi PPh 21 untuk karyawan yang menerima gaji persis setara UMK, tanpa tunjangan tambahan, berstatus lajang tanpa tanggungan (Kategori TER A).

KotaGaji Bruto (UMK)Tarif TER APPh 21
BatamRp5.357.9820%Rp0
MedanRp4.335.1980%Rp0
Menariknya, karyawan lajang dengan gaji persis UMK di kedua kota ini sama-sama tidak dikenakan PPh 21, karena keduanya masih berada di bawah ambang batas Rp5.400.000 pada tabel TER Kategori A. Ini berarti mayoritas pekerja industri level pemula berstatus lajang di Batam dan Medan menerima gaji bersih yang sama persis dengan gaji bruto mereka.

Simulasi 2: Rudi Hartono, Welder Senior di Batam

Rudi bekerja di galangan kapal dengan gaji pokok setara UMSK Batam (Rp5.374.672), ditambah tunjangan skill Rp1.500.000 dan tunjangan lain Rp800.000. Status TK/0 (Kategori A).

KomponenNilai
Gaji Pokok (UMSK)Rp5.374.672
Tunjangan SkillRp1.500.000
Tunjangan LainRp800.000
Total BrutoRp7.674.672
PPh 21 (TER A, 1,5%)Rp115.120
Total BPJSRp274.987
Gaji BersihRp7.284.565

Simulasi 3: Ratna Sari Dewi, Operator Produksi di Medan

Ratna bekerja di kawasan industri Medan dengan gaji pokok setara UMK Medan (Rp4.335.198), ditambah tunjangan jabatan Rp700.000 dan tunjangan lain Rp500.000. Status TK/0 (Kategori A).

KomponenNilai
Gaji Pokok (UMK)Rp4.335.198
Tunjangan JabatanRp700.000
Tunjangan LainRp500.000
Total BrutoRp5.535.198
PPh 21 (TER A, 0,25%)Rp13.838
Total BPJSRp201.408
Gaji BersihRp5.319.952
Perbedaan mencolok antara simulasi Rudi dan Ratna bukan disebabkan tarif TER yang berbeda per kota — tarif TER berlaku sama secara nasional — melainkan murni akibat selisih UMK dan struktur tunjangan yang membuat penghasilan bruto keduanya jatuh di lapisan tarif berbeda.

Analisis: Dampak Selisih UMK terhadap Beban Pajak

Selisih UMK Rp1.022.784 antara Batam dan Medan menciptakan efek berjenjang yang menarik dianalisis. Bagi pekerja level pemula (gaji persis UMK), selisih ini sepenuhnya dinikmati sebagai selisih gaji bersih tanpa terpotong pajak sama sekali, karena keduanya masih di bawah ambang batas TER A. Namun begitu ada tunjangan tambahan yang mendorong bruto melewati Rp5.400.000, karyawan di kota dengan UMK lebih tinggi seperti Batam cenderung lebih cepat memasuki lapisan tarif TER berikutnya dibanding rekan mereka di Medan dengan struktur gaji serupa.

Bagi HRD perusahaan multinasional yang beroperasi di kedua kota, seperti banyak dijumpai di sektor galangan kapal Batam dan manufaktur Medan, memahami perbedaan ini penting untuk menyusun struktur gaji yang adil namun tetap efisien dari sisi pajak, terutama saat menentukan komposisi gaji pokok versus tunjangan.

Perbandingan Ringkas Batam vs Medan

AspekBatamMedan
UMK 2026Rp5.357.982Rp4.335.198
Kenaikan dari 20257,38%8%
UMSK SektoralAda (galangan kapal & offshore)Belum ada untuk 2026
PPh 21 di level UMK (TK/0)Rp0Rp0
Basis industri utamaGalangan kapal, elektronik, FTZManufaktur, kawasan industri, jasa
Apakah tarif TER berbeda antara Batam dan Medan?

Tidak. Tarif TER berlaku seragam secara nasional sesuai PMK 168/2023. Yang berbeda hanya UMK sebagai basis gaji, sehingga hasil akhir perhitungan bisa berbeda antar kota.

Kenapa karyawan level UMK di kedua kota sama-sama tidak kena PPh 21?

Karena UMK kedua kota masih berada di bawah ambang batas Rp5.400.000 pada tabel TER Kategori A, sehingga tarif yang berlaku 0%.

Apa itu UMSK Batam dan siapa yang terkena?

UMSK adalah Upah Minimum Sektoral Kota, khusus berlaku bagi sektor galangan kapal dan bangunan lepas pantai di Batam, dengan nilai sedikit lebih tinggi dari UMK reguler.

Apakah karyawan dengan tunjangan besar tetap bebas pajak di UMK?

Tidak selalu. Begitu total penghasilan bruto (gaji pokok plus tunjangan) melewati Rp5.400.000, PPh 21 mulai dikenakan sesuai lapisan tarif TER yang berlaku.

Di mana bisa mengecek UMK resmi terbaru kedua kota ini?

Cek melalui SK Gubernur Kepulauan Riau untuk Batam atau SK Gubernur Sumatera Utara untuk Medan, atau melalui portal Disnaker provinsi masing-masing.

Ingin cek perbandingan UMK kota besar lain di Indonesia?

Lihat Daftar UMK 2026 Kota Besar Lainnya

Kesimpulan

Perhitungan pajak TER 2026 untuk karyawan sektor industri di Batam dan Medan menunjukkan bahwa meski tarif TER berlaku sama secara nasional, hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh selisih UMK dan struktur tunjangan masing-masing kota. Karyawan level pemula di kedua kota sama-sama diuntungkan dengan PPh 21 nol, namun begitu naik ke posisi dengan tunjangan skill atau jabatan, perbedaan basis UMK mulai memengaruhi kecepatan masuk ke lapisan tarif berikutnya.

Bagi pekerja maupun HRD di kedua kota industri ini, memahami dinamika UMK dan UMSK terbaru menjadi kunci memastikan struktur gaji sudah sesuai regulasi sekaligus optimal dari sisi perhitungan pajak, terutama mengingat karakter industri Batam dan Medan yang cukup berbeda dari sisi sektor dan skema pengupahan.

Bagikan:

Kia Krikil

Editor di Kiakrikil.com yang fokus menyajikan berita terbaru seputar pendidikan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *