Setigi, akronim dari Selo-Tirto-Giri (batu, air, bukit), adalah bukti nyata transformasi sebuah desa tertinggal menjadi destinasi wisata yang membanggakan. Berdiri di bekas lahan tambang kapur di Desa Sekapuk, Gresik, kawasan ini kini dikenal luas dengan nama baru: Sekapuk Smartland.
Artikel ini mengulas Setigi/Bukit Sekapuk secara objektif — bukan hanya keindahan visualnya, tetapi juga perjalanan transformasinya dari bekas tambang menjadi ikon wisata desa, daya tarik yang tersedia di dalamnya, hingga catatan jujur soal kondisi fasilitas berdasarkan ulasan pengunjung terkini.
Dari Desa Tertinggal Menjadi Desa Miliarder
Sebelum menjadi destinasi wisata, Desa Sekapuk tercatat sebagai desa tertinggal dengan Indeks Desa Membangun (IDM) hanya 0,55% pada akhir 2017, dibebani masalah kemiskinan, lingkungan kumuh, dan BUMDes yang stagnan. Titik balik terjadi pada awal 2018 di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Halim, yang berkomitmen memperbaiki kinerja BUMDes dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Hasilnya luar biasa: pada 2020, IDM Desa Sekapuk melonjak menjadi 0,88%, dan desa ini bahkan mendeklarasikan diri sebagai “desa miliarder” dengan omset BUMDes lebih dari Rp11 miliar dan keuntungan sekitar Rp4,5 miliar — sebagian besar berasal dari pengelolaan Setigi yang dibangun murni oleh swadaya warga desa.
Daya Tarik Utama Setigi
Nama Setigi (Selo, Tirto, Giri) merepresentasikan tiga elemen utama kawasan ini: batu kapur, aliran air, dan bukit. Berikut beberapa daya tarik yang bisa dinikmati pengunjung.
Air Terjun Buatan & Danau Jamrud
Air mengalir dari tebing kapur menuju Danau Jamrud, danau yang bisa berubah warna — hijau, biru, atau kemerahan — tergantung kondisi air dan pantulan cahaya matahari. Pengunjung bisa bersepeda air dan memberi makan ikan di sini.
Candi Topeng Nusantara
Bangunan candi dengan dinding dipenuhi beragam topeng dari berbagai daerah Indonesia, beratap limas yang menambah kemegahan visual kawasan.
Museum Batu Kars & Goa Pancoran
Menyimpan jejak sejarah tambang kapur yang dulu beroperasi di lokasi ini, sekaligus menjadi nilai edukasi bagi pengunjung tentang asal-usul kawasan.
Selain ketiganya, Setigi juga memiliki Jembatan Peradaban berkapasitas 70 ton, Tangga Derajad, Panggung Batu untuk pertunjukan seni, Patung Gopala Dwarapala sebagai simbol penjaga desa, Monumen Setigi, hingga miniatur Masjid Persia — menjadikan kawasan ini kaya akan spot foto tematik yang beragam.
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| Kolam renang | Tersedia, meski beberapa ulasan mencatat kebersihan perlu ditingkatkan |
| Terapi ikan | Kolam terapi ikan kecil yang membersihkan sel kulit mati |
| Area outbound | Cocok untuk kegiatan sekolah, tersedia trainer khusus |
| Gazebo & mushola | Tersebar di beberapa titik kawasan |
| Diskon rombongan | Diskon 15% untuk grup lebih dari 20 orang |
Catatan objektif berdasarkan ulasan pengunjung terbaru: meski secara umum kawasan ini bersih dan terawat, beberapa spot seperti gazebo di seberang danau dan area kolam renang dilaporkan mulai lapuk dan kurang terjaga kebersihannya, terutama setelah hujan yang menyebabkan becek di beberapa titik. Food court juga dinilai masih terbatas variasi menunya. Sebaiknya cek ulasan terbaru sebelum berkunjung untuk ekspektasi yang realistis.
Jam Operasional dan Tips Berkunjung
Setigi buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, meski beberapa sumber menyebutkan kawasan ini pernah buka hingga malam hari pukul 21.00 pada periode tertentu untuk acara komunitas atau gathering.
- Datang pagi hari untuk menghindari terik matahari, mengingat kawasan ini berupa area terbuka bekas tambang
- Coba pengalaman terapi ikan sebagai aktivitas tambahan selain berfoto di spot-spot ikonik
- Manfaatkan diskon rombongan bila datang bersama grup lebih dari 20 orang, cocok untuk study tour sekolah
- Siapkan alas kaki yang nyaman karena beberapa area memiliki jalur menanjak seperti Tangga Derajad
- Bawa power bank karena beberapa gazebo belum dilengkapi stopkontak untuk mengisi daya ponsel
Untuk destinasi wisata unik lain hasil transformasi lahan bekas tambang atau fenomena geologi di Jawa, Anda juga bisa membaca Keindahan dan Keajaiban Bleduk Kuwu sebagai referensi tambahan.
Cek Profil Resmi Desa Wisata SekapukFAQ
Apakah Air Terjun Sekapuk merupakan air terjun alami?
Bukan. Air terjun yang ada di kawasan Setigi/Bukit Sekapuk adalah air terjun buatan yang dibangun sebagai bagian dari transformasi bekas tambang kapur menjadi destinasi wisata.
Apa arti nama Setigi?
Setigi merupakan akronim dari Selo, Tirto, Giri yang berarti batu, air, dan bukit — merepresentasikan tiga elemen utama daya tarik kawasan ini.
Berapa harga tiket masuk Setigi Sekapuk?
Berkisar Rp10.000-20.000 per orang, tergantung hari kunjungan, dengan beberapa wahana tambahan yang mungkin dikenakan biaya terpisah.
Apa daya tarik utama selain air terjun buatan di Setigi?
Ada Danau Jamrud, Candi Topeng Nusantara, Museum Batu Kars, Goa Pancoran, Jembatan Peradaban, dan berbagai spot foto tematik lainnya.
Kenapa Desa Sekapuk disebut desa miliarder?
Karena BUMDes Sekapuk berhasil meraih omset lebih dari Rp11 miliar dengan keuntungan sekitar Rp4,5 miliar, sebagian besar berasal dari pengelolaan wisata Setigi.
Kesimpulan
Setigi atau Bukit Sekapuk membuktikan bahwa keindahan wisata tidak selalu harus berasal dari alam yang murni tak tersentuh — transformasi kreatif bekas tambang kapur menjadi kawasan dengan air terjun buatan, danau berwarna-warni, dan candi bertema Nusantara justru menjadi kisah inspiratif tersendiri tentang pemberdayaan desa. Meski beberapa fasilitas masih perlu perbaikan berdasarkan ulasan terkini, nilai edukasi dan ekonomi yang dihasilkan kawasan ini bagi masyarakat Sekapuk menjadikannya lebih dari sekadar destinasi foto — melainkan contoh nyata bagaimana desa bisa bangkit dari keterbatasan menjadi ikon wisata yang membanggakan.





