Resign di tengah bulan hampir selalu memunculkan pertanyaan yang sama: gaji bulan terakhir dibayar penuh atau dipotong? Jawabannya, gaji dihitung proporsional sesuai hari kamu benar-benar bekerja, atau disebut gaji prorata. Yang sering membuat angkanya berbeda dari perkiraan adalah metode hitungnya. Dengan data yang sama, hasilnya bisa selisih ratusan ribu rupiah tergantung perusahaan memakai hari kerja, hari kalender, atau pembagi tetap. Artikel ini membahas ketiganya dengan contoh angka yang bisa kamu cocokkan dengan slip gajimu.

Apa Itu Gaji Prorata Saat Resign?

Gaji prorata adalah upah yang dibayar sesuai jumlah hari bekerja dalam satu periode penggajian. Pada karyawan yang resign, periode terakhirnya hampir pasti tidak penuh, sehingga gaji pokok dan tunjangan tetap tidak dibayar satu bulan utuh. Untuk kebalikannya, yaitu karyawan yang baru masuk di tengah bulan, rumusnya sama dan sudah dibahas di artikel gaji prorata karyawan masuk tengah bulan. Bedanya, pada resign ada beberapa komponen lain yang ikut dibereskan, dan itu dibahas lebih lanjut di bagian akhir.

Komponen yang Dihitung Prorata

Gaji pokok

Selalu dihitung proporsional sesuai hari bekerja pada periode terakhir.

Tunjangan tetap

Seperti tunjangan jabatan, nominalnya sama tiap bulan, sehingga ikut diprorata bersama gaji pokok.

Tunjangan tidak tetap

Uang makan atau transport per hari hadir tidak perlu diprorata. Cukup dibayar sesuai jumlah hari masuk sebenarnya.

Pegangan praktisnya: gaji pokok dan tunjangan tetap dijumlahkan dulu, baru dikalikan faktor prorata. Tunjangan harian dihitung terpisah berdasarkan kehadiran.

Tiga Metode Menghitung Gaji Prorata

Tidak ada satu rumus tunggal yang diwajibkan semua perusahaan. Biasanya metode yang dipakai tercantum di perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, jadi cek dokumen itu lebih dulu. Ketiga metode berikut adalah yang paling umum.

MetodeRumusCocok untuk
Hari kerja aktualGaji : hari kerja normal bulan itu x hari kerja yang dijalaniPerusahaan dengan jadwal kerja tetap 5 hari seminggu
Hari kalenderGaji : jumlah hari dalam bulan x hari kalender sampai tanggal terakhirPerusahaan yang menganggap gaji dihitung per hari kalender
Pembagi tetapGaji : 25 (atau 21) x hari kerja yang dijalaniPerusahaan yang ingin nilai per hari seragam tiap bulan
Gaji prorata = (Gaji pokok + Tunjangan tetap) : pembagi x jumlah hari dihitung

Contoh Perhitungan: Resign Tengah November

Nadia punya gaji pokok Rp6.000.000 dan tunjangan jabatan tetap Rp1.000.000, jadi upah bulanan Rp7.000.000. Hari kerja terakhirnya Jumat, 13 November 2026. Bulan November 2026 punya 30 hari kalender dan 21 hari kerja (Senin sampai Jumat). Nadia bekerja sejak 2 November, jadi ia bekerja 10 hari kerja pada bulan itu.

Metode 1, hari kerja aktual: Rp7.000.000 : 21 x 10 = Rp3.333.333

Metode 2, hari kalender: Gaji dihitung dari 1 sampai 13 November, yaitu 13 hari. Rp7.000.000 : 30 x 13 = Rp3.033.333

Metode 3, pembagi tetap 25 (jadwal 6 hari kerja): Nadia bekerja 11 hari dari Senin 2 sampai Jumat 13 November, termasuk satu hari Sabtu. Rp7.000.000 : 25 x 11 = Rp3.080.000

Temuan utama: dengan data yang sama, hasilnya berkisar dari Rp3.033.333 sampai Rp3.333.333, selisih sekitar Rp300.000. Ini bukan salah hitung, melainkan beda metode. Yang penting adalah perusahaan memakai satu metode yang konsisten dan tertulis, bukan memilih metode berbeda tiap karyawan.

Contoh dengan Cut-Off Gaji Tanggal 25

Banyak perusahaan menghitung gaji dari tanggal 26 bulan sebelumnya sampai tanggal 25 bulan berjalan. Misalnya periode gaji 26 Oktober sampai 25 November 2026 punya 23 hari kerja. Kalau hari kerja terakhir kamu Selasa, 10 November, hari kerja yang dijalani pada periode itu adalah 12 hari (26 sampai 30 Oktober, 2 sampai 6 November, lalu 9 dan 10 November).

Rp7.000.000 : 23 x 12 = Rp3.652.174

Pelajaran dari contoh ini: angka prorata sangat bergantung pada periode cut-off. Jadi sebelum menghitung, pastikan dulu tanggal awal dan akhir periode penggajian di perusahaanmu.

Kapan Gaji Terakhir Dibayar?

Untuk karyawan yang resign, tidak ada satu tenggat universal yang sama untuk semua perusahaan. Umumnya gaji prorata dibayarkan bersama payroll periode berjalan atau paling lambat pada payroll berikutnya, mengikuti perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Bila kamu belum menerima informasi, mintalah kepastian tanggal pembayaran secara tertulis kepada HRD sebelum hari terakhir kerja.

Pajak dan Iuran di Gaji Terakhir

Gaji prorata tetap dikenai iuran BPJS dan PPh 21. Karena kamu berhenti bekerja di tengah tahun, pemberi kerja biasanya menghitung ulang PPh 21 untuk masa pajak terakhirmu, jadi potongannya bisa berbeda dari bulan biasa. Minta bukti potong tahunan (bukti potong A1) saat kamu keluar supaya bisa dipakai untuk SPT dan untuk perusahaan barumu. Pengantar mekanisme potongan ada di cara hitung gaji bersih dan simulasi pajak TER.

Kesalahan Umum

  • Menghitung dengan angka take home pay, padahal dasarnya gaji pokok ditambah tunjangan tetap.
  • Memprorata uang makan atau transport, padahal cukup dibayar sesuai kehadiran.
  • Mencampur metode, misalnya pembilang hari kalender dengan pembagi hari kerja.
  • Lupa memakai tanggal cut-off perusahaan.
  • Tidak mengecek apakah ada hak lain yang menyertai gaji terakhir, seperti cuti yang belum diambil dan THR. Daftarnya dibahas di hak karyawan resign di gaji terakhir.

FAQ

Apakah gaji karyawan resign tengah bulan pasti dipotong?

Gajinya tidak dipotong secara sepihak, melainkan dibayar sesuai hari kerja yang dijalani. Karena itu hasilnya lebih kecil dari gaji penuh, tetapi tetap harus dibayar.

Metode mana yang benar: hari kerja atau hari kalender?

Keduanya dipakai di praktik. Yang menentukan adalah perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Kalau tidak diatur jelas, minta HRD menuliskan rumus yang dipakai.

Apakah tunjangan makan ikut diprorata?

Tunjangan yang dibayar per hari hadir tidak diprorata. Dibayar saja sesuai jumlah hari masuk kerja yang sebenarnya.

Bagaimana kalau resign tepat di akhir bulan?

Kalau hari terakhir kerja sama dengan akhir periode gaji, tidak ada prorata sehingga gaji dibayar penuh. Menyesuaikan tanggal resign dengan cut-off bisa menghindari selisih ini.

Apakah gaji terakhir bisa ditahan perusahaan?

Perusahaan tidak boleh menahan gaji yang sudah menjadi hak tanpa dasar. Potongan tertentu seperti sisa pinjaman memang bisa dilakukan, tetapi harus jelas dasarnya dan tidak boleh sembarangan. Bila ada masalah, mulai dari komunikasi tertulis dengan HRD.

Kesimpulan

Menghitung gaji prorata saat resign sebenarnya tiga langkah: tentukan upah bulanan yang benar, pilih pembagi sesuai aturan perusahaan, lalu kalikan dengan hari yang dijalani. Selisih antar-metode bisa mencapai ratusan ribu rupiah, jadi cara terbaik adalah menghitung dengan ketiga metode lalu mencocokkannya dengan angka dari HRD. Kalau hasilnya jauh dari perkiraanmu, tanyakan metode yang dipakai dan tanggal cut-off-nya. Kalau kamu masih merencanakan tanggal resign, pertimbangkan hari terakhir kerja yang jatuh di akhir periode gaji, karena itu membuat gaji terakhir dibayar penuh tanpa prorata.

Mau tahu hak lain di luar gaji prorata? Cek daftar lengkapnya di hak karyawan resign di gaji terakhir, termasuk cuti, THR, dan uang pisah.

Bagikan: