Pagu SMA dan SMK umumnya lebih besar, tetapi kebutuhannya juga lebih bercabang: laboratorium dan peminatan di SMA, bahan praktik dan uji kompetensi di SMK. Artikel ini memberi contoh utuh RKAS untuk sekolah menengah atas atau kejuruan negeri, dari pagu sampai rincian belanja.
Pada jenjang menengah, kesalahan penyusunan RKAS biasanya bukan karena tidak tahu cara mengisi ARKAS 4, melainkan karena pagu yang besar membuat kebutuhan terasa tak habis-habis. Tanpa batas yang dihitung lebih dulu, pos honor dan kegiatan praktik mudah membengkak, sementara alokasi buku dan pemeliharaan terlewat. Contoh di bawah menunjukkan cara menjaga keseimbangan itu.
Contoh memakai sekolah rekaan, SMK Negeri Contoh, dengan pagu BOS reguler Rp900.000.000. Susunan yang sama bisa dipakai SMA dengan mengganti pos bahan praktik menjadi kebutuhan laboratorium. Semua angka hanya ilustrasi belajar. Pagu sekolah Anda yang sebenarnya mengikuti data Dapodik dan ketentuan yang berlaku.
Langkah Sebelum Menyusun Alokasi
- Pastikan pagu dan data. Pagu BOS reguler bersumber dari Dapodik, jadi cek jumlah peserta didik, rombongan belajar, dan data guru sebelum mulai.
- Kumpulkan usulan dari wakil kepala sekolah, ketua program keahlian (untuk SMK) atau koordinator laboratorium (untuk SMA), dan bendahara.
- Hitung batas juknis dalam rupiah: honor maksimal 20% untuk sekolah negeri, buku minimal 10%, dan pemeliharaan sarpras maksimal 20%.
- Tetapkan kegiatan dan alokasinya, lalu turunkan ke rincian barang atau jasa dengan volume dan harga satuan.
- Cek total dan proporsi, kemudian input ke ARKAS 4 dengan kode yang tepat.
Contoh Alokasi Anggaran SMK Negeri
| Kegiatan | Alokasi | Porsi |
|---|---|---|
| Pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan non-ASN | Rp171.000.000 | 19% |
| Pengembangan perpustakaan dan pengadaan buku | Rp99.000.000 | 11% |
| Pemeliharaan sarana dan prasarana | Rp126.000.000 | 14% |
| Pelaksanaan pembelajaran dan ekstrakurikuler | Rp126.000.000 | 14% |
| Bahan praktik dan perlengkapan laboratorium | Rp72.000.000 | 8% |
| Penilaian dan asesmen | Rp72.000.000 | 8% |
| Administrasi kegiatan sekolah | Rp81.000.000 | 9% |
| Langganan daya dan jasa | Rp90.000.000 | 10% |
| Pengembangan profesi guru | Rp36.000.000 | 4% |
| Penerimaan peserta didik baru | Rp27.000.000 | 3% |
| Total | Rp900.000.000 | 100% |
Kontrol proporsi
Hitung batas sebagai nominal lebih dulu, karena angka rupiah lebih mudah diuji ulang saat ada perubahan. Penjelasan penerima dan batas honor ada di artikel batas honor dana BOS, sedangkan cara menjaga alokasi buku ada di artikel anggaran buku dana BOS.
Perbedaan Kebutuhan SMA dan SMK
Kerangka RKAS keduanya hampir sama, tetapi isi kegiatan berbeda. Perbedaan ini yang perlu Anda terjemahkan menjadi uraian belanja.
- SMA: pos laboratorium (IPA, komputer, bahasa) berisi bahan praktikum dan perlengkapan, ditambah kegiatan olimpiade, kompetisi, dan persiapan menuju perguruan tinggi.
- SMK: pos bahan praktik dipecah per kompetensi keahlian, karena kebutuhan bengkel, dapur praktik, atau ruang komputer tiap program berbeda. Ada juga kegiatan yang berkaitan dengan praktik kerja lapangan dan uji kompetensi.
- Keduanya: asesmen akhir kelas terakhir, kegiatan pengembangan profesi guru, dan pemeliharaan peralatan yang banyak dipakai.
Sebelum menganggarkan kegiatan khas SMK, pastikan komponennya termasuk yang boleh dibiayai BOS menurut juknis, dan bedakan dari pembiayaan yang bersumber dari pihak lain. Bila ragu, tanyakan ke dinas pendidikan provinsi yang membina sekolah Anda.
Contoh Rincian Satu Kegiatan
ARKAS meminta rincian barang atau jasa dengan volume dan harga satuan. Contohnya kegiatan bahan praktik dan perlengkapan laboratorium senilai Rp72.000.000, pada SMK dengan tiga kompetensi keahlian.
| Uraian belanja | Volume | Harga satuan | Jumlah |
|---|---|---|---|
| Bahan praktik kompetensi keahlian pertama | 1 paket per tahun | Rp24.000.000 | Rp24.000.000 |
| Bahan praktik kompetensi keahlian kedua | 1 paket per tahun | Rp24.000.000 | Rp24.000.000 |
| Bahan praktik kompetensi keahlian ketiga | 1 paket per tahun | Rp24.000.000 | Rp24.000.000 |
| Total | Rp72.000.000 |
Contoh ini sengaja disederhanakan. Pada RKAS sebenarnya, satu paket sebaiknya dipecah menjadi barang spesifik (bahan habis pakai, perkakas kecil, perlengkapan keselamatan kerja) dengan harga hasil survei. Pemilihan kode kegiatan dan kode rekening yang tepat dibahas di panduan kode rekening dan kode kegiatan ARKAS, dan alur pengisiannya ada di panduan mengisi kertas kerja ARKAS 4.
Menyebar Anggaran per Bulan
- Honor dan langganan daya: merata tiap bulan karena rutin.
- Bahan praktik dan laboratorium: lebih besar di awal semester agar tersedia sepanjang pembelajaran, dengan sisa untuk kebutuhan tambahan.
- Asesmen: mendekati pekan asesmen tengah dan akhir semester, dengan porsi terbesar pada semester genap untuk kelas akhir.
- Penerimaan peserta didik baru: menjelang tahun ajaran baru, umumnya sekitar Mei sampai Juli.
- Pemeliharaan: sebagian dicadangkan untuk kerusakan mendadak.
Perencanaan bulanan yang realistis menekan kebutuhan pergeseran berulang. Bila kebutuhan berubah dan melintasi jenis belanja, jalurnya ada di panduan perubahan RKAS di ARKAS 4.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Honor menembus batas. Jumlah guru non-ASN bertambah di tengah tahun tanpa perhitungan ulang.
- Alokasi buku terlewat. Pagu besar membuat porsi 10% terasa kecil, lalu tergeser oleh kebutuhan praktik.
- Bahan praktik satu baris besar. Tanpa pemecahan per kompetensi keahlian, sulit membuktikan kebutuhan saat pemeriksaan.
- Pemeliharaan untuk kerusakan berat. Perbaikan yang tergolong sedang atau berat tidak boleh dibiayai dana BOS.
- Harga tanpa dasar. Simpan bukti survei harga untuk barang praktik bernilai besar.
FAQ
Apakah contoh RKAS SMA dan SMK ini boleh dipakai langsung?
Boleh dijadikan kerangka, tetapi angkanya perlu disesuaikan. Pagu, harga, jumlah guru non-ASN, dan kompetensi keahlian tiap sekolah berbeda.
Berapa batas honor RKAS SMA atau SMK negeri?
Maksimal 20% dari total pagu untuk sekolah negeri, dan 40% untuk sekolah swasta. Pada pagu Rp900 juta, batas 20% adalah Rp180 juta.
Berapa minimal alokasi buku?
Minimal 10% dari total pagu. Pada contoh ini batas bawahnya Rp90.000.000, dan alokasi yang direncanakan Rp99.000.000.
Apakah bahan praktik SMK boleh dibiayai BOS?
Bahan yang termasuk komponen penggunaan dana dalam juknis boleh dianggarkan. Cek komponen dan kodenya, dan konsultasikan ke dinas bila ada barang yang meragukan.
Apa bedanya RKAS SMA dan SMK?
Kerangkanya sama, tetapi SMK biasanya memiliki pos bahan praktik yang dipecah per kompetensi keahlian, sedangkan SMA cenderung ke laboratorium dan kegiatan peminatan.
Kesimpulan
Contoh RKAS SMA dan SMK di atas menunjukkan urutan kerja yang bisa ditiru: pastikan pagu, hitung batas juknis dalam rupiah, bagi menjadi kegiatan, turunkan ke rincian volume dan harga, lalu sebar per bulan. Pada pagu ilustrasi Rp900 juta, honor 19%, buku 11%, dan sarpras 14% menunjukkan bagaimana kebutuhan yang bercabang tetap bisa dijaga dalam batas. Gunakan angka contoh sebagai bahan belajar, ganti dengan data sekolah Anda sendiri, dan lakukan pengecekan akhir sebelum mengajukan pengesahan.