- Apa Itu Surat Keterangan Kerja dan Dasarnya?
- Isi Wajib Surat Keterangan Kerja
- Contoh 1: Surat Keterangan Kerja Setelah Resign
- Contoh 2: Surat Keterangan Kerja untuk KPR atau Pengajuan Bank
- Variasi untuk Kontrak Habis, PHK, dan Visa
- Cara Memeriksa Keaslian Surat Keterangan Kerja
- Tips untuk HRD Menerbitkan Surat yang Rapi
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Kesimpulan
Surat keterangan kerja, yang sehari-hari disebut paklaring, dibutuhkan lebih sering daripada yang dibayangkan: melamar kerja baru, mengajukan KPR, mengurus visa, bahkan klaim jaminan sosial. Masalahnya, satu surat tidak cocok untuk semua keperluan. Bank menanyakan penghasilan, kedutaan membutuhkan jabatan dan lama kerja, sedangkan perusahaan baru cukup dengan riwayat posisi.
Artikel ini memberi lima contoh surat keterangan kerja sesuai keperluan, daftar isi yang wajib ada, serta cara memeriksa keaslian surat, baik untuk karyawan maupun HRD yang menerbitkannya.
Apa Itu Surat Keterangan Kerja dan Dasarnya?
Surat keterangan kerja adalah dokumen resmi dari perusahaan yang menyatakan bahwa seseorang bekerja atau pernah bekerja di sana, lengkap dengan jabatan dan masa kerjanya. Istilah paklaring biasanya merujuk pada surat yang diterbitkan setelah hubungan kerja berakhir, sedangkan surat keterangan kerja bisa juga dibuat untuk karyawan yang masih aktif.
Dasar yang lazim dirujuk untuk hak atas surat ini adalah Pasal 1602z KUH Perdata, yang menyatakan bahwa pemberi kerja wajib memberi surat keterangan ketika hubungan kerja berakhir atas permintaan pekerja, dan isinya harus sesuai fakta. Untuk kasus tertentu, konsultasikan dengan ahli hukum karena aturan bisa berubah.
Isi Wajib Surat Keterangan Kerja
Terlepas dari keperluannya, surat yang baik memuat enam komponen berikut. Kekurangan satu saja bisa membuat bank atau kedutaan meminta surat diulang.
1. Kop dan nomor surat
Nama, alamat, dan kontak perusahaan, ditambah nomor surat dan tanggal terbit.
2. Identitas karyawan
Nama lengkap, jabatan, dan departemen. Tambahkan NIK karyawan bila perusahaan memakainya.
3. Status dan masa kerja
Karyawan tetap atau kontrak, tanggal mulai, dan tanggal berakhir (jika sudah selesai).
4. Pernyataan faktual
Kalimat bahwa yang bersangkutan bekerja atau telah bekerja. Penilaian kinerja opsional dan harus jujur.
5. Keperluan penerbitan
Misalnya untuk KPR, visa, atau melamar kerja, supaya surat tidak disalahgunakan.
6. Penandatangan dan cap
Pejabat berwenang, seperti Kepala HRD atau atasan, beserta cap perusahaan.
Contoh 1: Surat Keterangan Kerja Setelah Resign
Ini bentuk paling umum, dipakai untuk melamar kerja baru. Nama dan data hanya contoh.
SURAT KETERANGAN KERJA
Nomor: 112/SKK-HRD/X/2026
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Dengan ini menerangkan bahwa:
Yang bersangkutan telah bekerja di perusahaan kami selama 3 (tiga) tahun 8 (delapan) bulan dan mengundurkan diri atas permintaan sendiri dengan prosedur yang berlaku. Selama bekerja, yang bersangkutan menjalankan tugas administrasi operasional dengan baik.
Surat keterangan ini diterbitkan atas permintaan yang bersangkutan untuk keperluan melamar pekerjaan. Demikian surat ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 2 November 2026
Cap
Maya Kusuma Dewi
Contoh 2: Surat Keterangan Kerja untuk KPR atau Pengajuan Bank
Bank membutuhkan kepastian status dan penghasilan karyawan yang masih aktif. Surat ini karenanya memuat angka penghasilan dan tidak ada tanggal akhir kerja.
SURAT KETERANGAN KERJA
Nomor: 118/SKK-HRD/XI/2026
Yang bertanda tangan di bawah ini, Hendro Wicaksono selaku Manajer HRD PT Nusantara Karya Mandiri, menerangkan bahwa:
Yang bersangkutan masih aktif bekerja di perusahaan kami hingga surat ini diterbitkan. Surat keterangan ini dibuat untuk melengkapi persyaratan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) pada bank yang bersangkutan, dan tidak dimaksudkan sebagai jaminan atas pinjaman tersebut.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 9 November 2026
Cap
Hendro Wicaksono
Variasi untuk Kontrak Habis, PHK, dan Visa
Tiga keperluan lain memakai kerangka yang sama dengan Contoh 1. Hanya beberapa kalimat yang berbeda, seperti di bawah ini.
Kontrak berakhir
Ganti kalimat inti menjadi:
“Yang bersangkutan telah menyelesaikan masa kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu yang berakhir pada 31 Desember 2026.”
Terkena PHK
Gunakan rumusan netral dan faktual, tanpa menyebut penilaian negatif:
“Hubungan kerja berakhir pada 30 November 2026 berdasarkan keputusan perusahaan.”
Visa atau kerja di luar negeri
Sering diminta dalam bahasa Inggris dan memuat tugas utama:
“This is to certify that Mr. Bayu Setiawan Hadi has been employed as Warehouse Supervisor since 1 March 2021 and is currently in good standing.”
| Keperluan | Data tambahan | Penandatangan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Melamar kerja baru | Masa kerja, jabatan terakhir | HRD | Cukup riwayat posisi dan alasan berhenti |
| KPR dan bank | Penghasilan tetap, status tetap atau kontrak | HRD atau pimpinan | Tanpa tanggal akhir kerja; sering diminta bermeterai |
| Visa dan luar negeri | Tugas utama, izin cuti jika perlu | HRD | Biasanya perlu versi bahasa Inggris |
| Kontrak berakhir | Tanggal berakhir kontrak | HRD | Pastikan sesuai perjanjian kerja |
| PHK | Tanggal berakhir hubungan kerja | HRD | Isi netral dan faktual |
Soal meterai dan legalisasi. Tidak semua surat keterangan kerja wajib bermeterai. Bank atau instansi tertentu meminta meterai atau legalisir, jadi tanyakan syarat dokumen kepada pihak penerima sebelum meminta surat ke HRD. Artikel ini bukan nasihat hukum.
Cara Memeriksa Keaslian Surat Keterangan Kerja
Surat palsu memang ada, dan membuat atau memakai dokumen palsu bisa berujung masalah hukum. Bagi perusahaan penerima, empat pemeriksaan berikut cukup untuk menyaring sebagian besar kasus.
- Periksa kelengkapan formal. Kop surat, nomor surat, tanggal, tanda tangan, dan cap harus ada serta konsisten. Nomor surat yang format penomorannya aneh patut dicurigai.
- Hubungi perusahaan lewat saluran resmi. Gunakan nomor atau email yang tercantum di situs resmi perusahaan, bukan kontak yang tertera di surat itu sendiri.
- Cocokkan dengan dokumen lain. Bandingkan dengan slip gaji, kontrak kerja, atau bukti BPJS. Panduan contoh slip gaji potongan BPJS dan PPh 21 membantu Anda mengenali format yang wajar.
- Cek tanda tangan digital atau QR. Perusahaan yang menerbitkan surat digital biasanya menyediakan tautan verifikasi atau kode QR yang bisa dipindai.
Tips untuk HRD Menerbitkan Surat yang Rapi
- Pakai satu templat baku dengan nomor surat berurutan, lalu catat setiap surat yang diterbitkan.
- Tulis fakta saja: jabatan, masa kerja, dan status. Hindari opini kinerja kecuali diminta dan bisa dipertanggungjawabkan.
- Cantumkan keperluan penerbitan supaya surat tidak dipakai untuk hal lain.
- Terbitkan dalam waktu yang wajar setelah permintaan, dan pastikan penandatangannya pejabat yang berwenang.
- Untuk kontrak yang berakhir, cocokkan tanggal dengan perjanjian kerja PKWT atau PKWTT karyawan agar tidak ada selisih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya paklaring dan surat keterangan kerja?
Dalam praktik keduanya sering dipakai bergantian. Paklaring umumnya merujuk pada surat setelah hubungan kerja berakhir, sedangkan surat keterangan kerja juga bisa dibuat untuk karyawan yang masih aktif.
Apakah perusahaan wajib memberikan surat keterangan kerja?
Pada umumnya ya, bila diminta saat hubungan kerja berakhir. Untuk kasus yang berbelit, konsultasikan ke dinas ketenagakerjaan atau ahli hukum.
Bagaimana kalau perusahaan menolak atau menunda?
Ajukan permintaan tertulis dan simpan buktinya. Sambil menunggu, riwayat kerja bisa dibuktikan dengan slip gaji, kontrak kerja, atau bukti BPJS.
Apakah surat keterangan kerja harus bermeterai?
Tidak selalu. Beberapa bank atau instansi memintanya, jadi cek persyaratan penerima surat lebih dulu.
Bolehkah surat memuat alasan resign atau PHK?
Boleh disebut seperlunya, tetapi harus netral dan faktual. Hindari penilaian negatif yang tidak bisa dibuktikan.
Berapa lama surat biasanya selesai?
Bergantung administrasi perusahaan. Umumnya beberapa hari kerja, jadi ajukan jauh sebelum surat dibutuhkan.
Kesimpulan
Surat keterangan kerja yang tepat adalah yang sesuai keperluannya. Bank menginginkan penghasilan dan status aktif, perusahaan baru cukup dengan riwayat posisi, dan kedutaan membutuhkan tugas utama dalam bahasa Inggris. Karena itu sebutkan keperluan Anda saat meminta surat ke HRD, supaya isinya langsung pas.
Bagi HRD, kunci utamanya adalah isi yang faktual, penomoran yang tertib, dan penandatangan yang berwenang. Dengan begitu surat Anda mudah diverifikasi dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Butuh rujukan aturan ketenagakerjaan?
Informasi hubungan kerja dan hak pekerja tersedia di situs Kementerian Ketenagakerjaan. Cek di sana untuk ketentuan terkini sebelum Anda menyusun atau memverifikasi dokumen.





