AI untuk guru dan sekolah boleh dan bermanfaat bila dipakai sebagai alat bantu menyiapkan pembelajaran, bukan pengganti guru. Namun pemakaian oleh siswa kini diatur. Pemerintah mengesahkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 7 Menteri tentang pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial di pendidikan pada 12 Maret 2026. Bagi guru, kuncinya tiga: manfaatkan AI dengan bijak, pandu siswa, dan jangan memasukkan data siswa ke layanan yang tidak aman.

Banyak guru sudah memakai ChatGPT, Gemini, atau Copilot untuk menyusun bahan ajar, soal latihan, dan administrasi. Di sisi lain, kabar tentang pembatasan AI di sekolah membuat sebagian guru dan kepala sekolah ragu: apa yang boleh, apa yang dibatasi, dan bagaimana menyikapinya. Artikel ini merangkum kebijakan yang perlu diketahui, cara guru memakai AI dengan aman, hal yang perlu diwaspadai terkait data dan siswa, serta langkah praktis bagi sekolah menyusun aturan sendiri.

Catatan sumber: keberadaan dan tanggal SKB 7 Menteri dikonfirmasi rilis resmi Kemenko PMK. Rincian aturannya, seperti pembatasan menurut jenjang, di sini dirangkum dari pemberitaan media yang mengutip pejabat dan bisa berbeda antarlaporan. Untuk keputusan di sekolah, baca naskah SKB atau tanyakan surat edaran dinas pendidikan setempat.

Kebijakan yang Perlu Diketahui Guru

KebijakanIntiArtinya bagi guru
SKB 7 Menteri (12 Maret 2026)Pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital dan AI di jalur formal, nonformal, dan informal; membagi peran pendidikan, pelindungan anak, dan ekosistem digitalSekolah perlu menyesuaikan praktik dan aturan internal
Pembatasan AI instan (menurut pemberitaan)AI penjawab instan seperti chatbot umum tidak diperbolehkan bagi peserta didik jenjang tertentu; AI yang dirancang untuk pendidikan tetap dimungkinkanJangan mengarahkan siswa memakai chatbot umum untuk tugas; gunakan platform pendidikan
Permendikdasmen 13/2025Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran pilihan, diperkenalkan bertahap mulai kelas 5 SD, 7 SMP, dan 10 SMA/SMKGuru dapat mengikuti pelatihan yang disediakan kementerian
SE Menkominfo 9/2023 dan UU PDPPedoman etika AI (tidak mengikat) dan aturan pelindungan data pribadiJaga data siswa dan guru saat memakai layanan AI

Soal SKB, Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa AI instan seperti bertanya ke ChatGPT tidak diperbolehkan bagi peserta didik jenjang dasar dan menengah, sedangkan AI yang memang dirancang untuk kebutuhan pendidikan tetap boleh. Sebagian laporan lain merangkum larangan itu sebagai untuk jenjang PAUD hingga SD, sehingga batas jenjang yang tepat perlu dicek pada naskah resmi. Rangkuman hukum yang beredar juga menyebut layanan digital PAUD ditujukan bagi anak minimal 3 tahun dengan durasi terbatas, kewajiban penyedia layanan melindungi data peserta didik, dan larangan memungut biaya karena kewajiban memakai platform digital. Penerapan lengkapnya berlaku bertahap dan menuntut penyesuaian di tiap sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menegaskan pada 2025 bahwa penggunaan AI oleh siswa tetap perlu dipandu guru, karena gurulah yang memahami materi pelajaran. Prinsip ini sejalan dengan arah SKB: AI mendukung, guru mengarahkan.

Cara Guru Memakai AI dengan Bijak

Menyusun draf perangkat ajar

Kerangka modul ajar, tujuan pembelajaran, dan aktivitas yang kemudian Anda sesuaikan dengan kelas.

Membuat soal dan rubrik

Variasi soal latihan, kunci jawaban awal, dan rubrik penilaian yang Anda periksa ulang.

Diferensiasi

Alternatif penjelasan untuk siswa dengan kebutuhan berbeda, dengan penilaian akhir tetap oleh guru.

Umpan balik pada draf

Ide komentar untuk tulisan siswa yang sudah dianonimkan, bukan penilaian otomatis.

Komunikasi

Draf pengumuman, surat edaran ke orang tua, atau ringkasan kegiatan yang Anda sunting.

Ide media pembelajaran

Analogi, contoh kasus lokal, dan skenario diskusi untuk membuat materi lebih hidup.

Untuk contoh instruksi yang spesifik pada perangkat ajar, lihat panduan prompt AI untuk membuat RPP Kurikulum Merdeka dan contoh format RPP terintegrasi AI. Prinsip umum memakai AI di lingkungan kerja, termasuk cara memeriksa hasil, dibahas di artikel cara memakai AI untuk pekerjaan kantor.

Yang Perlu Diwaspadai

Hal yang sebaiknya tidak dilakukan:

  • Memasukkan data pribadi siswa. Nama lengkap disertai NISN, nilai individu, foto, atau data keluarga tidak boleh diunggah ke layanan AI yang tidak disetujui sekolah. Untuk data rapor dan Dapodik, gunakan sistem resmi.
  • Menyerahkan penilaian sepenuhnya ke AI. Nilai dan keputusan kenaikan kelas berdampak besar, sehingga harus dipegang guru.
  • Menyalin hasil AI mentah-mentah. Materi bisa keliru, tidak sesuai capaian pembelajaran, atau terlalu generik. Periksa dan sesuaikan.
  • Mengarahkan siswa ke chatbot umum untuk tugas. Ini bertentangan dengan arah pembatasan AI instan bagi peserta didik jenjang tertentu.
  • Mengabaikan bias. Model bahasa bisa mencerminkan stereotip. Tinjau contoh, gambar, dan narasi sebelum dipakai di kelas.

Membimbing Siswa: AI untuk Belajar, Bukan untuk Menjawab

Pembatasan pada AI instan bukan berarti AI dilarang mutlak dari pembelajaran. Yang dibedakan adalah jawaban instan tanpa proses berpikir dan alat yang dirancang untuk belajar. Pada mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, siswa justru mempelajari cara kerja dan etika AI. Guru dapat memusatkan tugas pada proses: meminta siswa menjelaskan langkah berpikirnya, membandingkan dua jawaban, atau mengkritisi kesalahan pada contoh yang disiapkan guru. Dengan begitu, siswa melatih nalar kritis tanpa bergantung pada jawaban jadi.

Langkah bagi Sekolah

  1. Baca aturan yang berlaku. Pelajari SKB 7 Menteri dan surat edaran dinas pendidikan setempat.
  2. Susun kebijakan sekolah. Tetapkan alat yang disetujui, jenis data yang dilarang, dan aturan pemakaian oleh siswa sesuai jenjang.
  3. Latih guru. Ikuti pelatihan resmi dan rancang pelatihan internal yang dikaitkan dengan tugas harian.
  4. Komunikasikan ke orang tua. Jelaskan bagaimana AI dipakai, apa yang dibatasi, dan bagaimana data anak dilindungi.
  5. Kelola data dengan disiplin. Batasi akses, gunakan sistem resmi untuk data siswa, dan tunjuk penanggung jawab.
  6. Evaluasi berkala. Tinjau dampak pada pembelajaran dan perbarui aturan bila regulasi berubah.

Rujuk sumber resmi

Pengesahan SKB 7 Menteri dijelaskan dalam rilis Kemenko PMK. Informasi mata pelajaran Koding dan AI tersedia dalam pemberitaan ANTARA tentang Permendikdasmen 13/2025.

FAQ

Apakah guru boleh memakai AI?

Boleh sebagai alat bantu menyiapkan pembelajaran, dengan syarat hasilnya diperiksa dan data siswa dijaga. Pembatasan dalam SKB 7 Menteri terutama menyangkut pemakaian AI instan oleh peserta didik.

Apa itu SKB 7 Menteri tentang AI di pendidikan?

Surat Keputusan Bersama tujuh menteri yang disahkan 12 Maret 2026 tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital dan AI di pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Apakah siswa boleh memakai ChatGPT untuk tugas sekolah?

Menurut penjelasan Menko PMK yang dikutip media, AI instan tidak diperbolehkan bagi peserta didik jenjang dasar dan menengah, sedangkan AI yang dirancang untuk pendidikan tetap boleh. Cek naskah resmi dan aturan sekolah untuk jenjang Anda.

Bolehkah memasukkan nilai atau data siswa ke AI?

Sebaiknya tidak, kecuali layanan tersebut disetujui sekolah dan datanya dianonimkan. Data pribadi siswa dilindungi, jadi gunakan sistem resmi untuk rapor dan Dapodik.

Apakah ada pelajaran AI di sekolah?

Ada. Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran pilihan yang diperkenalkan bertahap mulai kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK sejak tahun ajaran 2025/2026.

Kesimpulan

AI dapat meringankan pekerjaan guru pada penyusunan bahan, soal, dan komunikasi, tetapi sekolah kini bekerja dalam kerangka aturan baru yang menekankan pelindungan anak dan pendampingan guru. Sikap yang sehat adalah memakai AI untuk mempersiapkan pembelajaran, menjaga data siswa dengan ketat, dan mengarahkan siswa pada proses berpikir, bukan jawaban instan. Karena rincian penerapan SKB masih berkembang, jadikan naskah resmi dan surat edaran dinas sebagai rujukan utama. Langkah sederhana yang bisa dimulai minggu ini: tulis satu halaman kebijakan sekolah berisi alat yang disetujui dan data yang dilarang, lalu bagikan kepada seluruh guru agar semua memegang aturan yang sama.

Bagikan: