QRIS polos hitam-putih sering luput dari perhatian pelanggan yang lalu-lalang, padahal sedikit sentuhan desain bisa membuatnya lebih menarik dilihat—asalkan tahu bagian mana yang boleh dan tidak boleh disentuh.
Banyak pelaku UMKM mulai berkreasi mempercantik tampilan QRIS di tokonya, dari menambahkan bingkai lucu, warna sesuai identitas brand, hingga maskot kecil di sekitarnya. Namun, karena QRIS adalah kode pembayaran resmi yang diawasi Bank Indonesia, penting memahami batas kreativitas yang aman—terutama mengingat pernah ada kasus stiker QRIS palsu yang sengaja ditempel menutupi kode asli untuk menipu pelanggan.
Artikel ini membahas elemen QRIS yang wajib tetap utuh demi keamanan transaksi, area mana saja yang aman untuk didekorasi kreatif, cara mendesainnya menggunakan Canva, hingga tips tambahan agar tampilan QRIS toko tetap menarik sekaligus terpercaya.
Elemen QRIS yang Wajib Tetap Utuh
Jangan pernah mengubah atau menutupi bagian ini: pola kode QR itu sendiri (kotak-kotak hitam-putih di bagian dalam), logo resmi QRIS, nama merchant, Nomor Merchant ID Nasional (NMID), serta footer yang mencantumkan kode identifikasi dan tanggal versi cetak. Mengubah atau menimpa elemen-elemen ini bisa membuat kode gagal terbaca, atau lebih buruk lagi, membuka celah penipuan seperti kasus stiker QRIS palsu yang pernah ditempel di beberapa masjid untuk mengalihkan dana donasi ke rekening pelaku.
Area yang Aman untuk Didekorasi Kreatif
❌ Jangan Disentuh
- Pola kode QR (kotak-kotak di dalam)
- Logo resmi QRIS
- Nama merchant & NMID
- Footer kode identifikasi & tanggal cetak
✅ Boleh Didekorasi
- Bingkai/border di sekeliling kode
- Latar belakang stiker atau tent card
- Teks ajakan (CTA) seperti “Scan di sini yuk!”
- Logo/maskot brand toko di luar area kode
Prinsip dasarnya sederhana: dekorasi kreatif ditempatkan di sekitar kode, bukan menimpa atau mengganti bagian dalam kode itu sendiri. Selama pola QR tetap punya kontras jelas dan ruang kosong (quiet zone) di sekelilingnya, kode tetap bisa dipindai dengan normal oleh aplikasi pembayaran apa pun.
Cara Desain QRIS Menarik Menggunakan Canva
- Siapkan file QRIS resmi dari penyedia (bank/dompet digital) dalam format gambar berkualitas tinggi, jangan gunakan hasil screenshot buram.
- Buka Canva dan cari template bertema “QRIS” atau buat kanvas kosong berukuran sesuai kebutuhan (tent card, stiker, atau banner kecil).
- Unggah file QRIS resmi dan letakkan di tengah kanvas tanpa mengubah proporsi atau memotong bagian penting kode.
- Tambahkan bingkai dan elemen dekoratif di sekeliling kode—warna sesuai identitas brand, ilustrasi kecil, atau pola latar yang playful.
- Sisipkan teks ajakan yang ramah seperti “Yuk Scan & Bayar!” di bagian atas atau bawah, tetap dengan kontras warna yang mudah dibaca.
- Ekspor dalam resolusi tinggi dan uji coba scan langsung dari layar sebelum dicetak dalam jumlah banyak.
Belum familiar menggunakan Canva untuk kebutuhan desain UMKM lainnya? Baca juga artikel Cara Membuat Infografis di Canva untuk memaksimalkan tools desain gratis ini bagi bisnis Anda.
Tips Tambahan Agar QRIS Tetap Menarik dan Terpercaya
- Uji scan ulang setelah desain selesai, terutama jika elemen dekoratif diletakkan cukup dekat dengan tepi kode, untuk memastikan tidak ada bagian penting yang tertutup.
- Gunakan bahan cetak yang tahan lama, seperti laminating atau bingkai akrilik, agar QRIS tidak mudah rusak sekaligus lebih sulit ditempeli stiker palsu di atasnya.
- Letakkan di posisi yang jelas terlihat pelanggan, bukan di sudut gelap atau tersembunyi, sehingga pelanggan tetap bisa memperhatikan detail nama merchant sebelum membayar.
- Cek berkala kondisi fisik QRIS di toko, terutama untuk usaha dengan lalu lintas pelanggan tinggi, guna memastikan tidak ada stiker asing yang menempel di atasnya.
Selain QRIS, sentuhan desain menarik juga bisa diterapkan pada materi promosi lain seperti sertifikat penghargaan pelanggan setia; lihat panduannya di artikel Cara Membuat Sertifikat dan Piagam di Canva.
Ingin memastikan keaslian dan cara kerja QRIS lebih lengkap? Kunjungi halaman resmi QRIS dari Bank Indonesia.
Kunjungi BI.go.id/QRISFAQ
Apakah boleh menambahkan logo toko di dalam kode QRIS?
Sebaiknya tidak diletakkan menimpa pola kode itu sendiri. Logo atau maskot brand lebih aman ditempatkan di bingkai luar atau area kosong di sekitar kode, bukan di atas pola QR.
Apakah mengganti warna latar belakang QRIS aman?
Mengganti warna latar di luar area kode (bingkai, kartu, atau stiker) umumnya aman, selama kontras pola QR itu sendiri—hitam di atas putih—tetap dipertahankan agar mudah dipindai.
Kenapa penting menjaga footer QRIS tetap terlihat?
Footer berisi kode identifikasi dan tanggal versi cetak menjadi salah satu ciri keaslian QRIS. Menutupinya membuat pelanggan lebih sulit memverifikasi apakah kode tersebut benar-benar resmi dan belum ditumpuki kode palsu.
Bagaimana cara mengetahui QRIS di toko sudah ditumpuk stiker palsu?
Perhatikan apakah stiker terlihat baru ditempel di atas permukaan yang sudah ada, nama merchant yang muncul saat scan tidak sesuai dengan nama toko, atau kondisi fisik stiker yang tidak rata/menggelembung menandakan ada lapisan di bawahnya.
Apakah semua platform pembayaran mengizinkan kustomisasi tampilan QRIS?
Ketentuan detail bisa berbeda antar penyedia layanan, namun prinsip umum menjaga pola kode dan informasi verifikasi tetap utuh berlaku universal di seluruh ekosistem QRIS Bank Indonesia.
Kesimpulan
Mendesain QRIS agar lebih menarik dan sesuai identitas brand toko bukan hal yang dilarang, selama dilakukan dengan memahami batasan yang tepat—kreativitas ditempatkan di sekeliling kode, bukan menyentuh pola QR atau informasi verifikasi yang wajib tetap utuh. Dengan bingkai, warna, dan elemen dekoratif yang tepat, QRIS toko bisa tampil jauh lebih menarik dibanding versi polos standar, tanpa mengorbankan fungsi maupun keamanannya. Yang tidak kalah penting, di tengah maraknya kasus penipuan stiker QRIS palsu, menjaga elemen verifikasi tetap jelas terlihat justru menjadi bagian dari tanggung jawab pelaku usaha untuk melindungi kepercayaan pelanggannya sendiri. Desain yang menarik dan transaksi yang aman sebenarnya bisa berjalan beriringan, asal tahu di mana batasnya.