- Template Excel Perhitungan Gaji Bersih 2026 Berdasarkan UMK Terbaru dan PTKP
- Kenapa Perhitungan Gaji Bersih Tidak Sesederhana Kelihatannya?
- Tabel Tarif dan Batas Dasar Upah 2026
- Cara Kerja Template Perhitungan Gaji Bersih
- Contoh Perhitungan untuk Beberapa Level Gaji
- FAQ Seputar Perhitungan Gaji Bersih 2026
- Kesimpulan
Template Excel Perhitungan Gaji Bersih 2026 Berdasarkan UMK Terbaru dan PTKP
Kalkulator gaji bersih lengkap yang menghitung BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PPh 21 sekaligus — bisa dipakai untuk gaji setingkat UMK maupun gaji jauh di atasnya, bukan hanya satu skenario.
Kenapa Perhitungan Gaji Bersih Tidak Sesederhana Kelihatannya?
Banyak yang mengira gaji bersih (take-home pay) cukup dihitung dari gaji bruto dikurangi pajak saja. Padahal, ada minimal empat komponen potongan yang berlaku bersamaan bagi karyawan swasta di Indonesia: BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan (Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun), serta PPh 21. Setiap komponen punya basis perhitungan dan batas atas upah yang berbeda-beda, sehingga menghitungnya secara manual sangat rawan salah.
Template ini dirancang sebagai kalkulator gaji bersih yang komprehensif — bukan hanya untuk gaji setingkat UMK, tetapi untuk gaji berapa pun, mulai dari gaji pokok saja hingga gaji dengan tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap sekaligus. Dengan begitu, HRD, bendahara, maupun karyawan sendiri bisa langsung tahu berapa nominal yang benar-benar diterima setiap bulan.
BPJS Kesehatan
1% dari gaji pokok + tunjangan tetap, dengan batas dasar upah maksimal Rp12.000.000.
BPJS Ketenagakerjaan (JHT)
2% dari gaji pokok + tunjangan tetap, tanpa batas dasar upah.
BPJS Ketenagakerjaan (JP)
1% dari gaji pokok + tunjangan tetap, dengan batas dasar upah Rp10.547.400.
PPh 21 TER
Dihitung dari total gaji bruto (termasuk tunjangan tidak tetap) sesuai kategori TER A, B, atau C.
Tabel Tarif dan Batas Dasar Upah 2026
| Komponen | Tarif Karyawan | Batas Dasar Upah |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan | 1,00% | Rp12.000.000 |
| BPJS Ketenagakerjaan – JHT | 2,00% | Tidak dibatasi |
| BPJS Ketenagakerjaan – JP | 1,00% | Rp10.547.400 (per Maret 2025) |
Sumber: PP Nomor 63 Tahun 2022 (BPJS Kesehatan), PP Nomor 45 dan 46 Tahun 2015 (BPJS Ketenagakerjaan JP & JHT).
Cara Kerja Template Perhitungan Gaji Bersih
Tentukan Dasar Upah BPJS
Dasar Upah BPJS = Gaji Pokok + Tunjangan Tetap. Komponen inilah yang dipakai untuk menghitung potongan BPJS Kesehatan, JHT, dan JP.
Tentukan Gaji Bruto Kena Pajak
Gaji Bruto Kena Pajak = Dasar Upah BPJS + Tunjangan Tidak Tetap. Seluruh komponen ini dipakai sebagai dasar penghitungan PPh 21 metode TER.
Hitung Potongan BPJS dengan Fungsi MIN
Gunakan =MIN(DasarUpah,BatasAtas)*Tarif agar potongan otomatis mengikuti batas dasar upah maksimal, bukan menghitung dari gaji penuh jika melebihi batas.
Tentukan Kategori TER dari Status PTKP
Gunakan rumus IF untuk memetakan status PTKP (TK/0, K/0, K/1, dst.) ke Kategori TER A, B, atau C secara otomatis.
Cari Tarif TER dan Hitung PPh 21
Gunakan INDEX-MATCH pada tabel lapisan tarif TER sesuai kategori, lalu kalikan tarif dengan Gaji Bruto Kena Pajak untuk mendapat nominal PPh 21 bulanan.
Jumlahkan Semua Potongan
Gaji Bersih = Gaji Bruto Kena Pajak – (BPJS Kesehatan + JHT + JP + PPh 21). Hasil inilah nominal yang benar-benar diterima karyawan.
Contoh Perhitungan untuk Beberapa Level Gaji
Gaji Setingkat UMK – Rp2.570.000 (tanpa tunjangan, Kategori A)
Dasar BPJS = Rp2.570.000. Potongan: Kesehatan Rp25.700, JHT Rp51.400, JP Rp25.700. Gaji bruto di bawah ambang TER A sehingga PPh 21 = Rp0. Gaji Bersih = Rp2.467.200.
Gaji Rp4.700.000 (pokok Rp4,2jt + tunjangan tetap Rp500rb, Kategori A)
Potongan: Kesehatan Rp47.000, JHT Rp94.000, JP Rp47.000, PPh 21 Rp0 (masih di bawah ambang). Gaji Bersih = Rp4.512.000.
Gaji Rp14.000.000 (pokok Rp12jt + tunjangan tetap Rp2jt, Kategori A)
Dasar BPJS Rp14jt, tapi JP dihitung dari batas maksimal Rp10.547.400 sehingga JP = Rp105.474 (bukan Rp140.000). PPh 21 = 5% x Rp14.000.000 = Rp700.000. Gaji Bersih = Rp12.794.526.
Kesalahan Umum saat Menghitung Gaji Bersih
- Memasukkan tunjangan tidak tetap ke dasar BPJS — padahal seharusnya hanya gaji pokok dan tunjangan tetap yang jadi dasar iuran BPJS.
- Lupa menerapkan batas atas JP — banyak yang menghitung JP dari gaji penuh meski sudah melebihi Rp10.547.400, padahal seharusnya dibatasi.
- Menyamakan kategori TER untuk semua karyawan — kategori TER wajib disesuaikan status PTKP masing-masing, bukan disamaratakan.
- Tidak memperbarui batas upah BPJS tahunan — batas dasar upah JP disesuaikan berkala, sehingga rumus perlu dicek ulang setiap ada perubahan regulasi.
Download template Excel siap pakai untuk menghitung gaji bersih karyawan Anda secara otomatis, lengkap BPJS dan PPh 21.
Download Template Excel Gratis Lihat Simulasi Khusus UMK 5 KotaFAQ Seputar Perhitungan Gaji Bersih 2026
Apa bedanya gaji bruto dan gaji bersih?
Gaji bruto adalah total penghasilan sebelum potongan apa pun, sedangkan gaji bersih adalah nominal yang benar-benar diterima setelah dikurangi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PPh 21.
Apakah tunjangan tidak tetap kena potongan BPJS?
Tidak. Tunjangan tidak tetap seperti uang transport harian atau uang makan harian umumnya tidak termasuk dasar perhitungan BPJS, tetapi tetap dihitung sebagai penghasilan kena pajak PPh 21.
Apakah template ini bisa dipakai untuk gaji di atas UMK?
Bisa. Template ini dirancang generik untuk berbagai level gaji, bukan hanya gaji setingkat UMK, karena semua rumus memakai variabel input, bukan angka tetap.
Kenapa potongan JP tidak naik terus meski gaji naik?
Karena JP punya batas dasar upah maksimal (Rp10.547.400 per Maret 2025). Berapa pun gaji di atas angka itu, potongan JP tetap dihitung dari batas maksimal tersebut.
Apakah hasil template ini bisa dipakai sebagai slip gaji resmi?
Bisa dijadikan dasar perhitungan, tetapi sebaiknya disesuaikan dengan format slip gaji resmi perusahaan dan diverifikasi oleh bagian payroll sebelum dibagikan ke karyawan.
Kesimpulan
Menghitung gaji bersih yang akurat membutuhkan lebih dari sekadar mengurangi pajak dari gaji bruto — empat komponen potongan (BPJS Kesehatan, JHT, JP, dan PPh 21) harus dihitung dengan basis dan batas atas yang tepat sesuai regulasi masing-masing. Kesalahan paling umum biasanya muncul dari salah memasukkan tunjangan ke dasar yang salah, atau lupa menerapkan batas atas upah pada BPJS.
Dengan template Excel yang sudah dirancang generik untuk berbagai level gaji, HRD dan karyawan bisa langsung mengecek estimasi gaji bersih tanpa perlu menghitung manual satu per satu, sekaligus memahami ke mana saja porsi gaji bruto sebenarnya mengalir setiap bulannya.





